RPJMD Sejalan Dengan Gerbang Desa Bajenta

0
582

Kuala Kapuas,Zonadinamika.com. Wakil Bupati Kapuas Ir. Muhajirin MP membuka sekaligus memimpin rapat Pendalaman Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) berbasis DAS Penghasil Karet di Aula Bappeda Kabupaten Kapuas, Senin (11/1) pagi.

Juga dihadiri para kepala SKPD terkait yang ada dilingkungan Kabupaten Kapuas tersebut, juga dihadiri Kasubdit Perencanaan Perdesaan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Rafdinal, S.sos, MTP serta para rombongan dari pusat studi pembangunan perencanaan regional (PSPPR) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, camat terkait antara lain camat timpah, camat mantangai dan camat kapuas hulu.

Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kapuas mengatakan perhatian utama Program Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan dalam mendukung peluncuran “Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP)” salah satu pilot project adalah Kabupaten Kapuas yaitu RPKP berbasis DAS penghasil karet di Kecamatan Mantangai dan Timpah serta RPKP tertinggal di Kecamatan Kapuas Hulu.

Ia mengungkapkan, penetapan kawasan perdesaan dilakukan bertujuan untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa serta melalui pendekatan partisipatif dapat mengintegrasikan berbagai kebijakan, rencana program dan kegiatan para pihak pada kawasan yang telah ditetapkan.

“Saya sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas juga memiliki Program Daerah berdasarkan RPJMD Tahun 2013 – 2018 mengenai Pembangunan dari desa ke kota melalui “Gerbang Desa Bajenta” dimana program ini adalah Gerakan Pembangunan Desa menuju desa yang maju, mandiri dan sejahtera,” katanya.

Ben dalam sambutan tertulisnya menerangkan, fokus utama adalah pada 59 desa tertinggal di 13 Kecamatan dan 28 desa perbatasan di 12 Kecamatan. Ia menambahkan, Program Gerbang Desa Bajenta tersebut mendapatkan apresiasi dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi melalui Penghargaan “APDESI Award 2015” di Purwakarta Provinsi Jawa Barat Tanggal 13 Mei 2015. Ia berharap tahun 2015 – 2017 dapat tuntas 59 desa tertinggal dan 28 desa perbatasan melalui Lintas Pembiayaan yaitu APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, CSR dan APBDesa.

Terkait dengan hal itu, untuk mendukung implementasi rencana aksi pembangunan kawasan perdesaan di Kabupaten Kapuas ia meungkapkan Pemerintah Kabupaten Kapuas akan menetapkan secepatnya Surat Keputusan Bupati Kapuas tentang Pembentukan Tim Koordinasi Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) di Kabupaten Kapuas melalui BPMD Kabupaten Kapuas.

“Saya menginstruksikan kepada tim ini untuk melaksanakan Rapat Koordinasi dan Rencana Aksi secepatnya guna membahas RPKP berbasis DAS penghasil karet di Mantangai dan Timpah serta RPKP tertinggal di Kecamatan Kapuas Hulu melalui lintas pembiayaan yaitu APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, CSR dan APBDesa,” tekannya.

Ben dalam sambutan tertulisnya juga berharap agar ada perhatian dari Pemerintah Pusat, khususnya kepada Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi guna untuk memberikan fasilitasi dan percepatan pembangunan pada pengembangan kawasan perdesaan di Kabupaten Kapuas.

Selain itu, Muhajirin menambahkan untuk SKPD terkait seperti Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup, Disperindagkop, Dinas Perhubungan dan Transmigrasi dan Dinas Pekerjaan Umum yang terkait dengan masalah infrastruktur jalan, ia meminta dalam kegiatan-kegiatan yang mendesak di lapangan dinas-dinas terkait harus mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan pembangunan secara keseluruhan.

Ia menghimbau untuk segera melaksanakan pelatihan Budidaya Karet, pengolahan hasil serta pemasaran dalam hal kegiatan yang bersifat budidaya lahan dan sebagainya. Terkait dengan pelatihan tersebut, ia berharap dapat mengkoordinasikan dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang karet tersebut dan harus menjalin kerjsama dengan pihak swasta/pengusaha karet. Secara keseluruhan ia menekankan, sudah tentu sasarannya adalah desa-desa yang masuk dalam program pembangunan kawasan perdesaan walaupun Program Gerbang Desa Bajenta.

Sementara itu, Kepala BPMD Kabupaten Kapuas Drs. I Made Sumartha dalam laporannya menyampaikan adapun maksud dan tujuan diselenggarakannya rapat tersebut adalah untuk menyatukan dan menyamakan persepsi terhadap penetapan perencanaan pembangunan kawasan desa di Kabupaten Kapuas, memungsikan tentang penetapan program dan kegiatan selama 5 tahun pada kawasan berbasis DAS penghasil karet di Kecamatan Mantangai dan Timpah serta RPKP tertinggal di Kecamatan Kapuas Hulu, selain itu juga untuk memperkuat ketentuan kerja sama dalam proses perencanaan pelaksanaan dan evaluasi terhadap rencana pembangunan kawasan pedesaan (RPKP) Kabupaten Kapuas setelah ditetapkannya regulasi melalui peraturan Bupati terhadap kedua kawasan pedesaan yang ada di Kabupaten Kapuas tersebut. (Acc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here