Presiden Jokowi Harus Turun Atasi Labora Sitorus

0
754

Jakarta,Zonadinamika.com. Populernya kembali kasus Labora Sitorus pasca berhasilnya melarikan diri saat hendak dilakukan proses pemindahan terpidana kasus pencucian uang dan pembalakan liar, ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta.

Saat hendak dijemput tidak berada di kediamannya di Sorong, Papua, saat hendak dijemput oleh petugas gabungan Kementerian Hukum dan HAM.
“Saat petugas berhasil masuk ke rumahnya, yang bersangkutan (Labora) sudah tidak ada di tempat,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan I Wayan Dusak saat dihubungi, Jumat (4/3/2016).

Mengingat jasa Labora Sitorus, sehingga saat, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan tim dari Kemenkumham mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang berusaha melindungi Labora.

Hingga saat ini, aparat keamanan masih berupaya menyisir lokasi di sekitar tempat pelarian Labora.
Selama ini, Labora mengaku sakit dan menyalahgunakan izin berobat agar dapat kembali ke rumahnya. Hal tersebut yang membuat Labora tak kunjung ditahan hingga menjadi terpidana 15 tahun penjara.

Labora telah divonis 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 miliar pada 17 September 2014.

Dia terkena kasus tindak pidana pencucian uang karena kepemilikan dana di rekening bank sebesar Rp 1,5 triliun.

Menanggapi atas kaburnya Labora Sitorus, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul mengkritik Kementerian Hukum dan HAM yang kembali gagal menyeret terpidana kasus pencucian uang dan pembalakan liar, Labora Sitorus, ke dalam lembaga pemasyarakatan Cipinang, Jakarta.

“Ini merupakan tamparan bagi Menterian Hukum dan HAM,” kata Ruhut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/3/2016).
Dengan kejadian ini, Ruhut meminta Yasonna untuk mengambil sikap tegas kepada anak buahnya yang ada di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Harapannya, kesalahan yang sama tidak akan kembali terulang di kemudian hari.

“Kalau perlu copot saja itu Dirjen Pemasyarakatan. Memang sudah rahasia umum kalau bicara lapas, uang adalah segala-galanya. Ini terbukti lagi,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Menkumham, lanjut Ruhut, harus lebih fokus mencurahkan perhatiannya kepada Ditjen Pemasyarakatan dibandingkan ditjen lainnya. Sebab, dari berbagai masalah yang ditangani Kemenkumham, Ruhut melihat masalah lembaga pemasyarakatan ini lah yang paling parah dan krusial.

“Menkumham selama ini hanya menangani politik saja. Enggak usah lah dicampuri parpol yang ribut-ribut itu,” ucap Ruhut.
Hingga saat ini, aparat keamanan masih berupaya menyisir lokasi di sekitar tempat pelarian Labora.

Selama ini, Labora mengaku sakit dan menyalahgunakan izin berobat agar dapat kembali ke rumahnya. Hal tersebut yang membuat Labora tak kunjung ditahan hingga menjadi terpidana 15 tahun penjara.

Labora telah divonis 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 miliar pada 17 September 2014. Dia terkena kasus tindak pidana pencucian uang karena kepemilikan dana di rekening bank sebesar Rp 1,5 triliun.

Sementara itu pengamat peradilan dan juga sebagai dosen di salah satu universita di Jakarta Drs. Yan Pieter Panjaitan SH. Menilai bahwa peradilan kasus nya (Labora Sitorus-red) sarat ke tidak adilan.

Yan Pieter menilai, Labora Sitorus di cintai masyarakat Papua karena kebaikannya menciptakan lapangan kerja ,membantu orang-orang miskin .Menyediakan sekolah-sekolah tempat Ibadah.

Dengan jasa beliau, Labora sudah diangkat sebagai warga Papua asli dan diberi marga dan karena kemurahan hati nya.
Wajar masyarakat Papua siap mati untuk Labora.Sitorus, Bahkan ketika acara ILC…tokoh Papua menganggap Labora Sitorus sebagai Utusan Tuhan untuk rakyat Papua.

Secara pribadi, saya merinding aku mendengar nya dan bangga sebagai orang suku Batak, melihat Labora Sitorus penuh kasih saying. Terang Yan.

Maka tuduhan pencucian uang yang dituduhkan pada Labora sepertinya tka kuat bukti nya, dank arena itulah bahwa menurut pengacaranya dulu Jhonson Panjaitan, karena uang di rekening nya hanya 17 juta.

Dengan tuduhan pembelian bahan bakar illegal, kenyataan di pulau-pulau kecil tak ada SPBU justru kapal-kapal Labora Sitorus lah yg membawa nya.juga kebutuhan pokok lain.

Lebih jauh Yan Pieter mengatakan, mengenai kayu ilegal? Ada izin nya dari kehutanan.lagi pula rakyat Papua kalau tak ada penjualan kayu ini, maka bila perusahaan Labora Sitorus habis maka akan berdampak negatif. dan rakyat Papua makin miskin.

Seraya berharap, di balik kasus Labora ada baiknya pihak pemerintah menilik banyak hal apakah ada unsure-unsur persaingan usaha.atau unsur SARA .? terang Yan dengan nada Tanya.

Sebab dampak nya saat ini Labora Sitorus yang seharus nya sebagai pahlawan ekonomi Papua mendapat penghargaan dari pemerintah menjadi Narapidana bahkan DPO.
Dan kondisi ini menurut saya sangat melukai hati masyarakat Papua Aku ingin diselesaikan secara bijak politis, bebaskan Labora Sitorus.

Hai teman-temanku aku ingin kita beri rasa simpati kepada Labora Sitorus yang luar biasa,Labora Sitorus Pahlawan Papua ajak Yan lewat akun medsosnya. (Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here