Eskpedisi Kapsul Waktu 2085 Singgahi Kabupaten Belu, Kota Atambua.

0
915

Atambua – Zonadinamika.com, Tim Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 singgah berkunjung di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, 19/11/15.
Keberadaan Kapsul Waktu bersama Tim di Kabupaten Belu disambut hangat oleh pemerintah setempat serta masyarakat yang ada di Kota Atambua seluruhnya.

Kapsul Waktu tersebut tiba di Belu dengan menggunakan pesawat Jet jenis PK-CAC yang diterbangkan dari Kupang yang ditumpangi oleh Ketua Tim Ekpedisi Nasional Kapsul waktu dan rombongan panitia daerah.

Menurut ketua Tim ekspedisi kapsul waktu 2015, Widi Supit menyampaikan bahwa didalam kontainer kapsul waktu tersebut berisi mimpi-mimpi masyarakat disetiap kota dan provinsi yang ada di Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa kapsul waktu tersebut sebagai simbol keberadaan bangsa indonesia sejak 70 tahun lalu, bahwa semangat kita hari ini dan mimpi kita kedepan akan tercatat di kapsul waktu 70 tahun yang akan datang di tahun 2085.

“Kapsul waktu ini sudah kami launching di Aceh dan sudah mengelilingi setiap kota dan propinsi di Indonesia, dan sekarang kami ada di Kabupaten Belu,” Tutur Widi Supit.

Lanjut Widi bahwa kapsul waktu tersebut telah berangkat dari banda aceh dan akan berakhir di Merauke dan disimpan disana, Sesuai dengan Pulau di Indonesia yakni dari Sabang Sampai Merauke.

“Kapsul waktu ini sesuai dengan prinsip gotong royong dan gerakan ayo kerja yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, dan kapsul waktu ini kemarin telah dilepas dari Banda Aceh oleh Mensesneg Pratikno,” Tutur Widi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Belu Petrus Bere mengungkapkan terima kasih atas kedatangan kapsul waktu ke Belu sehingga mimpi-mimpi masyarakat kabupaten Belu di Tahun 2085 bisa didengar oleh anak cucu nanti.
“Kapsul waktu ini adalah suatu kapsul yang menyimpan mimpi-mimpi kita untuk mewujudkan Indonesia kedepan lebih baik lagi,” Ulasnya.

Masyarkat Belu pun menyampaikan 7 mimpi untuk kabupaten Belu di tahun 2085 yakni; NKRI, Pancasila, UUD 1945, bhineka tunggal Ika adalah Harga mati, Indonesia makin cerdas, damai sejahtera, terwujudnya Kabupaten Belu sebagai three frezone, terwujudnya Belu sebagai jalur perbatasan, Pedagangan, terwujudnya bandara A.A. Bere Tallo dan Pelabuhan laut atapupu sebagai Bandara dan Pelabuhan Internasional di kawasan pasifik selatan.

Menurut Rencana Kampul Waktu tersebut akan dibawa mengelilingi daerah Perbatasan yang ada di Belu yaitu Motaain. (Nus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here