Berbagi Melalui Donor Darah

0
487

Kuala Kapuas –Zonadinamika.com. Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Kapuas yang mengudara pada frekuensi 91,4 FM di Jalan DI Panjaitan Nomor 31B Kuala Kapuas,  menyiarkan programnya yaitu penyuluhan dan konsultasi gratis dengan dokter. Kamis (21/01) pagi, di RSPD mendatangkan  dr. Erny Indrawati yang di mana dalam acara membahas tentang donor darah.

 
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mengungkapkan donor darah adalah kegiatan sosial kemanusiaan yaitu dengan menyumbangkan darah untuk orang lain yang memerlukan darah, kegiatan donor darah bersifat sukarela berdasarkan PP 18 tahun 1980 pasal 2 BAB II tentang pengadaan darah dilakukan secara sukarela tanpa pemberian penganti berupa apapun dan pasal 3 BAB III tentang dilarang memperjualbelikan darah dengan dalih apapun.

 
Darah yang disumbangkan harus sehat artinya bebas dari penyakit berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan oleh WHO maka darah yang didonorkan harus bebas dari 5 penyakit yaitu Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis, Malaria dan HIV.

 
Syarat pendonor meliputi pertama usia 18-65tahun, kedua Berat badan minimal 50kg,ketiga suhu badan tidak boleh lebih dari 37,5ᵒC,keempat denyut nadi harus reguler tidak menunjukan tanda abnomarlitas jantung dengan frekuensi 50-100 denyut permenit,kelima tekanan darah sistotik dan diastolik tidak boleh melebihi 180 mmHg dan 100 mmHg,keenam kadar Hb minimal untuk laki-laki  13,5 gr/dl dan untuk perempuan 12,5 gr/dl.

 
Untuk itu maka setiap pendonor yang akan mendonorkan darahnya harus melalui proses yang di sebut seleksi donor,di lakukan bertujuan untuk : Melindungi kesehatan donor dengan memastikan donasi tersebut tidak berbahaya bagi kesehatannya pedonor dengan tekanan darah rendah atau anemia (Hb nya rendah) bila tetap donor dapat membahayakan dirinya sendiri, melindungi penerima darah atau pasien dari resiko penyakit menular atau efek merugikan lainnya, misalnya darah yang di sumbangkan memiliki Hb rendah maka tidak akan dapat membantu menaikkan Hb pasien, frekuensi pendonoran biasanya 2-3 kali setahun karena umur darah manusia sekitar 120 hari.

 
Pada dasarnya donor darah tidak menimbulkan komplikasi tetapi kadang-kadang seseorang yang mendonorkan darah untuk pertama kali menjadi pingsan setelah pendonoran hal ini biasanya terjadi pada donor dengan kecemasan, cuaca panas , dan ada riwayat  sering pingsan sebelumnya.

 
Di rumah sakit Kabupaten Kapuas Tahun 2015 jumlah pasien sebanyak 653 orang dan untuk kantong darah dalam 1 tahun perlu 1.500-2.000, di informasikan pada intitusi pemerintahan di Kabupaten Kapuas jika ingin melakukan aksi donor darah silahkan kordinasi pada Ka Utd Rsud agar dari pihak tranfusi mengunjungi intitusi yang ingin melakukan donor darah.(angga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here