Hendrik Big Bos Illegal Loging Tantang Wartawan Duel

0
618

illegal-logging1BATAM.Zonadinamika.com.Sesuai hasil investigasi Zona Dinamika pada hari rabu sekitar jam 16:oo tanggal 20 Mei 2015 digudang CV Cahaya Perkasa yang mengaku milik Hendrik Arahap, yang sudah diberitakan media ini sebelumnya, tentang aroganya Hendrik Arahap Big Bos Illegal Loging CV Cahaya Perkasa yang merasa hebat dan kuat dan tak tersentuh oleh hukum.

Hendrik Arahap Big Bos CV. Cahaya Perkasa mengintimidasi  awak media ini digudangnya yang bergerak Illegal Loging, awalnya seorang anak buah pengusaha Illegal Loging menyodorkan amplop kepada awak media ini, tetapi wak media ini jelas menolak amplop tersebut, dan berkata bosnya dimana? Kita datang ke gudang ini bukan untuk amplop ini, tetapi mau ketemu Bosnya.

Beberapa menit kemudian Bos Illegal Loging tersebut datang mengendarai sepeda motor metik dengan keadaan emosi, dan langsung menendang meja tempat awak media ini duduk dan berkata, “mana wartawanya yang sokjago itu? Sudah dikasih amplop komenolak, apa kurang banyak, Kalau sudah jago ayo kita main biar kuhabisi kamu, saya sudah disini, maumu apa ? kamu tidak berhak menanyakan asal usul kayu saya darimana , apakamu ada surat perintah dari polisi menayakan izin  apa yang saya kantongi ? polisi saja tidak pernah datang kegudang ini menayakan asal usul kayu saya, dan izin apa yang saya kantongi,

Tanya saja Dinas Kehutanan izin yang saya miliki dan asal usul kayu saya, kalau gudang ini illegal pasti saya sudah di tangkap polisi dan tumpukan-tumpukan kayu ini tidak akan ada di sinilagi” Ujar Arahap merasa tak bersalah.

Awak media ini juga menemukan di pelabuhan rakyat Tanjung Riau, satu kapal kayu mengangkut kayu olahan, menurut pengakuan kuli yang membongkar kayu dari kapal kepada awak media ini, asal kayu dari Selat Panjang mau kesagulung kegudang PT. Limas. awak media ini langsung ke PT Limas komfirmasi, Humas PT. Limas  berinisial HDR dengan nada emosi berkata ke awak media ini, “ mengapa kelian datang rame rame seperti ini, kaliankan sudah tau dari pelabuhan, bahwa kayu ini milik PT. Limas, ngapain lagi kalian datang, kitakan sudah berteman sama media, jadi saya kecewa ngapain juga kalian bawa   orang KP2 kekantor ini? Disini sudah ada orang KP2.

HDR menambahkan, kita lengkap dokumenya sambil menunjukkan FAKO yang berisikan muatan kayu meranti 246 batang, kayu campuran 179 batang, dan dipelabuhan sudah ada petugas KP2 yang mengambil dokumenya  yang berinisial KRM. Ujar HDR. Padahal dokumen yang ditunjukkan oleh HDR tidak sesuai dengan isi kapal yang mengangkut, dan biasa dikatakan dengan dokumen untuk satu kubit dibawa sepuluh kubit.

Doran Arahap. Kepala Seksi kehutanan dengan tegas menjelaskan kepada awak media ini pada saat dikomfirmasi diruang kerjanya, “ Dinas Kehutanan tidak pernah memberikan surat rekomendasi atau memberikan izin apapun kepada CV. Cahaya Perkasa milik Hendrik Arahap.

Kalau Hendrik mengatakan seperti itu, Hendrik berbohong, laporkan saja kepolisi biar dia ditangkap dan gudangya dipolice laine. Dinas Kehutanan ada memberikan enam PT surat rekomendasi  untuk pengurusan izin pengolahan kayu bulat tapi saya lupa namanya.

Harus buka arsip dulu, yang mengeluarkan izin Mentri Kehutanan, yang sudah ditanda tangani Pemko Batam dan Gubernur Kepri. Kalau kayu alahan kalian Tanya saja Faktor Angkutan Kayu Olahan (FAKO) dan Surat Keterangan Angkutan asal Usulkayu (SKAU)”.

Dan Emri Kabid kehutanan mengatakan pada saat dikomfirmasi diruang yang berbeda, kalau Hendrik Arahap mengatakan seperti itu sudah keterlaluan, saya sendiri tidak kenal dengan Hendrik Arahap, tapi dia berani jual jual intansi, saya akan panggil dulu dan bertanya kepada Kasi Penindakan, kita akan sidak gudangnya secepatnya. Ujar Emri

IPDA Aprizal Kanit Reskrim Polsek Sagulung kepada awak media ini dengan nada dingin, kalau ada gudang Somel didaerah Sagulung ini tanpa lengkap izin, naikkan beritanya biar kita tindak dengan tegas, saya jadi Kanit disini baru tiga bulan, jadi saya belum mengetahui semua permainan illegal yang ada di Sagulung ini, dan Kapolsek juga dengan tegas memerintahkan saya, “jangan dulu mengutip dari pengusaha yang tak jelas, hususnya dari 303 jenis sie jie/togel dan somel, itu harus dikerjain dulu, ujar Kanit.

Dengan maraknya penebangan Hutan yang dilakukan oknum yang tak bertanggung jawab demi memikirkan kepentingan sendiri, mereka melakukan apa saja termasuk menjual nama intansi yang terkait demi memuluskan jalan bisnis haramnya, sudah sepantasnya intansi terkait menindak pengusaha illegal dan Polisi Kepri sudah saatnya menindak pengusaha yang illegal yang merugikan Negara. ( NGL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here