Gudang Somel Menjamur,Pelaku Coba Suap wartawan

0
984

KAYU ARANGBATAM. Zonadinamika.com.Para perambah hutan lindung maupun hutan magrove sepertinya sudah kebal hukum.Semakin banyak para jurnalistik memberitakan di media massa baik cetak maupun di media online di anggap angin lalu.

Bahkan para pelaku illegal logging tidak segan-segan menlontarkan kata-kata “silahkan di tulis besar-besar dan di beritakan,bila perlu di halaman pertama “Sepertinya para pengusaha somel di daerah Sagulung dan Batu Aji sekitarnya seakan-akan sudah menjalin komunikasi ,kordinasi maupun bagi-bagi amplot dari hasil keuntungannya.

Investigasi di lokasi penimbunan dan pengolahan kayu pihak pengelola somel tidak sungkan memberikan amplot.Lalu Siapa-siapa saja-kah yang ikut menikmati hasil perambahan hutan maupun praktek illegal logging selama ini ? Pantauan media ini mulai dari jembatan 1 sampai jembatan 6 Barelang, juga pelabuhan tikus dapur 12.

Waktu pengiriman dan masuknya kayu melalui pelabuhan tikus, biasanya dilakukan pada malam hari.Bahkan mereka tidak segan segan melakukan pada siang hari dengan memperdaya menggunakan jasa pengawalan ketat dari oknum aparat.

Disinyalir kuat bahwa big bos illegal loging di zona wilayah Sagulung yang disebut-sebut bernama Arahap oner CV Cahaya Perkasa dan Nasrul Lubis yang memeliki Gudang Somel percis dibelakang Kantor Camat Sagulung, dan PT. Limas memiliki Gudang didepan Polsek Sagulung, dan Ameng memiliki Gudang dibelakang Tembesi TOP 100. Gudang Somel tersebut biasanya mengolah kayu bulat dan juga kayu olahan.

Modus operandi praktek illegal loging dilakukan dengan cara membangun sindikat guna memonopoli kayu diwilayah pulau Batam . dalam prakteknya para mafia illegal loging ini dalam memuluskan bisnisnya mulai dari penebangan liar dibeberapa titik hutan diwilayah pulau Batam sampai menyeludupkan hasil tebangan liar tersebut, dikabarkan mengunakan jasa oknum aparat. Oknum aparat ini biasanya sebagai tenaga pengaman ketika mengangkut kayu yang sudah dalam bentuk balok.

Sesuai hasil investigasi Zona Dinamika pada hari rabu sekitar jam 16:oo tanggal 20 Mei 2015 digudang CV Cahaya Perkasa yang mengaku milik Arahap, dan seorang karyawan CV. Cahaya Perkasa menemui awak media ini dan menyodorkan amplop, tetapi awak media ini jelas menolak amplop tersebut, dan berkata bosnya dimana? Kita datang kegudang ini bukan untuk amplop ini, tetapi mau ketemu Bos nya.

15 menit kemudian Bos Illegal Loging tersebut datang mengendarai sepeda motor metik dengan keadaan emosi, dan langsung menendang meja tempat awak media ini duduk dan berkata, “mana wartawanya yang sok jago itu? Sudah dikasi amplop ko menolak, apa kurang banyak ia…? Kalau sudah jago ayo kita main biar kuhabisi kamu, saya sudah disini, maumu apa ? kamu tidak berhak menayakan asal usul kayu saya dari mana , apa kamu ada surat perintah menayakan izin apa yang saya kantongi ?.

Tanya saja Dinas Kehutanan izin yang saya miliki dan asal usul kayu saya,kalau gudang ini illegal pasti saya sudah di tangkap polisi dan tumpukan-tumpukan kayu ini tidak akan ada di sini lagi” Ujar Arahap
Timmi yang diduga Bos PT.Limas pada saat dikomfirmasi awak media ini membalas dengan Pesan Singkat SMS, “ saya sudah mau berhenti kerja di PT.Limas, jadi nanti tanggal 1-5 kekantor cari pak Hendra aja, ini nomor Hp nya 0853 6230 xxxxtrimakasih. Dan Nasrul Lubis tidak pernah bisa ketemu, ditelpon tidak mau mengangkat ponselnya, dan di sms tidak mau menjawab.

Diduga mafia illegal loging ini melakukan penebangan kayu tidak melalui prosedur amdal atau aturan dari pihak kehutanan. Beberapa kali Zona Dinamika mencoba megkompirmasi big bos kayu tersebut yang bernama Nasrul Lubis dan PT.Limas dan Ameng, kegudang nya tetapi big bos kayu illegal itu tidak ketemu, dan Zona Dinamika kembali mengkonfirmasi melalui SMS tentang izin Faktor Angkutan Kayu Olahan ( FAKO ), Surat Keterangan Angkutan Asal usul kayu ( SKAU ).

Surat keterangan Lelang ( SKL )Big Bos Illegal Loging tersebut tidak membalas, menurut salah satu karyawan gudang tersebut yang namanya tidak mau dikorankan, “ Bos Illegal Loging tersebut, menjalankan usahanya itu tampa dilengkapi dengan dokumen apapun dari Dinas kehutanan “ mereka hanya memiliki gudang menampung, masalah kayu itu ada yang mengantar, dan masalah somel itu sudah menjadi rahasia umum.

Prosedur penebangan kayu diwilayah hutan Barelang dan hutan yang masuk dalam zona hutan lindung harus mengunakan shinsaw yang sudah tregistrasi pihak kehutanan. Ujar salah satu karyawan.

Beberapa kali awak media ini datang ke Polsek Sagulung hendak melaukukan konfirmasi ke Ka.polsek, tentang menjamurnya Gudang Somel yang tak jauh dari Kantor Polsek Sagulung. Tetapi awak media ini tak pernah ketemu dengan Kapolsek, juga dengan Kanit Reskrim, Awak media ini menghubungi Kapolsek Sagulung melalui ponsel selulernya, tetapi Kapolsek menjawab awak media ini.

Silahkan tanyakan ke Kanit Reskrim. Dengan membungkamya Kapolsek Sagulung menjadi timbul pertanyaan, ada hubungan apa Polsek Sagulung dengan Bos Illegal Loging yang ada didaerah Sagulung. Diduga Kapolsek Sagulung menerima upeti dari Big Bos Illegal Loging yang ada didaerah Sagulung.

Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono, SH mangatakan saat dikomfirmasi melalui pesan singkat, Polri siap menerima laporan dari masyarakat bila mengetahui adanya kegiatan pembalakan liar dikepri. Kami akan menangkap langsung para pemain kayu yang illegal yang tidak memakai dokumen resmi, karena sudah jelas-jelas melanggar Undang-Undang RI No.41 Tahun 1999 tentang kehutanan.

Kalau ada anggota kepolisian yang terlibat bermain atau membekingi para penyeludup kayu illegal, pasti kami tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,jelasnya.(Swandro.NGL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here