TNI AL Akan Musnahkan Kapal Ilegal 18 Agustus

0
475

JAKARTA,Zonadinamika.com. Setelah Mei lalu sukses melaksanakan pemusnahan terhadap 35 Kapal Ikan Asing (KIA) dengan cara penenggelaman secara bersamaan di lima tempat, TNI Angkatan Laut (AL) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada Selasa (18/8) pukul 10.00 WIB kembali akan melaksanakan pemusnahan 12 kapal ikan asing yang tertangkap tangan saat mencuri ikan di perairan Indonesia.

KIA yang akan dimusnahkan secara serentak tersebut masing-masing KM Sudita 11, KM Camar Laut 01, KM Thindo Mina 6, KM Laut Natuna 15, L/B Stonino 804, L/B Luke VII, L/B Rafii, TW 3550/6/F, KG 92826 TS, dan KG 93167 TS. Kemudian ada KG 9334 BTS (KM Sinar Petromax 474), dan KG 1543 BTS (KM Sinar Petromax 471).

“Kedua belas KIA tersebut merupakan tangkapan unsur KRI TNI Angkatan Laut,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama (P) M Zainuddin di Jakarta, Sabtu (15/8).

Ia menjelaskan pada tanggal dan jam yang sama akan dilaksanakan pula pemusnahan terhadap puluan kapal ikan asing hasil tangkapan PSDKP Kementrian Kelautan dan Perikanan. Ada sekitar 70 KIA yang dimusnahkan secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia. Hal itu merupakan keputusan yang telah mendapat penetapan dari Pengadilan negeri setempat.

“Dari kedua belas kapal ikan asing tersebut yang berbendera Thailand 4 kapal, berbendera Philipina 3 kapal, berbendera Malaysia 1 kapal, berbendera Vietnam 4 kapal,” tutur Zainuddin.

Mengenai lokasi tempat pemusnahan, dia menjelaskan untuk wilayah Lanal Tarempa sebanyak 3 kapal, wilayah Lanal Ranai 5 kapal dan wilayah Lanal Tarakan 4 kapal. Adapaun rincian kedua belas kapal tersebut adala:

1. KM Sudita 11 adalah KIA berbendera Thailand. Berat Kotor 100 GT. Jumlah crew/ABK 12 orang (7 orang warga negara Thailand dan 5 orang WNI. Muatan 3 ton ikan campur. Dokumen nihil sama sekali.

2. KM Camar Laut 01 berbendera Thailand dengan berat kotor 112 GT. Kapal ini diawaki oleh 13 orang. Seluruhnya merupakan warga negara Thailand. Muatannya berupa ikan campur. Tak ada satu pun dokumen yang resmi yang dibawanya.

3. KM Thindo Mina 6 adalah KIA berbendera Thailand. Berat Kotor kapal ini 103 GT. Personel pengawaknya berjumlah 13 orang. Seluruhnya warga negara Thailand. Muatannya berupa 700 kg ikan campur. Kapal tidak dilengkapi dengan dokumen sah,

4. KM Laut Natuna 15 berbendera Thailand. Berat kotor 105 GT. Jumlah crew/ABK 17 orang. Seluruhnya warga negara Thailand. Kapal bermuatan 350 kg ikan campur. Tanpa dilengkapi dokumen sah. Berat kotor 16 GT.

5. L/B Stonino 804 berbendera Philipina. Berat kotor 20 GT. Jumlah crew/ABK 4 orang. Seluruhnya warga negara Philipina. Muatan nihil. Dokumen nihil.

6. L/B Luke VII berbendera Philipina. Berat kotor 16 GT. Jumlah crew/ABK 2 orang. Muatan nihil. Dokumen nihil.

7. L/B Rafii berbendera Philipina. Berat kotor 40 GT. Jumlah crew/ABK 2 orang warga negara Philipina. Muatan nihil. Dokumen nihil.

8. TW 3550/6/F berbendera Malaysia. Berat kotor 40 GT. Jumlah crew/ABK 2 orang WNI. Muatan ikan campuran 10 ton . Dokumen nihil.

9. KG 92826 TS berbendera Vietnam. Berat kotor tidak tercatat. Jumlah crew/ABK 5 orang Vietnam. Muatan nihil . Dokumen nihil.

10. KG 93167 PF berbendera Vietnam . Berat kotor tidak tercatat. Jumlah crew/ABK 22 orang warga negara Vietnam. Muatan ikan campuran 900 kg. Dokumen nihil.

11. TW 9334 BTS (KM Sinar Petromax 474) berbendera Vietnam. Berat kotor 133 GT. Jumlah crew/ABK 14 orang warga negara Vietnam. Muatan ikan campuran 500 kg . Dokumen nihil.

12. KG 1543 BTS (KM Sinar Petromax 471) berbendera Vietnam. Berat kotor 52 GT. Jumlah crew/ABK 6 orang warga negara Vietnam. Muatan ikan campuran 250 kg . Dokumen nihil.

“Pemusnahan ini dalam rangka menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo untuk menenggelamkan kapal asing pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia. TNI AL akan terus merealisasikan perintah tersebut dalam bentuk menggelar operasi laut dan tindakan tegas kepada kapal-kapal illegal fishing berupa penembakan/penenggelaman,” ujarnya.

Dia menambahkan TNI AL juga tidak segan-segan menenggelamkan kapal-kapal asing yang melanggar ketentuan hukum di wilayah perairan Indonesia. TNI AL berkomitmen bahwa tidak ada kompromi dengan pelanggaran hukum.

Bagi TNI AL perintah tembak dan tenggelamkan untuk kapal-kapal ikan asing yang beroperasi secara ilegal di perairan yurisdiksi nasional, tidak semata-mata demi menyelamatkan kekayaan negara dan bukan juga pelanggaran pidana saja, akan tetapi sudah merupakan pelanggaran dan pelecehan terhadap kedaulatan negara.

sumber:B1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here