TNI Kembali Menembak 1 Warga Sipil di Kerom Papua

0
723

Kerom Papua,Zonadinamika.Com— Menjelang Natal di Papua selalu saja ada pertumpahan darah disetiap daerah di Papua, Peristiwa tersebut di lakukan oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI/Polri) dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di Kabupaten Kerom kembali terjadi, TNI menembak seorang warga sipil pada tanggal 20 desember 2015 di areal kebun kelapa sawit.

Setiap Natal tepat di bulan desember selalu saja ada Pertumpahan Darah di Tanah Papua, TNI/Polri selalu memberikan Kado Natal bagi Rakyat Papua dengan cara penembakan kebrutalan yang di lakukan oleh Negara Kolonial alias TNI/Polri di Tanah Papua.

Data yang di himpun oleh Wartawan Media Zonadinamika.com di jayapura, Penembakan terhadap 1 warga sipil Marcel Doga (29) Korban tersebut seorang Karyawan di Perusahan Kelapa Sawit di Kerom.

Korban dan rekan lainnya mendatangi ke kantor kelapa sawit untuk memintah tunjangan hari raya Natal, karena sebelumnya rekan kerjanya mereka terima tunjangan mereka.” Karena Korban belum di terima haknya Korban memintah bayar tetapi Kepala perusahan tidak ada merespon, akhirnya mengusir oleh sekelompok bersenjata yang jaga di areal kebun Kelapa Sawit, saat itu dikatakan Bos Perusahan tidak ada di tempat”.

Lalu korban tanya lagi, Dimana Bos karena saat ini hari besar kami untuk Umat Kristen dan pihak perusahan tidak memberikan jawaban mala aparat TNI mengusir kaya mereka tak dikenal koraban pada hal dia Seorang Karyawan di Kebun Kelapa sawit.

Pengusiran tersebut Korban tidak di terima akhirnya dia marah dan menuntut haknya sehinggah anggota Aparat TNI yang berugas di Perusahan tersebut lengsung Menembak Marsel Doga hingga Tewas di tempat.

Sungguh ironis, di depan Kantor-kantor Koramil dan di depan kantor Polisi di seluruh Tanah Papua ada tulisan tentang “DAMAI ITU INDAH, KAMI SIAP MELAYANI ANDA” Ada juga yang di depan Pos Polisi membuat Pondok Natal dihiasi lampu Natal yang indah dengan tulisan”Selamat Hari Natal Yesus Membawa Damai” tetapi semua itu hanya sandiwara .

Jelang Hari Natal di Papua,Aktor Kekerasan yang dilakukan oleh TNI/Polri terhadap warga Papua,”Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pengacau Kriminalitas aparat Kolonial berbulu dombah hatinya harimau.Ucapnya Warga saat Kunjungan Media ini di Kerom.

Setiap tahun tak pernah berhenti-berhenti kekerasan terhadap warga papua di Bumi Cendrawasih, Kami mau menyambut hari kelahiran sang pengelamat umat manusia pada Natal Kami” kami mau hidup tenang, setiap Natal Rakyat Papua tumpah darah dan air mata sebagai Kado Natal Spesial yang diberikan oleh Aparat Kolonial Indonesia TNI/Polri di Papua”.

Sejarah mencacat, Ada beberapa catatan Pembunuhan yang dilakukan oleh Negara Kolonial Aparat TNI/Polri, Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi dalam bulan kelahiran sang pengelamat di setiap Tahunya di Papua, Peristiwa Penembakan Kebrutalan sebagai Kado Natal bagi Rakya Papua.

“ Pertama: Pada tanggal 10 November Tahun 2000 Theys H Elluay dan Sopirnya diculik oleh Kopasus ,Theys H Elluay di temukantewas dalam Mobil”.
“ Kedua: Pada Tanggal 16 Desember 2009 Kelly Kwalik di bunuh densus 88 dan Polisi di Timika”.
“Ketiga: Pada tanggal 16 desember 2012 Hubertus Mabel di bunuh di wamena oleh densus 88 dan Polisi Polres Wamena”.
“Ke Empat: Pada tanggal 8 desember 2014 di Paniai 4 Siswa SMA di tembak mati oleh Gabungan Aparat TNI/Polri dan puluhan lainya luka-luka”.
“Ke Lima: Tanggal 1 desember 2015 di serui 4 orang tembak mati dan 8 orang lainya masih kritis di RSUD Kabupaten Yapen Serui”.
“Ke Enam: Pada tanggal 1 desember 2015 di Jakrta, 306 Mahasiswa/I pulau Jawa dan Bali di Siksa dan 1 orang di tembak masih kritis di Rumah Sakit ratusan rekannya ditahan di Polda Metro Jaya Jakarta.
“Ketujuh: Pada tanggal 21 Desember 2015,Seorang Warga Kerom tembak mati tempat oleh Anggota TNI”.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memang kau Pembunuh Orang Asli Papua, memang Negara ini tidak punya ke manusiawi.”Jelas-jelas Negara Kolonialisme dengan sengaja membunuh Ras Mellanesia dengan memakai alat Negara, sebab selama ini yang di lakukan oleh TNI/Polri adalah senjata untuk membunuh orang asli di Papua”.

Warga Kerom mengatakan dengn keadaan menurunkan air mata di pipihnya, Semoga Penembakan di Kerom ini Kado Spesial terakhir bagi rakyat papua, Kejadian-kejadian ini cukup hanya dibawa tahun 2015.
( Petrus Amoye Youw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here