Kampung Yegeiyepa Membuka Lapter Swadaya Ingin Seperti Kampung Lain Papua

0
533

Jayapura Zonadinamika. com masyarakat kampung Yegeiyepa Distrik Piyaiye Kabupaten Dogiyai Inisiatif tinggi Membuka lapangan terbang baru karena melihatnya perkembangannya pembangunan saat ini belum disentu, serta Pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai belum diperhatikan dengan seksama di kampung tersebut.

Jika sulit untuk membangun daerah itu, sehingga kami komitmen yang sungguh tinggi untuk membuka Lapangan Terbang swadaya Mudedimi adalah sangat penting dan manfaat bagi kami,sehingga kampung itu sangat terpencil dan letak geografisnya sangat sulit karena diapit dua pegunungan terbesar yakni Pegunungan besar yaitu Tiho (Charles Louis) dan Pegunungan Lemou (Weyland) serta kampung tersebut letaknya batas berapa kabupaten yakni di bagian selatan Kabupaten Kaimana, bagian barat Kabupaten Wondama,Utara Kabupaten Nabire dan Timur Kabupaten Dogiyai sehigga; hal ini seperti samapaikan oleh salah satu Toko Pemuda Yegeiyepa Flix Magai kepada wartawan hari minggu 02/18/2016)”

“Lanjut dia, lapangan terbang swadaya Mudedimi Kampung Yegeiyepa kami Masyarakat membuat swadaya untuk memakai alat kerja patakai, Sikop, ringkis dan karon sehingga 200 Meter sudah selesai tetapi sekitar 200 meter masih belum kerja lagi sehingga membutuhkan waktu sangat lama; katanya.”
Kesempatan yang sama Kepala Kampung Yegeiyepa Bapak Alfons Wakei Membenarkan menegaskan bawah, selama ini pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai setempat belum pernah dianggarkan untuk membantu dalam membuka lapangan terbang Swadaya Mudedimi.ungkapnya dengan nadah yang tegas”

Kemudian Mahasiswa Umel Mandiri Jayapura asal kampung yegeiyepa Yohanes Piyaiyepai Magai membenarkan hal ini karena pemerintah daerah kabupaten Dogiyai selama ini, belum di perhatikan untuk masyarakat membuat lapangan swadaya Mudedimi seharusnya pemda setempat harus perhatikan kepada masyarakat membuka lapangan terbang swadaya itu, menurut Undang –Undang No.21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua diantara empat segmen yang harus prioritaskan diantanya di bidang Pembangunan Inprastruktur serta kebijakan Gubernur Papua Dana Otsus 80% untuk Kabupaten /kota dan 20% untuk provinsi sehingga kedepannya Pemerintah daerah setempat maka impelementasi dana otsus harus membantu & mengelolah sesuai permasalan masyarakat setempat.

Lanjut Magai, Pemerintah Kabupaten Dogiyai buka kaca mat riben supaya melihata penderitaan Rakyat setempat itu, karena adanya rakyat maka pemerintah itu hadir kalau rakyat tak ada tidak mungkin pemerintah itu akan hadir maka mau tidak mau suka tidak suka harus di perhatian sungguh secara serius tutur
(Musa Boma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here