Pungli Akbid Haga Gunungsitoli

0
802

Gunungsitoli, Nias.Zonadinamika. com. Pendidikan merupakan salah satu faktor utama untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang berakhlak dan bermartabat. Selain itu, pendidikan juga menjadi ujung tombak sebuah negara untuk menggapai kemakmuran mengingat persaingan di bidang ekonomi maupun teknologi yang semakin sengit di zaman moderen ini. Namun ternyata tidak semua instansi pendidikan mengamalkan prinsip tersebut, hal ini dapat kita lihat diberbagai sekolah maupun perguruan tinggi masih ada kebijakan-kebijakan yang hanya mencari keuntungan semata.

Inilah yang membuat heboh salah satu group “ASPIRASI RAKYAT NIAS” di media sosial facebook, dimana salah satu pemilik akun bernama Oktavianus Waruwu mencurahkan kekesalannya terhadap perguruan tinggi AKBID HAGA GUNUNGSITOLI yang melakukan ‘Pungli’ sebesar Rp.50.000 bagi mahasiswa yang terlambat kembali ke asrama.

Bukan hanya itu, pemilik akun tersebut juga menuliskan bahwa ada suatu kewajiban yang diberlakukan perguruan tinggi tersebut yang harus dipatuhi oleh mahasiswa yang kembali ke asrama yaitu wajib membawa oleh-oleh “hal ini terbukti ketika saya mengantarkan adek saya ke asrama”, tulis oktavianus waruwu di dalam group tersebut.Banyak Pro dan Kontra yang terjadi dalam group itu lewat argumen-argumen yang dilontarkan para Netizen.

Salah satunya pemilik akun Facebook Fredin W Arc. Dalam komentarnya mengatakan, kedisplinan diperjualbelikan dengan selembaran uang senilai 50 ribu, ini sangat menyedihkan para pakar pendidikan akademik saat ini.

Selain itu, Netizen yang lain mengatakan ” disiplin memang harus ditegakkan tapi bukan berarti meraup keuntungan bagi pihak-pihak tertentu, kasus ini harus dituntaskan dengan tegas tanpa ada orang yang dirugikan dipihak manapun” ungkap Rahmat Laoli salah satu pemilik akun facebook yang lain.

MR tertarik menggali informasi dari pihak-pihak terkait tentang kebenaran issu tersebut. Salah satunya alumni Mahasiswa Akbid Haga Gunungsitoli, lewat sms kepada MR ia membenarkan terjadi malpraktek pungutan liar di perguruan tinggi tersebut. ” Iya, kalau ada yang terlambat masuk asrama akan didenda, angkatan kami dulu dendanya 20 ribu/jam, enngak tau berapa dendanya sekarang. Kata Alumni Akbid Haga tersebut yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Jika hal ini benar adanya, tentu masyarakat Nias berharap pemerintah segera turun tangan menindak tegas oknum yang tetlibat serta pihak-pihak terkait agar dunia pendidikan di Kepulauan Nias bebas dari KKN dan berjalan sesuai dengan UU yang belaku. Alvyman Hulu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here