ADAT TIDAK BOLEH BUAT ORANG JADI MISKIN

0
555

Atambua, NTT- Zonadinamika.com, Adat/budaya di kabupaten Belu memilikisatu nilai keakraban yang luar biasa. Nilai keakraban itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat. Olehkarenanya budaya adat tidak boleh membebani seseorang menjadi miskin atau susah.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan Usai membuka forum diskusi kelompok dengan topik pengaruh adat istiadat dalam penanggulangan kemiskinan, di Aula Bappeda Belu, Kamis 03/03/2016.“Jadi nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, saling menghargai di dalam adat itu, harus diilhami agar budaya/adat itu dapat mengangkat kehidupan ekonomi masyarakat,”ujar mantan Sekda Belu itu

Dikatakannya, didalam pikiran/kebiasaan keseharian kita, bahwa kadang-kadang budaya adatitu, berpengaruh pada kemiskinan karena ada kewajiban-kewajiban adat yang harus dipenuhi.

Padahal menurut wakil bupati belu, pelaksanaan nilai adat harus dilakukan secara bersama bukan perorangan atau sendiri-sendiri.“Adat kita ini, tidak pernah berpikir tentang bagaimana kita itu menjadi orang kaya nanti, tidak ada dalam adat itu rumusan-rumusanekonomi, yang ada itu keinginan-keinginan solidaritas sosial untuk bersama sama mengatasi sesuatu yang menjadi beban bersama,”tutur mantan Camat Malaka Barat ini.

Menurutnya, nilai agama, nilai adat dan nilai kepemerintahan seperti aturan/regulasi harus menjadi pedoman dalam kehidupan keseharian karena nilai-nilai itu mengatur tentang pola dan prilaku kehidupan manusia. Dirinya berharap melalui forum diskusi kelompok ini diharapkan dapat menghasilkan pikiran, gagasan/ide-ide tentang pengaruh adat dalam menanggulangi kemiskinan di wilayah kabupaten Belu.

Sebagai pimpinan pemerintah Kabupaten Belu saat ini, dirinya menyatakan bahwa pemerintah kabupaten Belu sangat mendukung peran lembaga adat yang telah dibentuk, untuk bersama-sama dengan pemerintah dan elemen lainnya membangun kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.“Peran lembaga adat sangat penting, diharapkan lembaga adat itu dapat berperan di dalam kiprah pembangunan bersama pemerintah dan tokoh agama, adat tidak boleh berdiri sendiri.

Orang yang beradat, orang yang beragama, pasti dia juga akan menjadi pelaksana aturan-aturan regulasi pemerintah yang baik dan searah dengan nilai-nilai lainnya,”pungkasnya.

Hadir dalam acara diskusi kelompok itu para Tokoh Adat sekabupaten Belu, Anggota Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan kabupaten Belu, Tim Ekonomi kabupaten Belu, Pimpinan LSM Wahana Misi Indonesia serta insan pers.

Hasil yang diharapkan dari forum diskusi kelompok ini adalah diperolehnya data aktual tentang pengaruh adat istiadat dalam penanggulangan kemiskinan di kabupaten Belu, teridentifikasinya permasalahan atau hambatan terkait adat istiadat dalam penanggulangan kemiskinan di kabupaten Belu sertaadanya rekomendasi komitmen bersama untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dikabupaten Belu . (humassetdabelu/Nus F.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here