Polisi Telusuri Sejumlah Dokumen Penerima Ijazah Palsu University Of Sumatera

0
533

ijazahMEDAN,Zonadinamika.com. Terkait kasus pemalsuan ijazah dengan modus perkuliahan fiktiv melibatkan tersangka Marsaid Yushar,63, sebagai Rektor University Of Sumatera, pihak kepolisian masih menelusuri sejumlah dokumen menyangkut penerima ijazah dari tersangka.

Sementara itu pihak Kopertis yang dijadikan sebagai saksi ahli dalam kasus tersebut di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) keterangannya oleh Polisi, Jumat (29/5/2015).

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono melalui Kanit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) Polresta Medan, AKP Bayu Putera Samara yang dikonfirmasi sejumlah wartawan, menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami keterangan tersangka berkaitan para penerima ijazah yang sempat menggunakan jasa tersangka. Keterangan tersebut juga masih berupaya didalami melalui sejumlah dokumen penerima ijazah yang diamankan pihak kepolisian.

“Masih pengembangan, semalam kita sudah ke TKP kampusnya dan sekarang tersangka masih terus dimintai keterangannya tentang para penerima yang sempat menggunakan jasanya. Keterangan tersangka itu yang masih kita dalami dengan kaitan sejumlah dokumen penerima ijazah palsu yang kita amankan. Semuanya masih dalam proses, pihak Kopertis juga tadi sudah di BAP sebagai saksi ahli,” jelas AKP Bayu.

Selain itu AKP Bayu juga menambahkan bahwa meskipun penggunaan ijazah palsu tersebut juga diduga digunakan sejumlah pegawai maupun pejabat, namun hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan kebenarannya karena belum mendapatkan bukti otentik berkaitan dokumen penerima ijazah palsu yang sedang didalami.

“Kalau dugaan memang pasti ada, apalagi sudah lama beroprasi bahkan pemohonnya dari luar Sumatera Utara juga ada. Tapi berkaitan dugaan itu kita belum bisa memastikannya karena belum ada bukti otentiknya, maka itu kita masih telusuri beberapa dokumen-dokumen yang diamankan berkaitan penerima ijazah palsu itu,” sebut AKP Bayu.

Sementara itu menurut penelusuran sejumlah wartawan di sekitar Jalan Mesjid taufik yang sempat menjadi tempat tinggal tersangka, Marsaid Yushar yang dikenal dengan sebutan Pak Yus tersebut ternyata dikenal sebagai orang yang berpendidikan oleh warga sekitar. Beberapa warga bahkan tak menduga bahwa latar belakang berpendidikan tinggi yang disandang tersangka itu ternyata diduga akal-akalan untuk menjalankan bisnis penipuannya menjual ijazah palsu.

“Pak Yus memang tinggal disini tapi udah lama kali dia (tersangka) pindah. Warga taunya dia (tersangka) pendidikannya tinggi. Tapi kalau rupanya jadi tersangka kasus kayak gitu jangan-jangan pendidikan tingginya itu modus ajalah berarti supaya korbannya yakin,” ujar Boy Iskandar (28) warga sekitar lokasi.

Tak jauh berbeda seperti yang disampaikan Kepala Lingkungan VII, Kelurahan Tegalrejo Kecamatan Medan Perjuangan, Ilham yang merupakan kepala lingkungan setempat dimana tersangka bermukim. Menurut Ilham, tersangka memang dikenal baik dan menjaga wibawahnya karena latar belakang pendidikan tinggi, namun tersangka sudah pindah dari lingkungannya itu sejak 10 tahun lalu.

“Pak Yus sudah tidak tinggal disini lagi, sudah lama pindahnya ada 10 tahun yang lalu, orangnya baik di masyarakat. Wibawahnya juga dijaga karena mungkin pendidikannya tinggi itu, kalau soal kasus yang terakhir ini nimpa dia (tersangka) kita nggak tau,” jelas Ilham.

Namun menurut salah seorang kerabat tersangka, Thamrin Ritonga (42) warga Jalan Mapilindo Medan Timur yang merupakan abang ipar tersangka, menuturkan kepada sejumlah wartawan bahwa pihak keluarga mengaku kesal dengan tindak-tanduk tersangka yang dahulu juga sempat terjerat kasus serupa. Menurut Thamrin, tersangka bahkan rela meninggalkan istrinya karena tak senang saat diminta untuk meninggalkan bisnis haramnya tersebut.

“Memang di masyarakat disegani, sikapnya baik, pendidikanya, tapi kalau di keluarga, hmm, saya aja geram. Aku abang iparnya, dulu pun dia (tersangka) pernah kena kasus serupa tapi nggak terima kalau dinasihati keluerganya. Sampai istrinya ditinggalkannya karena milih bisnis haram itu. Cemana nggak, keluarganya pun ditipunya,” ketus Thamrin, mantan abang ipar tersangka.(Rp82)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here