KPK Didik Kaum Guru

0
470

Jakarta,Zonadinamika.com. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pelatihan untuk para guru SMP dan SMA atau sederajat. Pelatihan bernama Teacher Supercamps ini dimaksudkan agar para guru memiliki kapasitas dan pemahaman mengenai antikorupsi dan menyebarkan ilmu yang didapat kepada anak didik mereka.

Sebanyak 25 guru yang telah lolos seleksi akan mengikuti pelatihan tentang antikorupsi. Mereka akan menerima pembekalan materi dari kalangan seniman, penulis, dan praktisi pendidikan selama lima hari, pada 2-6 November 2015, di Lembang, Jawa Barat.

“KPK diberi mandat dalam pelatihan antikorupsi. Tentunya bekerja sama dengan semua kementerian yang berkaitan dengan pendidikan,” kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/11).

Pahala menyatakan, peran guru menjadi sentral dalam upaya memberantas korupsi dan menyebarkan pengetahuan tentang antikorupsi kepada anak didik. Pahala menambahkan, guru, pengawas sekolah, dan kurikulum termasuk komponen penting dalam perang melawan korupsi, terutama di bidang pendidikan.

Selain melalui Theachers Supercamps, pihaknya juga telah menyusun Modul Pendidikan Antikorupsi (PAK). “Ada sembilan nilai yang ditanamkan lewat kurikulum dan modul, yakni jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, mandiri, adil, berani, dan peduli,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPK Adnan Pandu Praja menjelaskan, kegiatan Supercamps merupakan salah satu upaya pihaknya dalam mendukung implementasi pendidikan antikorupsi. Hal ini, katanya, lantaran belum memadainya konten antikorupsi untuk segmentasi remaja.

“Karenanya kami mengembangkan sekaligus memperkaya media pembelajaran antikorupsi yang telah dimiliki dan mengoptimalkan peranan guru dalam penerapan pendidikan antikorupsi, terutama untuk kalangan remaja,” katanya.

Adnan mengungkapkan, pendidikan antikorupsi kepada kalangan remaja menjadi hal penting karena korupsi telah masuk ke dalam keluarga. Tak jarang, KPK mengungkap kasus korupsi yang melibatkan sanak keluarga. Salah satunya, kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran dengan tersangka Anggota Komisi VIII DPR RI Zulkarnaen Djabbar dan putranya Dendy Prasetya.

Lebih jauh, Adnan menyatakan, sampai saat ini sudah ada tujuh pasangan suami istri yang masuk bui lantaran terlibat praktik korupsi. “Itu kenapa KPK membangun banyak program. Di Yogyakarta, ada program bangun nilai korupsi berbasis keluarga. Tidak mudah karena jenis keluarga heterogen,” ujarnya. (b1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here