KA BNNK Touna, Irup Upacara Bendera Di SMKN 1 Ampana Kota

0
673

Touna, Zonadinamika. Com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) Tojo Una Una (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), AKBP Djohansah Rahman, S.Pd, hari ini, Senin (7/3/2016) menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada pelaksanaan upacara bendera hari senin di SMKN 1 Ampana Kota.di dampingi oleh Kasubag Umum, Kasie Rehabilitasi, dan sejumlah staf.

Dalam amanatnya Kepala BNNK Touna, AKBP Djohansah Rahman, S.Pd, ,menyampaikan, perlu kita ketahui bersama, bahwa pada saat ini peredaran Narkoba atau obat-obat terlarang sudah meeramban pada seluruh lapisan masyarakat, termasuk pada lingkungan pendidikan pun sudah di susupi.

“Seperti kita ketahui, untuk Kabupaten Touna semakin banyak para siswa dan siswi mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar, SLTP sampai SLTA,” terang Kepala BNNK Touna, yang baru menjabat kurang lebih 4 bulan itu.

Dia mengatakan, dimana untuk pendidikan sekolah dasar telah banyak di temukan para siswa siswi menghirup lem foks. Dikalangan pendidikan SLTP dan SLTA banyak mengkonsumsi obat THD, pil katapel dan yang marak tahun lalu adalah Cristy, merupakan jenis rakitan dari pil THD yang reaksinya membuat korban langsung FLY dan bertingkah laku seperti anjing gila.

“Perlu para siswa ketahui bahwa obat-obatan yang banyak di konsumsi oleh para siswa adalah peruntukkannya buat menyembuhkan orang gila dengan resep dokter. Tetapi karena di salah gunakan dengan tidak menggunakan resep dokter, maka yang mengkonsumsinya tersebut menjadi gila,” katanya.

Djohansah juga mengatakan, baru-baru ini Kepala BNN RI Bapak Komjen Budi Waseso telah mengumpulkan seluruh ulama dan pimpinan pondok pesantren Jawa Timur terkait dengan peredaran ekstasi pada pondok pesantren.Dalam pertemuan tersebut Kepala BNN RI menyampaikan bahwa Narkoba terus membayangi kehidupan di Indonesia.

Menurut Kepala BNN RI Narkoba sudah di salah gunakan hingga di lingkungan pesantren. Narkoba sudah masuk ke kalangan santri terutama di Jawa Timur. Santri zikir dari pagi ke pagi menggunakan ekstasi, bukan hanya santri tetap kiyai juga.Hal ini modusnya di sampaikan bahwa obat tersebut adalah obat kuat yang dapat memberi ketahanan pada tubuh sehingga dapat tahan untuk berzikir,” ujarnya.

“Olehnya kami, menghimbau kepada selurh kalangan pendidikan untuk berhati-hati dan menangkal segala bentuk upaya yang di lakukan pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap penyalah gunaan Narkotika di lingkungan sekolah.

Dia mengungkapkan, sebagai bukti bahwa Narkotika telah merambah di kalangan pelajar tingkat SLTP di Kabupaten Touna, pada tahun 2015 sekitar bulan Oktober BNN melakukan tes urine dan menemukan 1 orang siswa yang positif mengkonsumsi Narkoba jenis Sabu-Sabu.

“Apakah ini akan kita biarkan? bagaimana dengan masa depan anak-anak kita? apakah memang sudah seperti ini potret masa depan generasi emas? tentu jawabannya tidak,” ungkapnya.

Olehnya itu saya selaku Pimpinan BNNK Touna, mengajak seluruh para siswa-siswi dan dewan guru yang berada di wilayah Kabupaten Touna, untuk bersama-sama memberantas peredaran dan penggunaan obat-obat terlarang dan Narkoba di Kabupaten Touna.

“Mari kita bebaskan sekolah ini dari bahaya peredaran dan penggunaan Narkotika dan Obat-obat terlarang dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Generasi muda adalah generasi emas. Mari kita jauhi Narkoba. Katakan tidak untuk Narkoba. Stop Narkoba,” ajaknya.(Yahya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here