Penghuni Apartemen Graha Cempaka Mas Minta Perlindungan

0
506

Jakarta – Zonadinamika.com. Sekelompok orang masih terus melakukan intimidasi terhadap warga penghuni apartemen dan rumah kantor (rukan) Graha Cempaka Mas (GCM), Jakarta Pusat. Karena itu, para penghuni apartemen dan rukan GCM ini meminta perlindungan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Ketua RW 08 Apartemen dan Rukan GCM, Hary Wijaya mengatakan selama tiga tahun ini, warga penghuni GCM masih terus mengalami intimidasi dari sekelompok orang.

Mulai dari perusakan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum), pemblokiran akses jalan masuk hingga penurunan spanduk yang mengajak warga penghuni untuk menghadiri rapat umum anggota (ruta) yang akan digelar pada 25 November mendatang.

“Semakin dekat dengan waktu penyelenggaraan ruta, maka intimidasi dan teror semakin kencang dilakukan oleh sekelompok orang yang nggak ingin ruta ini dilaksanakan. Mulai dari akses jalan masuk diblokir pakai mobil, kaca mading (majalah dinding) dilepas, kertas pengumuman disobek, mobil atau motor dibaret hingga pengetukan pintu di tengah malam. Tindakan-tindakan ini membuat warga ketakutan,” kata Hari saat memberikan keterangan pers di wilayah Sabang, Jakarta Pusat, Senin (23/11).

Disinyalir, penggerakan sekelompok orang yang berasal dari Indonesia bagian Timur ini dilakukan oleh kelompok Tonny Soenanto yang menentang pembentukan Perhimpungan Penghuni Rumah Susun (PPRS) Campuran GCM. Kelompok ini juga menentang terjadinya Ruta PPRS yang memiliki agenda pemilihan, pengangkatan dan pengesahan pengurus PPRS yang baru.

Hary mempertanyakan tindakan intimidasi dan teror yang dilakukan Tonny agar warga tidak datang dalam Ruta PPRS. Padahal kelompok ini pun diundang datang untuk mengikuti Ruta.

“Kalau memang ada ketidaksetujuan dengan pengurus PPRS yang lalu atau ada keluh kesah, ya datang saja dan sampaikan dalam Ruta. Kalau mereka mengklaim pengurus tidak sah, ya ngomong dong di Ruta. Silakan. Dan kalau memang mereka terpilih jadi pengurus PPRS yang baru dalam ruta nanti, kami juga akan mendukung kok,” tukasnya.

Ketua RT 05 RW 08 Apartemen dan Rukan GCM, Lili mengungkapkan intimidasi dan teror yang dilakukan menjelang pelaksanaan Ruta PPRS tidak hanya membuat warga penghuni tidak nyaman, juga merasa takut dan ragu untuk datang ke Ruta. Karena selama ini, mereka tidak mendapatkan perlindungan hukum dari pihak mana pun.

“Kami sekarang mau cari perlindungan ke mana? Maka dari itu, kami memohon perlindungan dari Pemprov DKI untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Ruta PPRS,” kata Lili.

Seluruh warga penguni apartemen dan rukan GCM menginginkan kejelasan hukum mengenai adanya PPRS. Karena selama tiga tahun ini, mereka tidak mendapatkan kejelasan hukum. Apalagi keberadaan mereka merupakan perwujudan dari rencana Pemprov DKI yang sedang menggalakkan pembangunan rumah susun (rusun) di Jakarta.

“Kalau memang mereka dipilih dalam Ruta PPRS, kami siap kok. Jangan kalah dengan anak SD yang bisa memilih ketua kelas dengan tertib. Dan warga juga punya hak untuk bersuara dan memilih. Kami harap Pemprov DKI dapat memberikan perlindungan hukum.

Kami ini merupakan bagian rencana Pemprov DKI yang sedang menggalakkan pembangunan rusun. Kalau ini dibiarkan terus, lama kelamaan tidak ada yang mau tinggal di rusun lagi,” ujarnya.

Seperti diketahui, masalah kepengurusan PPRS Apartemen dan Rukan GCM telah berlangsung selama tiga tahun. Terdapat dua kepengurusan PPRS yang mengklaim sama-sama sah dan dipilih warga. Pada tanggal 22 Desember 1999 terbentuk PPRS GCM yang disahkan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta no. 1029/2000, tanggal 10 Mei.

Berdasarkan SK Gubernur tersebut telah terbentuk pengurus PPRS dengan periode 5 Februari 2012 hingga 5 Februari 2015 dengan Ketua Agus Iskandar.
Ternyata pembentukan pengurus PPRS ini mendapat tentangan dari pihak lain. Kemudian terbentuklah PPRS tandingan besutan Saurip Kadi dan Palmer Situmorang berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa (RULB). Termasuk di dalamnya Tonny Soenanto. (pan/b1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here