Pemukulan Wartawan RRI, Kasat Pol PP Belu Minta Maaf Kepada Keluarga dan Institusi

0
1271

Atambua – Zonadinamika.com, Menyikapi kejadian yang terjadi beberapa hari lalu dimana anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belu melakukan Penganiayaan atau Pemukulan kepada salah satu wartawan RRI Atambua Tinus Boimau, Niko Umbu  selaku Kasat Pol PP Belu secara Institusi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga, terlebih kepada Radio Repulik Indonesia tempat korban bekerja.

Kasat Juga menyampaikan pemohonan maaf atas tindakan yang dilakukan salah satu anggota Satpol PP dan pihaknya sudah melakukan beberapa langkah untuk menyelesaikan baik secara kekeluargaan maupun secara institusi iapun mengakui akan tetap menghormati proses yang berlaku yakni Pelaku sudah sampai tingkatan penyelidikan oleh Kepolisian.

“kami serahkan sepenuhnya untuk diproses secara hukum kepada yang bersangkutan atas semua perbuatan yang telah dilakukan,” Kata Umbu ketika ditemui, Jumat (29/1/16).

Niko Umbu juga menegaskan bahwa salah satu anggota Pol PP yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, pihaknya akan melaporkan ke tingkat atas untuk diambil tindakan.

“mengenai setiap kegiatan yang berkaitan dengan tindakan-tindakan yang diambil oleh anggota, kami akan laporkan ke Bupati,” Tuturnya.

Kemudian, Kata Umbu, Khusus di Pol PP ada 2 jenis anggota, yakni  PNS dan Tenaga Kontrak (Teko), untuk PNS sudah ada aturan yang jelas, tetapi soal tenaga kontrak pihaknya akan menyampaikan kejadian ini ketingkat atas karena Tenaga kontrak direkrut lewat 1 (satu) Surat Keputusan Bupati dan untuk pemberhentian atau lain-lain tetap melalui Keputusan Bupati.

“semoga kedepan tidak terulang lagi, dan kalau meskipun ada tindakan dari pimpinan nantinya itu merupakan hal yang harus kami laksanakan ketingkat bawah,” Sambung Umbu.

Kedepan, pihaknya akan lebih banyak melakukan pembinaan terhadap anggota sehingga kejadian ini tidak terulang lagi, sebab dengan adanya kejadian ini menjadi suatu momen untuk Pol PP agar membenahi ulang berkenaan dengan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan minum-minuman keras dan khusus untuk anggota POL PP mulai dengan kejadian ini, Ia akan lebih perketat lagi.

Ia menambahkan bahwa Setiap kali melakukan apel, untuk anggota akan dilakukan briving dan tekanan untuk tidak minum-minuman keras karena hal ini sangat mempengaruhi tugas, apalagi tugas dari POL PP itu langsung berhadapan dengan masyarakat dan mereka dilatih untuk bisa menjadi penengah, dan menjaga agar tidak terjadi hal-hal diluar kendali.

“Kedepan kami akan upayakan, kalau kedapatan ada anggota yang minum-minuman Keras, maka kami akan ajukan keatas untuk diambil tindakan lebih lanjut karena ini berkaitan dengan kebijakan  yang sepenuhnya ada dibawah kendali Pimpinan Daerah,” Tegas Umbu. (Yulianus Feka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here