SMKN Perbatasan Lamaknen Selatan Minim Fasilitas

0
676

Atambua, NTT-Zonadinamika.com. Sekolah sebagai salah satu pilar pendidikan sudah sepatutnya untuk diperhatikan kesejahteraanya, hal tersebut yang harus dilihat oleh Pemerintah Daerah.

di Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Belu khusus Kecamatan Lamaknen Selatan, nampaknya ada salah satu sekolah SMKN Perbatasan Lamaknen Selatan dusun Kotasai Desa Lakmaras yang masih minim sarana prasarana, ini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah untuk memfasilitasi sekolah tersebut, sebab berdasarkan data pokok kependidikan SMKN Perbatasan Lamaknen Selatan termasuk tanggung jawab dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belu.

Kondisi SMKN Perbatasan Lamaknen Selatan ini masih jauh dari perhatian, sebab sekolah ini masih mengalami kekurangan ruangan guru, WC serta beberapa fasilitas lainnya yang diperlukan untuk proses belajar mengajar.

Kondisi sekolah ini sangat darurat sebab ruangan gurunya masih menggunakan terpal sebagai atap dan tiang penyangga dari bambu yang pada musim hujan menyulitkan guru-guru dalam melakukan aktivitas mengajar karena air hujan bisa masuk dengan mudah.

Melihat kondisi ini, butuh perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera menanganinya, sebab sekolah tersebut adalah alternatif paling tepat untuk kelangsungan pendidikan SLTA karena berada langsung di daerah sabuk perbatasan dengan jarak yang memungkinkan untuk bisa dijangkau dari desa-desa yang berada jauh dari pusat kota.

Falentinus Ati Tala selaku Kepala SMKN Perbatasan mengatakan untuk saat ini sekolah tersebut masih membutuhkan ruangan mess guru, asrama untuk siswa serta WC untuk MCK dan Ia berharap agar segera dibangun oleh Pemda.

Selain itu, ketersediaan air juga minim, mengingat jarak untuk mengambil air sangat jauh, untuk sementara masih diusahakan sebuah fiber sebagai bak penampung.

“Kami minta dibangun lagi perpustakaan, Mess guru serta asrama, ruang belajar dan kantor kepala sekolah,” Kata Falen Ati.

Ketua Komite Sekolah juga mengatakan bahwa penambahan sarana serta prasarana tersebut sangat penting karena masyarakat disekitar sekolah terlebih para orang tua siswa sangat berterima kasih karena mereka tidak perlu jauh-jauh lagi menyekolahkan anaknya sampai ke kota, dan beban untuk menyekolahkan anak mereka juga menjadi berkurang dengan adanya sekolah ini.

“Orang tua siswa senang karena sudah dekat, mengurangi transportasi, dan bisa mengurangi beban hidup,” Kata Theodorus.

SMKN Perbatasan juga memiliki dua jurusan yakni Peternakan dan Pertanian yang sangat cocok dengan kondisi didaerahnya, hal ini nampaknya bisa memberi keterampilan buat anak agar setelah tamat bisa membuka lapangan kerja sendiri dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada,” Ucap Bere Laku.

Untuk diketahui SMKN Perbatasan didirikan sejak tahun 2013 yang lalu denga tenaga pendidik sebanyak 24 orang guru diantaranya; 5 guru PNS, 1 guru kontrak, 18 guru komite.
Sedangkan peserta didik sejumlah 92 orang dari 2 jurusan tersebut ada 19 orang di Pertanian dan 22 orang di Peternakan. (Yulian Feka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here