Diduga Pegawai Pemerintah Selewengkan Gas Subsidi

0
682

Batam. Zonadinamika.com – Dengan adanya kebijakan Konversi minyak tanah ke gas yang dicanangkan pemerintah beberapa tahun yang lalu membuat gas elpiji menjadi sebuah objek teramat penting dikalangan ibu rumah tangga, dengan adanya hal tersebut maka muncullah peluang usaha agen/ pangkalan elpiji yang sangat menjanjikan keuntungan yang besar.

 

Banyak agen/pangkalan melakukan berbagai cara demi meraup keuntungan yang lebih besar  untuk  memperkaya diri sendiri, sekalipun pihak agen/ pangkalan mengetahui bahwa yang mereka lakukan sudah melanggar aturan izin yang dikeluarkan oleh dinas Disperindak tapi mereka tetap melakukanya oleh karena ambisi yang besar merap keuntungan yang lebih banyak.

 

Menurut sumber Zona Dinamika yang dapat dipercaya menjelaskan, bahwa adanya kenakalan pihak agen  dalam pengiriman gas kesetiap pangkalan elpiji, ada pangkalan gas elpiji yang dikirim pihak agen dalam satu hari sampai 2-3 kali sehari dengan jumlah yang besar sekali pengiriman 100-200 tabung, banyak pangkalan gas elpiji yang dikirim pihak agen hanya 2 x seminggu dengan jumlah yang berbeda sesuai jumlah izin yang dikeluarkan disperindag.

 

Dijelaskan, bahwa izin yang dikeluarkan disperindag 100 tabung, tetapi gas yang dikirim pihak agen kepangkalan 45-50 tabung, dan yang paling anehya, pihak agen mengirimkan gas elpiji dengan jumlah yang besar sekali pengiriman 200 tabung kerumah pribadi tanpa adanya izin pangkalan.

 

Dan yang paling parahnya, pihak age/pangkalan lebih mengutamakan melayani pihak penyulingan, pihak agen/pangkalan sudah kontek kontekan apabila gas elpiji sudah masuk dari pertamina, pihak penyulingan melangsir Gas 3 kilo pake keranjang dan juga ada yang pake mobil kery. Jelas nara sumber yang namanya tidak mau dipublikasikan dengan nada yang geram

 

Sesuai informasi yang didapatkan awak media ini dari narasumber, awak media ini langsung menelusuri ketitik yang dijelaskan nara sumber tanggal 26/01, dan menemukan pelangsir gas elpiji 3 kilo pake tossa kurang lebih 100 tabung, kesalah satu toko tanpa memiliki izin pangkalan dari disperindak yang terletak dilegenda malaka, pelangsir gas elpiji tersebut menjelaskan keawak media ini, “ bang saya hanya supir yang bekerja, biar saya bongkar dulu, selesai dibongkar abang ikut dengan saya ketoko ketemu yang punya bapak Doni pangkalanya ada dipunggur.

 

15 menit kemudian, sopir sedang menurunkan gas elpiji tersebut tiba tiba toko itu didatangi dua orang pria satu orang berseragam satpol PP, dan satu orang berseragam Limas mengaku bernama Doni kepada awak media ini, awak media ini menayakan apakah izin pangkalan gas elpiji yang dimiliki Doni   bisa menitip Gas elpiji tanpa ada izin pangkalan ketoko toko ? Doni menjawab dengan nada sombong dan tak bersahabat, “ Tanya saja kedisperindak”. Dan awak media ini langsung menghubungi Andre Kasi disperindak keponselnya, menayakan izin pangkalan atas nama Doni dipunggur, dan andre meminta untuk berbicara dengan yang namanya Doni, dengan nada sombong dan angkuh, doni mengatakan “ suruh orang disperindag itu kemari, atau menelpon saya, ungkap Doni.

 

Andre Kasi Desperindag menjelaskan diruang kerjanya saat dikomfirmasi awak media ini tangal 27/01, apapun ceritanya itu jelas tidak diperbolehkan, pemilik pangkalan gas elpiji hanya melayani masyarakat yang datang membeli gas elpiji, pangkalan gas itu tidak diperbolehkan menitip kewarung warung, memang doni ini orangnya bandal, itu juga sudah pernah ribut dengan salah satu media dikantin itu, dan dia benar seorang pegawai pemerintah, kalau ngak salah dinas diprovinsi,

 

Andre menambahkan kalau abang ada bukti photonya atau rekaman langsung saja bawakan kekabid bapak Amirudin, biasanya apabila ada pelanggaran sesuai aturan yang ditentukan, kita akan layangkan surat SP 1, apa bila juga dilanggar, kita akan kasih SP 2, dan pihak pertamina akan mengurangi volume pengiriman, apa bila abang ada juga menemukan bukti baru pelanggaran, kita langsung cabut izin pangkalan tanpa ada alasan, saya ini siapa bang, kalau pak Amir mengatakan cabut izinya, saya tinggal eksekusi saja,   jadi saran saya langsung saja bawa buktinya pada pak Amir. Jelas Andre (NGL)