Tiap Tahun Pungli Disdik Kota Batam, DPRD,Penegak Hukum Jadi Penonton

0
1619
EXIF_IMG
Plang Proyek

 

BATAM-Zonadinamika.com. Dunia pendidikan terus tercoreng oleh oknum-oknum pendidik, demi kepentingan pribadi dan kelompok. BOS maupun dana Dak sebagai dana perangsang di dunia pendidikan dengan harapan dapat  mengurangi pungli khususnya di tingkat sekolah Negeri.

Namun pihak sekolah secara terang-terangan masih melakukan pungutan uang dengan alasan pembelian perlengkapan seragam sekolah bahkan, LKS. Sementara untuk  pendaftaran murid baru secara PPDB online dan bina lingkungan maupun surat miskin banyak menuding Dinas pendidkan kota Batam kurang transparan.

Dalam investigasi media ini di beberapa sekolah di antaranya SMP Negeri 9 Batam (SSI) di daerah Sagulung sesuai dengan hasil seleksi PPDB online di papan pengumuman hanya menerima 252 siswa,tetapi di peroleh informasi akan meperoleh  penambahan siswa mencapai 350 siswa,lalu apakah ini yang di namakan penerimaan jalur pintu belakang dan berapa pula biaya yang di bebankan kepada masing-masing murid.

SMP Negeri 21 Kavling baru Sei Langkai Sagulung di tuding menampung siswa tidak sesuai  quota yang tertera dari hasil PPDB online. Bahkan para panitia sekolah melakukan pungutan kepada wali murid secara terang-terangan menggunakan kwitansi dengan perincian sebagai berikut : pembelian baju seragam dan perlengkapan sekolah Rp.915.000,.

Pembelian buku LKS Rp.160.000 di Sekolah SMP Negeri 21 yang sedang berjalan tahap pembangunan. Sementara di SMP Negeri 41 Lubuk Baja kelurahan Batu Silicin pada hari kamis tanggal 2 juli 2015 sempat terjadi ketegangan antara orang tua murid dengan pihak sekolah memprotes adanya penambahan siswa tidak sesuai dengan PLANG PROYEK SEKOLAH SDquota di papan pengumuman hasil online.

Salah satu orang tua murid berinisial TM,bertanya mempertanyakan Sekolah ini katanya hanya mempunyai daya tampung  128 siswa ,kenapa hari ini masih banyak yang mendaftar dengan tudingan  adanya titipan para pejabat Pemko Batam , anggota DPRD maupun komite sekolah.

Apakah sekolah negeri hanya di peruntukkan bagi anak-anak orang pintar ,anak orang kaya ,keluarga pejabat di Pemko Batam serta keluarga DPRD.Kami ini rakyat miskin yang  tinggal di ruli Baloi kolam ,coba kalian melihat orang tua itu menangis karena ketidak mampuan menyekolahkan anaknya di swasta tegasnya dengan nada Tanya.

Berharap pihak sekolah di transparan terkait pungutan yang di bebankan kepada anak masuk jalur pintu belakang atau di luar seleksi PPDB online.”Tolong kami meminta kepada Dinas pendidikan kota Batam jangan ada pembohongan pengosongan ruangan untuk jatah orang-orang berdasi.

Tidak hanya di tingkat SMP dan SMK,Pungutan liar kian lancar,tetapi di tingkat SD sederajat kota Batam sudah kian menjamur.Salah satu SD negeri 10 Batam kota saat di kunjungi media ini sedang tahap melakukan pembangunan panggung sekolah.

Saat media ini konfirmasi kepada pemborongnya sdr.Swandi mengatakan “Maaf pak proyek ini dari kepala sekolah dengan nilai borongan Rp.50.000.000,-saya tidak mengetahui apakah ini proyek pemerintah pusat atau pemko Batam ,silahkan saja di tanyakan kepala sekolahnya.

Saat media ini mengkonfirmasi ibu Murni wakil kepala sekolah SMP Negeri 10 melalui ponsel selulernya mengatakan proyek tersebut dari hasil penerimaan murid baru.Saya tidak mengetahui berapa nilai uang yang terkumpul dari orang tua siswa,silahkan di tanyakan langsung kepala sekolahnya,tuturnya.

Sementara Kepala sekolah SMAN 4 Tiban Kampung Dra Tapi Winanti menjelaskan dari kutipan Haluan Kepri pada tanggal 2 july 2013, Tapi  menegaskan, bahwa pada PPDB di sekolahnya tidak memungut biaya apapun termasuk dana pembangunan. Karena kata dia untuk pembangunan ini telah dijamin sepenuhnya oleh peSMAN 4 BATAM 3merintah. “Biar pemerintah yang membangun lokal dan sarana lainnya, kewajiban siswa hanya membayar uang komite saja perbulan dan baju seragam Rp180 ribu, baju olahraga Rp160 ribu, dan baju melayu Rp200 ribu,”

Sesuai hasil investigasi awak media ini dilapangan,SMAN 4 Tiban Kampung  pada saat penerimaan siswa baru, pihak sekolah dengan terang terangan melakukan Pungli terhadap orang tua murid, dengan perincian Uang pembangunan Rp 1.500.000, uang komite Rp 200.000 / bulan, langsung bayar 2 bulan, baju 5 stel (Putih Abu-Abu, Pramuka, Batik, Olah Raga, dan pakaian Melayu) Rp1.350.000. Menurut penjelasan nara sumber yang dapat dipercaya, siswa baru yang mendaftar diluar online dikenakan pungutan Rp 3000,000 sampai 5000 000.

Beberapa orang guru SMAN 4 mengeluh kepada awak media ini yang namanya tidak mau dipublikasikan, “Bu Tapi ini sikapnya dan cara bicaranya kebangatan, kadang kita sendiri guru diomeli sesuka hatinya didepan murid, kalau ngomong sesukanya sendiri, dan guru lainya menambahkahkan, Kepsek ini tidak transparan dengan uang, dan pada saat upecara kemarin, Kepsek pidato, “selamat datang buat murit baru, sekolah kita ini lagi ada pembangunan penambahan 2 kelas, dan trimakasih untuk donator kita yaitu orang tua murud, ujar salah seorang guru dengan rasa kecewa dengan sikap kepala sekolahnya sendiri.

Dengan sikap Yahya saaf dikomfirmasi melalui pesan singkat tidak pernah dibalas, demikian juga Kabid Program, sangat sulit untuk menemukan dikantor.  (NGL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here