Mengaku Kasat Reskim Polres Karawang Kirim SMS Ancaman Pada Wartawan Zonadinamika.com

0
1236

IMG_20150704_181021KARWANG,Zonadinamika.com. Mencoba lakukan gertakan, diduga oknum pengelola home industri penyulingan limbah cat bekas untuk pembuatan thinner, dengan merasa gagahnya melayangkan pesan singkat dengan membawa-bawah oknum kepolisian. Pesan singkat tersebut, ditenggarai kuat akibat munculnya berita media ini terkait sorotan akan usahanya yang diduga tidak memiliki izin resmi tersebut.

“Hormat kami dari polres Karawang waka polres,kanit reskrim akan menangkap sms yang mencemari nama baik, malam ini akan membawa barang bukti untuk menangkap pelaku, hormat kami kasat reskrim” pengirim sms dengan no 0896 3050 3344 dan mengaku sebagai Kasat Reskrim Polres Karawang bernama Rudisetiawan,SH. SMS tersebut dikirim tepat pada sabtu pukul 20.24 wib.

SMS tersebut, diduga sebagai jawaban pesan singkat redaksi zonadinamika.com saat hendak meminta konfirmasi.

Redaksi Zonadinamika.com langsung melakukan penelusuran ke sejumlah petugas di Polres Karawang, terkait adanya sms yang mengaku kasat reskrim tersebut, Berlin Sihombing salah seorang buser/intel reskrim Polres Karawang, langsung menanggapi sms tersebut, dan mengatakan bahwa tidak ada petugas reskrim apalagi Kasat Reskrim di polres Karawang yang bernama Rudisetiawan,SH.

Sama halnya ditegaskan oleh AKP H. Simangunsong,SH kanit Reskrim Polsek Kota Karawang, yang juga sebagai dewan pembina Zonadinamika.com, mengatakan tidak ada yang bernama Rudisetyawan,SH di bagian reskrim karawang, apalagi sebagai kasat.

Dan mengatakan sms tersebut adalah sms ancaman dan layak di usut tuntas untuk di proses secara hukum, karena pengirim sms membawa-bawa nama Kasat Reskrim Karawang. Ketika dicoba menghubungi no pengirim ancaman tersebut langung tidak aktif, sama hal Toni yang disebut-sebut pemilik pangkalan berulang kali di hubungi diangkat.

Untuk di ketahui, munculnya sms tersebut terkait adanya home industri produksi thinner hasil dari limbah cat. Memang Bisnis thiner ini cukup menjanjikan, itu sebabnya Sebuah pabrik thinner bebas beroperasi hingga bertahun-tahun di wilayah Karang Sinom Cikampek. Penyulingan thinner yang berasal dari limba B3 ini, ditenggarai kuat tidak memiliki izin resmi dari pemerintah daerah dan pusat.

Peraturan menteri negara lingkungan hidup Nomor 30 tahun 2009 Tentang Tata laksana perizinan dan pengawasan pengelolaan limbah Bahan berbahaya dan beracun serta pengawasan pemulihan Akibat pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun oleh Pemerintah daerah.

 

Pada Pasal 2 menegaskan, Ruang lingkup yang diatur dalam Peraturan Menteri ini meliputi: ,perizinan yang meliputi: izin penyimpanan sementara limbah B3; dan , izin pengumpulan limbah B3 skala provinsi dan kabupaten/kota; , rekomendasi izin pengumpulan limbah B3 skala nasional; , pengawasan pengelolaan limbah B3; , pengawasan pemulihan akibat pencemaran limbah B3; dan pembinaan.

Dan setiap pengusaha wajib mengantongi rekomendasi izin pengumpulan limbah B3 skala nasional Sebagaiman di tegaskan pada Pasal 18 Setiap badan usaha yang melakukan pengumpulan limbah B3 skala nasional wajib memiliki izin dari Menteri setelah mendapat rekomendasi izin pengumpulan dari gubernur.

Lokasi home industri yang berlokasi di tengah-tengah sawah ini, sudah sering berpindah tempat dan memakan korban akibat ledakan yang terjadi saat produksi thinner.

Ketua RT yang bertempat tinggal percis di depan lokasi home industri tersebut, mengatakan, home industri tersebut bisa menghasilkan thinner hingga 10 drum setiap hari,seraya mengatakan, tinner tersebut di kirim ke daerah Tangerang Banten.

“Warga di sini sudah tidak ada yang berani kerja di home industri ini, selain upah sangat kecil, juga takut terhadap kejadian-kejadian terdahulu, karena setahu saya sudah tiga kali meledak dan makan korban jiwa, makanya lokasinyapun sering berpindah tempat” terang ketua RT setempat pada zonadinamika.com saat berbincang-bincang di depan rumahnya.

Usaha Home industri dengan memakai CV.Gunsson Gemilang Prima Indonesia, oknum Polisi baik dari Pospol, Polsek dan Polres juga sering datang karena mereka ada jatah, oknum wartawan pun disini dapat jatah, makanya aman, tambah ketua RT yang tinggal percis depan lokasi home industri tersebut, seraya memberikan satu botol aqua berisi thinner dari hasil produksi home industri tersebut. (budi)

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here