Liput Demo Mahasiswa USU, Wartawan Harian Orbit Dipukuli Satpam USU

0
879

MEDAN,Zonadinamika.com.Kekerasan terhadap pers kembali berulang. Ironisnya, kejadian terjadi di lingkungan pergurun tinggi tempatnya kaum intelektual bernaung.

Informasi dihimpun, Kamis (21/5/2015), kekerasan itu dialami wartawan Harian Orbit, Jamalum Berutu dan Irvan Rumapea. Mereka dianiaya gerombolan security di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) yang mengamankan demo mahasiswa USU hari itu juga.

Kejadian bermula saat keduanya meliput demo mahasiswa USU pada Kamis (21/5) di depan gedung Biro Rektor USU. Ketika demo berujung ricuh, enam petugas security tiba-tiba berlari mengejar Jamalum Berutu yang sedang mengabadikan peristiwa dengan kamera handphonIRFAN RUMAPEA Wartawan Harian orbit Dibantai Saat Meliput Demo Di USUenya.

“Saya dikejar dan dikerumuni enam petugas security,” terang Jamalum Berutu. Dari lokasi yang sama, wartawan Harian Orbit lainnya, Irvan Rumapea. berupaya membantu begitu melihat rekannya dipukuli.

Namun niat baik Irvan justeru mendapat serangan bertubi-tubi dari gerombolan petugas satpam yang telah bringas.
Dengan bringas, gerombolan satpam itu memukuli Irvan dan menyeretnya.

“Saya dibanting, kepala saya dipukuli pakai rotan dan bambu untung saat itu saya sedang mengenakan helm. Akibat terkena pukulan yang bertubi-tubi membuat helem yang saya pakai pun pecah-pecah,” terang Irvan sembari menunjukkan helmnya yang pecah.

Akibatnya, sekujur tubuh Irvan terutama di bagian kedua lengannya mengalami luka-luka dan memar, lengan sebelah kanan tidak bisa di luruskan.

Atas peristiwa itu, keduanya didampingi tim hukum Harian Orbit melaporkannya ke Mapolresta Medan dengan nomor STTLP/1285/K/V/2015/SPKT Resta Medan.

Sementara Pj Rektor USU Prof Subhilhar yang dikonfirmasi via seluler mengaku masih berada di luar kota. Dia berjanji akan mengecek persoalan tersebut. Sedangkan Kabag Humas USU Bisru Hafi yang dikonfirmasi langsung meminta maaf atas kejadian itu.
(2
“Saya minta maaf adinda,” kata Bisru via seluler. Bisru juga mengatakan banyak juga kaca-kaca di Biro Rektor USU yang jadi korban kericuhan.

Pemimpin Redaksi Harian Orbit As Atmadi mengaku prihatin karena pers terus dihadapkan pada upaya mengkerdilkan nilai demokrasi.

“Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers yang sesungguhnya wajib mendapt perlindungan hukum saat menjalankan tugas-tugas jurnalistik. Bukan sebaliknya dipukuli,dianiaya,” kata Atmadi.

Mantan Dosen USU itu menilai, penganiayaan terhadap wartawan adalah pelanggaran UU Pers, sekaligus tindakpidana yang harus mendapat hukuman.

Selain itu, penganiayaan diduga  dilakukan petugas di kampus sama dengan menghalangi kerja jurnalistik.

“Menurut UU Pers dapat dihukum. Maka pemukulan terhadap wartawan adalah tindakan tidak terpuji apalagi dilakukan oleh aparat kampus yang murupakan tempat kaum imtelektual,” kata Atmadi.

Untuk itu, agar tidak terjadi lagi tindakan yang sama, Atmadi berharap pelaku pemukulan dapat dihukum dengan pasal berlapis.

Pema : USU Memalukan!!! Berantas Mafia Pendidikan

Sebelum terjadi kerusuhan, ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan pemerintahan mahasiswa (Pema) Universitas Sumatera Utara (USU) mendatangi biro rektor.

Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak pihak rektorat harus menjelaskan kepada mahasiswa apa yang menjadi alasan mereka tidak menetapkan rektor defenitif.

“Saat ini ada 40.000-an nasib mahasiswa yang masih terlantar belum ada kejelasannya karena tidak adanya kejelasan dari pihak rektorat,” ujar koordinator aksi Bendry Gunawan.

Selain itu mahasiswa juga mendesak agar dilibatkan dalam mengambil kebijakan kampus. “Sampai saat ini mahasiswa tidak pernah tau kemana uang mahasiswa dibungakan. Mahasiswa juga tidak pernah tau dimana dibuat hasil pengutipan dari mahasiswa tersebut,” ujarnya lagi.

Mahasiswa juga meneriakkan pihak rektorah USU harus malu kepada universitas lain karena selalu dirundung masalah. “USU memalukan, kemana nasib mahasiswa yang banyak tidak ditandatangani oleh rektor defenitif,” teriaknya mahasiswa lagi.

Selain itu mahasiswa juga, mendesak agar pihak rektorat segera mengikutsertakan mahasiswa dalam penentuan rektorat.(Rp82)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here