BIN Waspadai Terorisme dan Tingkatkan Kewaspadaan Seluruh Indonesia

0
527

Jakarta-Zonadinamika.com-Badan Intelijen Negara (BIN) menegaskan Indonesia dalam keadaan siaga 1 ancaman terorisme. Kepala BIN Sutiyoso mengatakan, kejadian di Paris dan beberapa wilayah lain membuat pihaknya harus meningkatkan kewaspadaan.

“Aparat saya seperti itu (bersiaga) di semua daerah. BIN daerah bersiaga sepenuhnya,” kata Bang Yos-sapaan akrab-Sutiyoso usai pertemuan di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015). Mantan Gubernur DKI ini menyampaikan bahwa dirinya sudah memanggil semua perwakilan BIN untuk diberi pengarahan hari ini. Kata dia, perwakilan BIN Indonesia di luar negeri pun disiagakan.

Kunci utama pemberantasan terorisme, jelas Sutiyoso, ada pada masyarakat. “Masyarakat melihat sesuatu yang aneh, yang tidak lazim, harus cepat lapor kepada kita,” tegasnya.

Tak hanya lingkup Indonesia, isu terorisme yang sudah mendunia membuat BIN harus bekerja sama dengan berbagai pihak. BIN Indonesia sudah mengunjungi Australia, Tiongkok, Amerika Serikat, Turki, Paris, dan Malaysia membicarakan strategi memerangi terorisme.

“Terorisme dianggap musuh bersama dunia. Kerja sama dibangun, ke depan aplikasinya joint operation di antara kami,” tegas Bang Yos.
Indonesia-Australia memperkuat kerja sama dalam bidang keamanan. Hari ini perwakilan Indonesia-Australia menggelar rapat koordinasi soal ini.

Setidaknya ada tiga isu besar yang dibahas, yakni counter terrorism, cyber security, dan operasi intelijen. Indonesia-Australia tak hanya bertukar informasi soal terorisme tapi juga menggelar pelatihan bersama.

Sebelumnya, pihak Istana Presiden melalui Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, dirinya telah mendapat informasi dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, bahwa Polri sudah mengantongi informasi terkait rencana aksi terorisme jelang tutup tahun 2015.

“Dalam dokumen-dokumen yang ada sudah terpantau,” ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/12/2015).
Informasi yang diterima Polri, kata Pramono, yaitu informasi mengenai adanya penggunaan istilah aksi ‘Pengantin Baru’ atau ‘Konser’.

Istilah tersebut terungkap daridokumen-dokumen yang berhasil dikumpulkan Densus 88 Mabes Polri dalam aksi penangkapan terduga teroris Jumat pekan lalu.
“Nah, apa yang dilakukan Polri tentunya Presiden sudah mendapatkan laporan dalam resmi yang dihadiri Presiden dan Wakil Presiden,” ucap Pramono.

Pramono mengatakan, aparat kepolisian dipastikan akan meningkatkan keamanan dengan mengerahkan personelnya dalam skala besar jelang Maulid Nabi Muhammad SAW dan Natal serta tutup tahun.

“Kami akan meningkatkan keamanan dan satuan polri yang akan diterjunkan juga meningkat,” kata Pramono.
Selain itu, dikatakan dia, pemerintah berharap bukan hanya mengandalkan TNI dan Polri tapi juga masyarakat dalam menjaga keamanan saat natal dan tahun baru.

“Kami mendengar beberapa ormas akan mengadakan kegiatan untuk membantu Polri di acara natal dan tahun baru,” kata Pramono.Dedy kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here