Kemenkes di Duga Lindungi PT.Nitra Dalam Pengedaran Alkes Tanpa Izin Edar

0
1265

JAKARTA, Zonadinamika.com. Sebagaimana diberitakan media ini, terkait peredaran alkes jenis VP. SHUNT FUJI SET yang di edarkan oleh PT.Nitra sebagai perusahaan distributor kefarmasian yang ditenggarai kuat tidak memiliki izin edar, mendapat tanggapan dari Drg. Arianti Anaya,MKM sebagai Direktur Bina Produksi dan Alat Kesehatan.

Melalui surat yang dibuat sebagai surat peringatan yang ditujukan kepada redaksi situs berita online zonadinamika.com dengan no ps.02.01/III/1217/um/2015 tertanggal 22 Juni 2015, pada poin 2 mengatakan, Produk alat kesehatan yang dimuat oleh zonadinamika.com pada tanggal 23 Mei 2015 dengan tajuk “PT. Nitra Diduga Edarkan Alkes Ilegal ke Sejumlah Rumah Sakit”, sudah mendapat izin edar dari Kementerian tanggal 13 Maret 2015.

Artinya, PT. Nitra baru berhak mengedarkan alkes jenis VP. SHUNT FUJI SET semenjak 13 Maret 2015, namun fakta dilapangan alkes tersebut sudah beredar sejak tahun 2012 dengan hanya memiliki IPAK untuk 13 prodak Alkes dan bukan izin edar.

Patut diduga, nekatnya pihak PT.Nitra mengedarkan alkes tanpa izin edar di duga ada oknum Kementerian Kesehatan Kefarmasian bermain di balik layar demi merauf keuntungan.
Berdasarkan data yang miliki redaksi zonadinamika.com, rumah sakit yang menampung alkes jenis VP. SHUNT FUJI SET tersebut di antaranya: RS FATMAWATI, RS PON, RS RSCM, RS PELNI, RS PERSABATAN dan sejumlah RS di Jawa Timur.

Sepesifikasi alat kesehatan VP. SHUNT FUJI SET, bentuk alat kesehatan tersebut kecil seperti jarum dan selang yang ditanamkan pada kepala manusia lewat operasi dengan bor medis,guna mengeluarkan kelebihan cairan pada kepala pasien,yang termasuk alat kesehatan golongan steril. diduga keras tidak memiliki ijin edar karena produk tersebut import dari jepang masuk ke indonesia tanpa perubahan ijin merk ataupun hak paten.

Bukan hanya itu saja dari kardus packing alat kesehatan tersebut semuannya menggunakan huruf Jepang dan tidak ada terjemahan, juga tanpa di sertai petunjuk cara pakai,sehingga para dokter tersebut bekerja dengan sistem otodidak yang terindikasi adanya malpraktek.jelas sumber yang notabene mantan karyawan PT.Nitra tersebut.

Karuan saja sejumlah dokter mulai teriak atas munculnya berita sorotan atas dugaan peredaran alkes yang diduga tanpa mengaontongi izin edar tersebut. “ Apa benar PT.Nitra tidak memiliki izin edar terhadap alkes yang kami beli,kalau itu benar, maka kami akan hancur semua, jadi tolong di perjelas dan kami minta copyan izin edarnya” pesan dokter Adin Nulkhasan,Sp.S. kepada sumber.

Dokter yang memangku jabatan sebagai PPK dalam pengadaan alkes di rumah sakit Pusat Otak Nasional (PON). Ini mengeluhkan “Kami ini PNS, bila PT. Nitra belum memiliki izin edar, tolong segerah di urus, bila suatu saat ada teman-teman media atau LSM yang menanyakan, biar kami bisa atasi dengan izin baru tersebut, sebab belum tentu rekan-rekan wartawan dan LSM memiliki bukti pembelian alkes tahun-tahun sebelumnya. kalau tidak saya bisa mati.

alkes2Konon kabarnya beberapa waktu lalu, setelah berita dugaan pengedaran alkes tanpa izin edar tersebut muncul kepermukaan, sumber menerima telepon dari sejumlah pihak rumah sakit yang mengatakan bahwa pihaknya mendapat surat perintah dari pihak PT. Nitra untuk menyimpan dalam gudang alkes tersebut dan dilarang untuk sementara di perjual belikan. Sontak para dokterpun bertanya-tanya ada apa gerangan sehingga alkes tersebut tidak bisa di pakai untuk sementara dan harus di simpan di gudang?.

Iroisnya, lebih jauh sumber mengatakan, selama ini transaksi alkes tersebut dilakukan ke sejumlah dokter ahli bedah secara pribadi bukan secara kelembagaan rumah sakit, dan kami menduga selama ini azas mamfaatkan sejumlah dokter, dengan berbisnis alkes tersebut.

“Kami selama ini bingung, saat transaksi alkes selalu berhubungan dengan pribadi dokter ahli bedah, artinya tidak melalui proses pengadaan resmi dengan pihak rumah sakit, tapi kenapa saat pembayaran melalui anggaran pemerintah? Kami menduga ada praktek KKN dalam pengadaan alkes tersebut” terang sumber.

Menjawab surat bentuk peringatan yang di sampaikan pada redaksi zonadinamika.com. No ps.02.01/III/1217/um/2015 tertanggal 22 Juni 2015, pada poin 2 mengatakan, Produk alat kesehatan yang dimuat oleh zonadinamika.com pada tanggal 23 Mei 2015 dengan tajuk “PT. Nitra Diduga Edarkan Alkes Ilegal ke Sejumlah Rumah Sakit”, sudah mendapat izin edar dari Kementerian tanggal 13 Maret 2015.

Surat konfirmasi dan klarifikasi yang melampirkan beberapa bukti dokumen peredaran alkes yang beredar sebelum izin edar di terbitkan pada 13 Maret 2015, redaksi melalui surat No: 0125/VIII/Red.ZD/2015 Drg.Arianti Anaya,MKM Direktur Bina Produksi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan (R.806) Jln. H.R.Rasuna Said Blok X5 Kavling 4-9 Jakarta 12950 tertanggal 10 Agustus 2015, hingga berita di turunkan belum ada jawaban.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here