Hotel Planet I,II,III Kian Bertumbuh Pesat ,di Duga Lokasi Perputaran Transaksi Barang Haram

0
1576

BATAM- Zonadinamika.Com-Provinsi Kepulauan Riau khususnya kota Batam telah di catut salah satu kota pertumbuhan peredaran narkotika nomor 2 terbesar se-Indonesia.
Namun Pemko Batam dan jajaran penegak hukum terkesan memberikan izin hiburan malam tanpa adanya control maupun pengawasan perda pariwisata atas izin yang di terbitkan.

Sampai saat ini meski provinsi Kepri sudah di catut nomor 2 peredaran narkotika terbesar setelah kotaJakarta.Pemko Batam dan jajaran penegak hukum di propinsi Kepri terlihat dingin untuk menanggapinya seperti “lepas kendali dari tuannya “Beroperasinya hiburan malam di kotaBatam salah satunya “Discotik Hotel Planet Holiday yang terletak di Jln Raja Ali Haji Sei Jodoh, Planet 2 Newton Nagoya, Planet 3 Nagoya”.

Yang di duga tempat sarang peredaran narkotika minimnya pengawasan dari Pemko Batam maupun pihak Polda Kepri dan BNN Kepri .Pelanggaran hukum atas izin beroperasinya hiburan malam seakan-akan terjadi pembiaran tanpa ada control dari pemerintah Kota Batam maupun dari penegak hukum atas izin yang dikeluarkan beroperasinya tempat hiburan malam bahkan di duga sampai makan korban jiwa di hotel tersebut.

Manurut informasi yang di himpun awak media ini, wanita muda bernama Indriani (28) ditemukan tewas diruang VIP KTV lantai 4 Hotel Holiday Batam Sabtu pagi( 4/10/2014, sekitar pukul 09.00 WIB. Wanita malang yang diketahui merupakan warga Bengkong Mahkota ditemukan tewas oleh pihak Hotel dalam posisi terlentang di sofa warna hitam. Diduga tewas akibat overdosis sehabis mengkonsumsi Narkotika jenis ekstasi.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Didik Efrianto ketika dikonfirmasi mengatakan Indriyani diduga tewas karena overdoses obat-obatan jenis amfetamin. Namun demikian ia belum bisa memastikan penyebab kematian korban.Hal yang sama dialami seorang security PT.Panasonic Batamcentre, bernama Rico Yuliandri (36) beberapa bulan yang lalu di duga tewas akibat overdosis di diskotik Planet minggu (01/03/2015) sekitar 05.00 WIB.

Rico sempat dilarikan kerumah Sakit budi Kemuliaan (RSBK)Batam Seraya, namun nyawanya tak tertolong dan tewas. Di duga Rico telah meninggaldalam perjalanan menuju RSBK.Rico over dosis di diskotek Planet Holiday, setelah dari diskotekSpinx.Tutur Ica (21)tetangga kos korban.

BNN di kota Batam di daerah Nongsa berdekatan dengan kantor Polda Kepri sempat mengundang perhatian para pengusaha hiburan malam membuat mereka wanti-wanti.
Sejumlah elemen masyarakat beranggapan, keberadaan kantor BNN di Batam tidak berpungsi dengan kurang maksimal dalam menjalankan visi dan misinya, Peredaran narkotika di tempat discotik maupun hiburan malam di setiap sudut kota Batam tidak terkontrol.

BNN yang diharapkan sebelumnya dapat mengenjot perederan narkoba paling tidak 50%.Tetapi harapan yang selama ini yang di harapkan masyarakat kota Batam malah berkehendak lain ,muncul beberapa bahasa di tengah-tengah masyarakat “ Bukanlah segampang membalikkan telapak tangan pasti butuh waktu dan upaya kerja keras ,komitmen dan kerjasama antara para Muspida kota Batam.Tinggal bagaimana cara untuk menyikapinya ,sejauh mana komitmen Pemko Batam ,BNN ,pihak kepolisian serta ,kejaksaan maupun instansilainnya sertamasyarakat kota Batam menyikapi hal ini secara bijaksana.

Rabu tanggal 6 Agustus 2015 awak media ini mencoba melakukan konfirmasi prihal fungsi BNN terkait pemberantasan peredaran narkotika ,serta program apa saja yang di lakukan.

Kabag Humas BNN pusat Slamet menjelaskan “Dari kebijakan nasional dari sisi BNN soal pemberantasan dan pencegahan terus di lakukan,kebijakan untuk melakukan “tes urin “secara random di tempat-tempat yang di duga menjadi tempat penyalahgunaan sampai saat ini terus berlangsung.Tugas pokok BNN menyangkut jaringan ,berbagi tugas dengan Polri.

Untuk kebijakan lokal di kotaBatam bisa di tanyakan langsung kepada kepala BNNP pak Beny dan aparat setempat.Yang jelas tempat penyalahgunaan yang masih harus menjadi bagian dari P4GN secara nasional,jelasnya.Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here