Warga Desa Tohe Sepakat Lapor Kades Ke Penegak Hukum.

0
919

Atambua – Zonadinamika.com, Pengaduan masyarakat soal raskin ke 13 sejak bulan agustus hingga september yang terkumpul dengan jumlah dari desa Tohe Kecamatan Raihat ke DPRD Kabupaten Belu, Senin, 23/11/15 mengenai raskin yang dijual oleh kepala Desa kepada masyarakat.
Hasil pengaduan tersebut, masyarakat sepakat laporkan Kades ke Polisi.

Masyarakat yang datang melapor terdiri dari 2 Kubu yang saling adu mulut di DPRD Kabupaten Belu, kubu pendukung kepala desa sekitar 100 orang, sementara kelompok pelapor sekitar puluhan orang.

Kades Tohe Emanuel Besin dilaporkan oleh masyarakat atas dugaan penggelapan dana raskin ke 13 yang hingga saat ini belum disalurkan kepada masyarakat. Selain itu Menurut warga desa Tohe bahwa kepala Desa juga telah mengumpulkan uang di masyarakat sebanyak 25.000 per KK.

Data yang terkumpul sebanyak 1.169 Kepala Keluarga dari jumlah penerima manfaat beras raskin 2014 di desa Tohe.

Sedangkan menurut laporan dari Perum Bulog Kabupaten Belu bahwa Desa Tohe masih menunggak sebanyak 60 juta rupiah.

Sementara itu Kades Tohe mengaku telah menyetor uang ke rekening BRI sebanyak 131 juta rupiah dan slip setoran tersebut sudah di berikan ke kabag ekonomi dan Dolog.
Menurut Kades bahwa beras raskin ke 13 itu sudah terbakar akibat tidak tersetornya uang ke BRI sebab keterlambatan terkumpulnya uang raskin dari masyarakat. Sementara itu uang yang terkumpul dari masyarakat sebanyak 131 juta itu akan dipergunakan untuk pengambilan beras raskin pada tahap berikutnya di tahun 2015.

“Saya sudah setor uang ke rekening BRI sebanyak 131 juta,” Jelas Kades

Kabag ekonomi, Laurens Nahak mengatakan bahwa Kepala Desa sudah memberikan bukti berupa slip setoran yang diberikan langsung oleh Kepala desa Tohe. Dan uang sebesar 131 juta tersebut akan digunakan untuk penambahan pada raskin tahap I, II, III dan IV.
“Sesuai data, Kepala Desa Tohe sudah berikan slipnya kepada kami,”

Kades mengatakan bahwa uang raskin sebanyak 25.000 itu adalah hasil kesepakatan dalam rapat bersama dengan masyarakat Desa Tohe.

Kades juga membantah rekomendasi uang sebanyak 60 juta dari bagian Ekonomi Pemda Belu tersebut dan Ia katakan keliru.
“Soal raskin 13 terbakar karena keterlambatan, kebijakan ini saat rapat resmi dengan perangkat desa dan tim raskin, dan uang 60 juta itu sudah disetorkan sebanyak 131 juta.” Ungkap Kades.

Komisi II DPRD Belu meminta untuk Kepala Desa untuk memberi kesempatan kepada ketua tim raskin desa tohe yang sudah dibentuk agar secara jelas pertanggungjawabannya ke masyarakat, juga DPRD menegaskan bahwa mereka hanya mencari jalan keluar yang baik, sedangkan untuk masalah hukum ada pihak lain yang akan mengurusnya.

“Kami bukan tim pemeriksa, kami minta hadirkan ketua tim raskin untuk dapat menjelaskan klarifikasi soal laporan masyarakat, soal kwitansi itu bukan urusan kami karena kami hanya mengarahkan,”

Agus Pinto, Anggota DPRD komisi II mengatakan bahwa kades tohe harus dipolisikan karena memanipulasi data raskin 13.

“Data raskin yang kades jelaskan itu tidak sesuai karena tidak ada soal raskin itu terbakar, maka itu kades harus jelaskan dengan benar.” Jelasnya.

Menurut Ketua Tim Raskin, Yoseph Satu Halle. Uang raskin tahap 13, tahun 2014 itu digelapkan oleh Kepala Desa sebab penyetoran uang dari RT langsung kepada Kepala Desa.

“Saya hanya menyampaikan ke masyarakat untuk mengumpul uang raskin, sedangkan untuk setor uangnya RT langsung berikan ke Kepala Desa dan sekarang uang tersebut dikemanakan dan masyarakat juga belum terima raskin.” Pungkasnya.

Masyarakat desa tohe meminta keadilan, soal beras raskin ke-13 dan uang mereka harus dikembalikan atau dialihkan ke tahap berikutnya, sehingga mereka tidak perlu mengumpul uang lagi.
Mereka menuntut kalau masalah ini tidak diurus dengan baik, maka mereka akan laporkan ke Pihak penegak hukum.

“Sekarang kalau tidak jelas masalah ini kami sepakat akan laporkan ke polisi,” Kata Salah satu warga Desa Tohe. (Yf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here