Bupati Purwakarta Ajak Gubernur DKI Kerja Sama atasi Macet Hingga Lokasi Ternak

0
606

Purwakarta,Zonadinamika.com. Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menawarkan sejumlah kerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satunya soal penanggulangan kemacetan di Ibu Kota.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, menjelaskan solusi kemacetan yang ditawarkan semisal dengan memindahkan sejumlah terminal yang ada di Jakarta ke Purwakarta.

“Untuk angkutan umum ke Jakarta, dari Purwakarta bisa terkoneksi oleh TransJakarta dari Purwakarta, jadi terminal Jakarta dipindah ke Purwakarta,” kata Dedi Mulyadi, saat menerima kunjungan rombongan Pemprov DKI di Balai Nagri Purwakarta, Sabtu (9/1).

Program lainnya, bekerja sama di bidang pembangunan pasar induk. Nantinya, pasar induk yang ada di Purwakarta sekaligus menjadi pasar induk Jakarta.

“Penyebab kemacetan di Jakarta, selain banyaknya angkutan umum seperti bus, juga truk yang datang dari luar Jakarta. Maka kalau Bus dan truk tidak masuk Jakarta hal itu akan meminimalisir kemacetan,” ujar Dedi.

Selain terminal dan pasar, Bupati Dedy juga menawarkan kerja sama di bidang potong hewan dan pembangunan lahan peternakan. “Tapi itu kembali ke Pak Ahok sebagai Gubernur DKI,” tambah Dedi.

Utusan Ahok yang diwakili Marina Ratna Dwi Kusuma, Dirut PD Darma Jaya selaku BUMD Pemprov DKI menyambut baik rencana kerja sama itu. Ratna Dwi Kusuma mengatakan ibu kota butuh daerah khusus untuk peternakan sapi, untuk menjawab kebutuhan daging sapi Jakarta.

Sehingga kenapa ia diutus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama untuk menjajaki kerja sama dengan Pemkab Purwakarta, terkait pengadaan lahan peternakan sapi.

“Kami ke sini untuk meninjau lahan yang disiapkan pak bupati (Bupati Purwakarta) untuk peternakan,” ujar Marina.

Kaitannya dengan Purwakarta karena Purwakarta berdekatan dengan DKI Jakarta “Jadi kami lihat prospeknya seperti apa, jika membuka lahan peternakan di Purwakarta bisa dikembangkan, tentu saja kami cari yang dekat dengan Jakarta untuk mempersingkat distribusi sapi,” ujarnya.

Saat ini, kata Marina, kebutuhan daging sapi di Jakarta setiap harinya mencapai 650 hingga 1000 ekor. “Dan kebutuhan selama ini, 97 persen sapi di Jakarta dipasok dari ex impor,” jelas Marina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here