Karyawan Kepung PT. Api , Hapuskan Pemotongan Gaji Sepihak

0
605

BATAM, Zonadinamika.com–Ratusan karyawan PT API yang beralamat di Bengkong melakukan aksi unjuk rasa guna penolakan pemotongan gaji yang di anggap tidak sesuai dengan UU ketenaga kerjaan.

Dalam ini karyawan di rugikan dalam berbagai sisi ,di antaranya tidak terdaftarnya kepesertaan Jamsostek/BPJS,kelebihan jam kerja maupun pemotongan gaji.
Salah satu karyawan berisial EP (4/11/2015) menuturkan “kami bukan mau meminta kenaikan gaji ,tetapi tolong PT API menghapuskan sistem pemotongan pembayaran gaji jika tidak masuk satu hari saja selama 15 hari gaji kami di potong perharinya Rp.5000,-.

Perusahaan telah melampau batas yang tidak dapat kami toleransi lagi di mulai tanggal 01 oktober 2015.Dalam kebijakan perusahaan di antaranya (a)priode kerja tanggal 1-14 terima gaji tanggal 30 bulan berjalan,(b)priode kerja tanggal 15-30 terima gaji tanggal 17 bulan berjalan berikutnya.

Karyawan hadir terus menerus perhitungan upah tetap Rp.65.000/orang/hari,tetapi bila dalam satu priode tutup buku ada tidak masuk kerja walau satu hari maka perhitungan upahnya Rp.60.000,-/hari x jumlah hari kerja .Pihak perusahaan juga mengwajibkan seluruh karyawan pada hari Saptu dan Minggu masuk kerja tanpa di hitung lembur.

Sementara salah satu karyawan yang yang tidak di sebutkan namanya mengaku pada media ini “saya di PT API sudah 18 tahun bekerja ,tetapi pihak perusahaan tidak pernah memikirkan kesejahteraan para karyawannya.

Kami berharap kepada pemerintah kota Batam jangan tutup mata membiarkan perusahaan PMA memberlakukan peraturan sesuka hati mereka tanpa adanya tindakan tegas.Memang kami sangat butuh pekerjaan demi untuk biaya hidup sehari-hari,tetapi apakah selama ini PT API tidak pernah mendapatkan laba sehingga mengabaikan hak-hak kami sebagai karyawan.

Kalau memang perusahaan tersebut rugi kenapa sampai puluhan tahun bisa bertahan bahkan jumlah pekerjanya hingga sampai saat ini mencapai kurang lebih dua ratus orang.Sampai saat ini kami masih bertahan bekerja ,tetapi tidak pernah adanya perhatian dari pemerintah Pemko Batam khususnya Disnaker kota Batam ,jelasnya.(SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here