Polantas Tidak Propesional, Masyarakat Batam Banyak Kehilangan Pekerjaan

0
1118

Jajaran-Lantas-Polresta-Barelang-okBATAM Zonadinamika.com. Kejahatan jalanan seperti pencurian hingga begal  motor membuat aparat kepolisian semakin aktif menggelar razia secara menyeluruh.

Dilansir dari laman  Divisi Humas Mabes Polri, senin (6/4), pemeriksaan kendaraan bermotor atau razia diatur dalam PP No 42 Tahun 1993 tentang pemeriksaan Kendaraan  Bermotor di jalan. Pemeriksaan yang dimaksud adalah pemeriksaan terhadap pengemudi dan kendaraan bermotor menggenai pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan serta pemenuhan kelengkapan persyaratan administrative.

Aparat yang diberikan kewenangan untuk melakukan pemeriksaan tersebut adalah kepolisian dan Pegawai Negri Sipil yang memiliki kualifikasi tertentu dibidang lalu lintas dan angkutan jalan. Dalam razia tersebut, mereka diwajibkan untuk melengkapinya dengan surat penugasan yang dikeluarkan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ( KAPOLRI)

Surat ini memuat beberapa aspek dalam sebuah razia, yakni alasan dan jenis , waktu, tempatrazia, penanggung jawab, daftar petugas, dan daftar pejabat penyidik yang ditugaskan. Para petugas yang ikut serta dalam razia diwajibkan menggunakan seragam dan atribut yang jelas. Seperti tanda tanda khusus sebagai petugas pemeriksa dan perlengkapan pemeriksaan. Khusus polisi , petugas harus menggunakan seragam dan atribut yang ditetapkan.

Kemudian, sebagaimana yang tercantum dalam pasal 15 ayat 1 sampai 3 disebutkan bahwa pada tempat pemeriksaan kendaraan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor. Tanda dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan.

Khusus pemeriksaan yang  dilakukan pada malam hari, selain harus dilengkapi tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan, petuga juga diwajibkan untuk memasang lampu isyarat bercahaya kuning terang.

Sesuai investigasi awak media dilapangan, Polantas Polres Barelang sering melakukan razia diwilayah Batam seperti didepan Polres Barelang, Mata Kucing, Batu Ampar, soklin, Batu Aji dll. Razia tersebut langsung dipimpin AKP Ida Wakasad Lantas Polres Barelang, dan pada saat menggelar razia, AKP Ida Wakasad Lantas tidak menggunakan plang tanda adanya razia.

Pada saat razia berjalan, pengguna kenderaan roda dua banyak yang terjaring dengan pasal yang berbeda beda, seperti pengendara tidak dapat menunjukkan SIM, tidak menggunakan helem, tidak mempunyai kaca sipion, dan tidak dapat menunjukkan STNK, Dll. Polisi menahan kendaran motor yang bermasalah tersebut, dan membawa kenderaan kepolresta Barelang sampai 3-4 lory. Yang menjadi pertanyaanya, esok harinya kenderaan yang terjaring sebanyak 3 sampai 4 lory terebut sudah tidak ada dipolres lagi.

Menurut pengakuan yang terjaring razia kepada awak media ini yang bernama Sanov tidak memiliki SIM, dan motor ditahan, polantasnya minta tebusan Rp 400 000, dan sanov menambahkan, pernah ditangkap polisi di Pos Kepri Mall, juga kasus yang yang sama tidak ada SIM, polisi tersebut minta tebusan Rp 250 000. Demikian juga penjelasan Pakpahan, pada saat razia tidak ada SIM, motor FU warnah merah putih ditahan, dan polisi minta tebusan Rp 400 000, dan masih banyak yang mengeluh penguna roda dua pada saat razia tidak ada SIM motor ditahan polisi, mengakibatkan tidak dapat melanjutkan perjalanan mau berangkat kerja.

Awak media ini menemui AKP Ida Wakasad Lantas Polres Barelang, di lokasi razia disoklink , dan kendaraan roda dua yang terjaring pada saat razia sudah siap dimasukkan kedalam lory mau membawa Kepolresata Barelang, awak media ini komfirmasi ke Wakasad Lantas AKP Ida, tentang UU berapa dan pasal berapa kalau tidak ada SIM motor ditahan.

Tidak membawa SIM pelanggaran pasal 288 ayat (2) jo, pasal 106 ayat (5)b, pelanggaran pasal 281 jo pasal 77 ayat (1) UULLAJ No 22/2009 dan ada pasal 60 bahwa polisi berhak menahan dan menahan kendaraan. Jadi kalau tidak mempunyai SIM berarti tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor. Ujar AKP Ida Wakasad Lantas Polres Barelang.

Kompol Agus Kasat Lantas Polres Barelang diruangan kerjanyanya membenarkan penjelasan Wakasad Lantas AKP Ida, Tidak ada aturan yang mengharuskan razia di dua jalur, dan uang denda itu disetor kekas Negara. Dan Kompol Agus menambahkan, apa bila ada anak buah saya minta dame ditempat, tunjukkan orangnya, saya akan gamparin orangnya didepan anda. Saya hanya minta kepada masyarakat, apa bila ditangkap anak buah saya dijalan, jangan berusaha menyogok anak buah saya, biar saja ditilang, lalu ikuti persidanganya.

pada saat awak media ini mendesak Kompol Agus agar menunjukkan UU No berapa pasal berapa kalau tidak ada SIM motor ditahan, Kompol Agus berdalih banyak UU dan pasal pasalnya, jadi tidak hapal pasal perpasal, tapi itu ada UU nya, buka aja di KUHP. Dan Kompol Agus menjelaskan, memang kalau razia harus ada plang tanda razia, nanti akan saya panggil Wakasad dan mengingatkan apa bila razia membuat tanda tanda razia.

Masyarakat Batam menilai dengan penjelasan AKP Ida Wakasad Lantas dan Kompol Agus Kasad Lantas Polres Barelang, bekerja tidak propesional, dengan penjelasan Wakasad Lantas, apa bila tidak dapat menunjukkan SIM pasal 288 ayat (2) jo paal 106 ayat (5) hrf b denda Rp 250 000 dan pasal 281 jo pasal 77 ayat (1) mengemudikan kendaraan bermotor dijalan, tidak memiliki SIM denda 1 000 000. Tetapi AKP Ida Wakasad Lantas dan Kompol Agus Kasad Lantas tidak dapat menunjukkan pasal berapa dan nomor berapa kalau tidak ada SIM motor ditahan.

Masyarakat Batam berharap Dir Lantas Polda Kepri dan Mabes Polri mengcroscek keluhan masyarakat Batam, yang banyak kehilangan pekerjaan akibat ulah Polentas Polres Barelang. (TIM )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here