Oknum Kepsek SMK Texmaco Karawang Diduga Fitna Media,Akan di Polisikan

0
2814

Karawang,Zonadinamika.com. Pasca aksi kekerasan oleh Saryono oknum kepala sekolah (Kepsek) SMK Texmaco Karawang yang tercium oleh media membuat Kepsek kebakaran jenggot.

Tindakan konyol terhadap 8 orang siswa yang masih duduk di bangku kelas tiga, yang terjadi pada 19 Januari 2016 lalu. Dan di hajar dengan sepatu Safety di lapangan sekolah yang di saksikan sejumlah guru dan siswa.Kekerasan terhadap siswa akibat terlambat masuk kelas pada jam belajar.

Perbuatan oknum Kepsek tersebut akhirnya menjadi komsumsi berita Zonadinamika.com, dan pada media ini, Saryono pun mengakui atas terjadinya pemukulan pada siswa.

“Ya memang betul kami melakukan tindakan itu pada siswa, namun semua itu terjadi karena siswa berusaha berbohong.Namun apa yang terjadi semua sudah kami selesaikan di sekolah dengan saling memafkan antara siswa dan guru, kami marah bukan semata-mata karena benci, kami hanya memberikan pelajaran agar tidak melakukan hal-hal yang nota bene bisa merusak mental siswa sendiri.

Jadi perlu kami tegaskan, sudah tidak ada masalah,semua sudah klir, dan tidak ada yang perlu di luruskan,semua sudah selesai dengan aman dan tentram di sekolah, baik murit maupun dengan Kepsek dan para tenaga pengajar” papar Saryono pada Zonadinamika.com beberpa waktu lalu.

Dengan muculnya aib tersebut, di hadapan para siswa Saryono memuaskan rasa kecengkelanya dengan nada keras memintah maaf pada para korban keganasanya dan mengatakan. “Kejadian pemukulan yang saya lakukan dan siapa yang melapor media “ecek-ecek” itu” Kata Saryono dengan pengeras suara dalam sebuah gedung kata salah seorang siswa yang menjadi korban.

“Karena saya cerita atas kejadian yang menimpah kami pada wartawan, kami di bentak-bentak dan menuduh media bapak lagi sebagai media ecek-ecek”, kata salah seorang siswa korban kekerasan pendidik bermental tidak terpuji tersebut pada Wartawan Zona Dinamika.com.

Adanya tindakan fitnah pada media ini yang di sampaikan oleh oknum Kepsek di hadapan para siswa, membuat Budiman pemimpin redaksi Zona Dinamika.com merasa tersinggung.

“lantang banget itu kepala sekolah mengatakan bahwa Zona Dinamika.com sebagai media ecek-ecek, ini tidak bisa di biarkan, dan pernyataan tersebut sudah kenah pada pasal 311 KUHP dengan mengeluarkan kata-kata Fitnah dan kita dalam hal ini tidak bisa tinggal diam” tegas Budiman.

Dan di tambahkan, ya kita memang masih media baru, tapi tidak sepantasnya Saryono selaku pindidik sembarangan ngomong dan mengatakan media itu ecek-ecek, dan para siswa yang melaporkan atas kejadian tindakan kekerasan yang dia lakukan, adalah hal yang wajar.

Budiman menambahkan, dirinya sudah berusaha menghubungi berulang kali Kepsek Via Telepon dan SMS namun tidak ada jawaban. “Saya sudah berusaha mengklarifikasi atas ucapan media ecek-ecek tersebut pada Saryono, baik Via telepon dan SMS, namun belum ada jawaban, konyolnya HPnya mala di matiin. Itu artinya beliau selaku kepsek tidak ada niat baik untuk ingin meluruskan dugaan tuduhan fitnah ini.

Sementara itu, Andi Loude dari Dikmen pendidikan Karawang ketika di mintah komentarnya mengatakan, “Kata-kata itu perlu di luluskan pada kepseknya, apa benar beliau mengatakan kata-kata media ecek-ecek, bila benar itu sama saja melakukan fitnah pada media, dan bila beliau tidak ada pengakuan sementara sumber jelas, laporkan saja pada pihak berwajib saya dukung itu, tegas Andi via Telepon selulernya.

Menanggapi atas hal tersebut Kanit Reskrim Polsek Kota Karawang AKP.H.Simangunsong,SH dan Purn Kombes Pol H. DJafa’ar, BA sebagai Dewan Pembina Redaksi Zona Dinamika.com, menegaskan.

“Apa yang di lontarkan oleh Oknum Kepsek di hadapan para siswa yang melaporkan pada media atas tindakan kekerasan yang Kepsek lakukan sudah tepat, Wartawan sebagai corong informasi masyarakat, dan tidak sepantasnya Saryono Selaku Kepala Sekolah SMK Texmaco mengatakan media yang menyorot dan menampung keluhan siswa di katakana sebagai ” media ecek-ecek”, itu sama saja melakukan fitna pada media dan melanggar KUHP Pasal 311, dan kasus ini harus di laporkan pada pihak kepolisian tegas AKP H.Simangunsong”.

“Laporkan saja pada Polsek Klari,ini tidak bisa di biarkan agar beliau diproses secara hukum, bilang saya yang menyuruh” pesan AKP H Simangunsong.
Maka 2 x dalam 24 jam bila Kepsek SMK Texmaco tidak ada jawaban atas sms untuk melakukan klarifikasi, maka dengan terpaksa kita kami laporkan kasus Fitnah ini pada penegak hukum, tegas Budiman. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here