DPRD Kutuk Pemukul Wartawan RRI, “Tidak Ada Ampun Bagi Pelaku”

0
1033

Atambua – Zonadinamika.com, Fransisco Pereira Anggota DPRD Belu Fraksi Gerindra mengutuk keras Penganiayaan terhadap wartawan RRI Atambua Tinus Boimau, dan Ia meminta agar proses hukum terhadap kedua pelaku harus dituntaskan dan tidak ada ampun bagi mereka.

“Jangan Sekali-kali main tangan besi dan ringan tangan dengan Wartawan sebab wartawan punya tugas yang mulia yakni menyampaikan aspirasi rakyat, juga harus dipandang sebagai mitra yang baik dengan siapa saja, dan jangan pernah dianggap remeh apalagi menggunakan kekerasan fisik”, Kata Fransisco Pereira Anggota DPRD Belu dari partai Gerindra mengatakan dengan Tegas saat dikonfirmasi wartawan mengenai kasus Pemukulan Wartawan RRI Atambua, Selasa (02/02/16).

Lanjutnya bahwa Kasus tersebut harus dituntaskan dan tidak ada ampun bagi pelaku pemukulan yang adalah anggota Satpol PP tersebut. “tidak ada ampun bagi pelaku”, Ungkap Fransisco.

Anggota DPRD yang sering disapa Siku Naruk itu menuturkan bahwa, seorang anggota Satpol PP adalah aparat penegak Peraturan Daerah dan dalam menjalankan tugasnya selalu berhadapan dengan wartawan sebagai mitranya bukan menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan.
“bagaimana mau menegakan aturan kalau wartawan aja kamu pukul,” Cetusnya.

Selain itu, menurutnya Sanksi yang harus diberikan kepada pelaku yang merupakan pegawai Kontrak sebaiknya diberhentikan dan dipecat dan kalau ia berstatus sebagai PNS maka harus dipindahkan keluar daerah Belu.

“kalau dia tenaga kontrak sebaiknya dipecat saja, kalau PNS ia harus dipindahkan diluar Kabupaten ini,” Kata Siku Naruk.

Siku Naruk juga menyampaikan bahwa pihaknya sebagai DPRD akan terus menindaklanjuti kasus ini sampai ke Pemerintah Daerah, sejauhmana proses penyelesaiannya. (Yulian Feka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here