SP,1 Kampung Bumi Raya Distrik Nabire Barat Jeri Adil Lahan Padi Tanpa Alat Kerja Modren

0
806

Nabire,zonadinamiika.com. Waktu demi waktu tak ada perubahan mengelolah lahan padi dengan menggunakan alat kerja yang bisa mengeluarkan tenaga manusia tak menggunakan alat kerja moren nabire miggu,01/11/2015.

Kepada media onlinne zonadinamika.com ini hari di lahan padinya Jeri SP,1 bumi raya distrik nabire barat, Bapak jeri dia memiliki dua(2) lahan padi dengan ukuran yang begitub luas dirinya memiliki satu(1)hektar lebih di kaplen 2 dan berukuran ¾ hegtar di kaplen tiga(3) di depannya balai pertanian pemerintah daera dia beraktif mananam padi di lahannya namung sayangnya dia mengelolah dengan sikop dan cangkul tak perna menggunakan alat kerja modren
katanya adii.

Dua minggu yang lalu petani padi lain mereka di bagi-bagikan alat kerja modren lima(5)macam alat kerja tetapi saya belum dapat pada hal saya punya lahan padi ¾ hektar ini di depannya balai pertanian pemerintah daera di kaplen tiga disitu pemerintah menampun alat-alat kerja modren tetapi kami beberapa petani aktif mananam padi belum dapat.

Terus adii diri merasa mempojokan dari bantuan pemerintah berupa alat kerja modren dan pula juga tak perna mendapatkan bibit padi dari pemerintah semua ini adii tak perna kecil hati/pata semangat untuk kerja namun dirinya tetap saja berjuang terus mengelolah lahannya karena lahan yang dia olah itu bukan lahan baru tetapi lahan itu sejak trans sp,1 bumi raya ini masuk bapaknya jeri juga ikut masuk dan mendapatkan satu bua rumah dan beberapa kaplen menanam padi dan
tanaman lain katanya jeri.

Adii berharap supaya apa bilah dalam waktu yang mendatang ini apa bilah ada pengadaan bibit padi atau alat kerja modren diri berharap kepada pihak pemerintah kampung mau pun perintah kabupaten mendata itu yang benar siapa yang benar-benar menanam padi dan tidaknya karena beberapa kali pengadaan kami kebanyakan aktif bertani padi tak perna dapat berupa bantuan bentuk apa pun dari pemerintah haranya jeri.

Selama ini adii olah kedua lahan tersebut itu bukan sewa,bukan numpan menanam melainkan lahannya milik sendiri yang di wariskan dari orang tuanya dan juga sudah lama adii ini terdaftar di dinas pertanian bawah benar-benar aktif bertani menanam padi di lahannya namun dirinya tak sama sekali mendapatkan bantuan untuk mengurangi merasa beban
tenaganya.
Sebenarnya di bumi cenderawasi ini di prioritaskan orang asli Papua(OAP) karena daera otonomi namun pengadaan alat kerja tani
modren kemaring tak ada yang mendapat karena khusus kabupaten nabire tidak berlaku otonomi khusus ujarnya adii.

(pilwan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here