Korupsi Rp 3.5 Miliar Panwaslih Nias Selatan Terus Bergulir

0
1055

Nias Selatan, Zonadinamika.com. Kasus korupsi yang terus bergulir di Kabupaten Nias Selatan semakin jelas, dimana dua anggota Panwaslih Nias Selatan YA’ATULO HALAWA dan MEIDANARIANG HULU mendatangi Kejaksaan Negri Teluk Dalam Jalan Diponegoro Teluk Dalam, Kedatangan Kedua anggota Panwalih Kabupaten Nias Selatan ke Kejaksaan Teluk Dalam untuk melakukan Pengadukan tentang adanya indikasi Penyalahgunaan anggaran Panwaslih Kab.Nisel sebesar Rp. 3,5 Miliar ke Kejaksaan Negeri Teluk Dalam.

Ya’atulo Halawa yang merupakan anggota Panwalih Kabupaten Nias Selatan selama dua periode menjelaskan kepada sejumlah Media membenarkan dirinya bersama Meidanariang Hulu didampingi oleh Kuasa Hukum Kosmas Dohu Amazihono, SH.,MH, telah melakukan pengaduan secara resmi di Kantor kejaksaan Teluk Dalam senen (29/2), terkait Dana Hibah yang diterima Panwalih Kabupaten Nias Selatan dari Pemkab Nisel sebanyak Rp.9 M dari APBD TA 2015 dalam rangka mensukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan.

Ketua Panwalih Nisel Ismael Dachi, SE bersama Kepala Sekretariat Panwalih sebagai Pejabat Pembuat Komitmen ARISTON LAUZISOKHI DAELI, S.Pd., dan Bendahara Pengeluaran EMANUEL PERDAMAIAN NDRURU alias Boy, di duga hanya menyalurkan dana hibah sebesar Rp 6 Miliar dari Rp 9 miliar yang diterima, sementara Rp 3.5 miliar lagi tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara ada hak-hak Komisioner Pnawaih Kabupaten Nias Selatan dan jajaran Panwaslih se Kab. Nisel yang tidak dibayarkan, antara lain Hak fasilitas, gaji dan honor Pengawas TPS, PPL desa, Anggota Panwascam, Sekretariat Kecamatan dan berbagai anggaran fasilitas.

Bendahara Panwaslih Kabupaten Nias Selatan Emanuel Perdamaiann Ndruru alias Boy Kepada beberapa Medias, Jumat (4/9) menjelaskan pihaknya sebagai bendahara uang yang telah dicairkan dapat dipertanggung jawabkan dan bukti bukti semua pembayaran lengkap, dirinya sangat menyayangkan apa yang dilaporkan kedua Komisioner Panwalih Nisel tidak beralasan dan ngawur, hanya mencari cari sensasi publik, bagaimana bisa kami gelapkan dana sebesar Rp 3.5 miliar, pembayaran gaji panwaslih sekabupaten Nias Selatan saja udah mencapai Rp.6.5 miliar, sisa dana tinggal Rp.2,5 miliar, sedangkan tagihan ke Pemkab Nisel yang belum di bayarkan ke Panwaslih Rp.1.5 miliar lagi.

Boy menambahkan Kedua Komisioner yang melaporkan mereka ke Kejaksaan Teluk dalam hanya faktor Dendam dan kesal, karena apa permintaan kedua panwalih itu tidak dikabulkan oleh Ketua Ismael Dachi. Jelas saya tidak berani melakukan eksekusi lapangam kalau ketiga Komisioner itu tidak memerintahkan saya, secara tertulis dan resmi.(doeha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here