Oknum Anggota POM Tertangkap Selundupkan BBM Bersubsidi

1
640

Kepulauan Nias, Zonadinamika.com. Penangkapan Penyelundupan BBM bersubsidi jenis minyak tanah kembali menggegerkan Pulau Nias, hal ini terjadi pada tanggal 04/11/2015, sekira pukul 09.30 Wib, dalam penangkapan tersebut minyak yang diungkap oleh pihak Kodim 0213 Nias diangkut dengan sebuah mobil truk yang bermuatan sebanyak 34 drum, 5 jeregen, 6 karung.

Diperkirakan sekitar 7 ton. Usut punya usut ternyata minyak tersebut hendak diselundupkan ke Sibolga, setelah dilakukan pengembangan lebih jauh ternyata pelakunya atau pemilik minyak tanah tersebut diduga kuat oknum aparat militer berbaju hijau dari Kesatuan Polisi Militer atas nama ML.

Keesokan harinya setelah melalui serangkai proses dan dialog yang cukup alot, akhirnya pihak terkait dalam hal ini DANSUB DENPOM Nias memutuskan barang bukti tersebut untuk dikembalikan kepada masyarakat dengan meminta bantuan melalui pengecer yang ada dikota Gunungsitoli yaitu UD.

Fadli, sewaktu dikonfirmasi dilapangan oleh awak media 05/11/15, sekira pukul 14.00 Wib, apakah barang bukti dapat dititipkan dan dijual, sementara diketahui ini adalah barang bukti?dijawab DANSUB DENPOM Nias, ini sesuai dengan petunjuk Komandan DANPOM Sibolga supaya dikembalikan kepada masyarakat Pulau Nias.

Karena minyak ini adalah hak masyarakat Pulau Nias, dan mengenai bahwa minyak ini sebagai barang bukti tentu jika dibutuhkan dalam proses hukumnya akan dihadirkan kembali oleh pengecer hal ini sesuai dengan surat kesepakatan yang telah ditanda tangani, karena jika barang ini dititipkan dikantor, kita khawatir sewaktu-waktu dapat terjadi hal yang tidak diinginkan apalagi tempat dikantor kita tidak memadai untuk menampung minyak ini tandasnya kepada awak media.

Pada saat bersamaan hal ini minta tanggapan kepada Ketua DPD Gempita Kepulauan Nias bung Sabarman Zalukhu yang berada dilokasi, mengatakan menyikapi keputusan yang diambil oleh DANPOM dalam hal mengamankan barang bukti, tentu ini merupakan sebuah kebijakan dan kita dapat memahaminya, sebab minyak ini adalah merupakan hak dari masyarakat Pulau Nias.

Dan jika disimpan disuatu tempat malah kita khawatir dapat membahayakan, karena ini adalah bahan yang mudah terbakar atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Namun demikian berdasarkan UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI pasal (d) dalam UU TNI tersebut termaktub penegasan agar supaya TNI menjadi tentara yang profesional, dimana tentara profesional adalah tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis.

Tidak berbisnis dan dijamin kesejateraan, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, HAM, ketentuan hukum Nasional dan Hukum Internasional yang telah diratifikasi.

Kemudian pasal 6 dan pasal 7 yang menurut kami fungsi dan tugas TNI adalah berfungsi sebagai alat pertahanan negara, yaitu penanangkal terhadap setiap bentuk ancaman dan ancaman senjata dari luar.

Menjaga keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan gangguan terhadap NKRI UU, serta melindungi segenap tumpah darah Indonesia dari ancaman, apalagi secang gencar-gencar TNI sedang berupaya secara terus menerus melakukan reformasi dalam tubuh TNI sendiri demi terciptanya prajurit TNI yang Profesioanal dan handal.

Demikian juga Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, tindakan yang dilakukan oleh oknum ini tidak dapat ditolerir, alasannya adalah kelangkaan BBM di Nias selama ini disebabkan oleh tindakan seperti ini, dan hal ini telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar dialami oleh masyarakat Nias.

Sehingga atas kejadian ini, jelas membuat masyarakat Pulau Nias kecewa dan lebih ironisnya lagi hal ini dilakukan oleh oknum aparat, dimana seharusnya mereka justru dapat mengamankan kepentingan masyarakat.

Kita meminta dengan tegas kepada DANPOM agar segera memproses secara hukum yang berlaku terhadap anggotanya karena kita menduga kuat hal ini bukan dilakukan baru kali ini oleh oknum, melainkan sudah berulangkali.

Dan apresiasi setinggi-tingginya kita sampaikan kepada pihak Kodim 0213 Nias atas prestasinya dalam mengungkap jaringan penyelundupan minyak di Pulau Nias yang telah menyengsarakan dan meresahkan masyarakat Nias tegas bung Sabarman mengakhiri. (Tim)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here