Ormas Islam Serbu Kantor Wali Kota Bekasi

0
494

Bekasi Utara-Zonadinamika.com Seribu massa yang tergabung dalam Ikatan Forum Silahturahmi Umat Islam Bekasi mendatangi Kantor Wali Kota Bekasi, di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan sekitar pukul 10.25 WIB Selaku kordinator lapangan Ustadz Ismail Ibrahim menjelaskan “Kehadiran kami untuk meminta. Kepada Wali Kota .Rahmat Effendi agar segera pencabutan surat izin pembangunan Gereja Santa Clara, Bekasi Utara. ” ujar Ustadz Ismail Ibrahim, di depan gerbang Kantor Wali Kota Bekasi, Senin (7/3)

Saat ini menegaskan, kami (Umat Islam) telah menyegel tembok pagar Gereja Santa Clara, dan ini disaksikan. Langsung oleh Kapolsek Bekasi Utara dan ditandatangani oleh perwakilan Umat Islam.

“Lebih lanjut Ustaz Ibrahim Kita telah menyegel Gereja Santa Clara yang disaksikan Kapolsek Bekasi Utara dan ditandatangani perwakilan Umat Islam.
Tidak ada lagi kegiatan pembangunan di dalam gereja,” semangat di hadapan massa,Kami sudah berkali-kali melakukan mediasi namun tidak pernah ditanggapi untuk melakukan pencabutan izin pembangunan Gereja Santa Clara.

Selama ini terkait pembangunan , Gereja Santa Clara yang beralamat di Kelurahan Harapanbaru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, menuai banyak penolakan dari Ormas Islam. Juga kita puluhan kali audiensi, tapi Wali Kota membandel, tidak pernah mendengarkan kita.

Lebih Tegas Ibrahim tegaskan Pembangunan Gereja Santa Clara jelas ilegal dalam status quo tapi Wali Kota Bekasi membiarkan pembangunan tetap dilanjutkan,” katanya.

Sekedar Imformasi Awalnya, seribu massa yang berkumpul dari Pondok Pesantren At Taqwa Ujungharapan, Keluarahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi berkonvoi jalan kaki menuju lokasi pembangunan Gereja Santa Clara, Bekasi Utara, perbatasan dengan Kabupaten Bekasi.

Di lokasi pembangunan Gereja Santa Clara, massa berorasi dan melakukan penyegelan di gerbang masuk gereja. Gereja
Meski pembangunan Gereja Santa Clara ini telah disetujui oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, sesuai dengan prosedur pendirian bangunan ibadah yang berlaku.

Namun, itu di nilai tidak layak di wilayah Bekasi Utara, Kota Bekasi dan Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi terdapat Pondok Pesantren terbesar bernama At Taqwa yang digagas oleh KH Noer Ali. Ribuan santri mengecap pendidikan di tempat ini. Pondok Pesantren ini merupakan pusat pendidikan terbesar di Kabupaten dan Kota Bekasi.

Di sela sela unjuk rasa tersebut Momon Suleman Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi,yang mewakili Pemkot Bekasi mengajak perwakilan untuk bermediasi di dalam ruangan Humas Pemkot Bekasi untuk menyampaikan aspirasinya kepada Wali Kota Bekasi

“Kita akan undang Wali Kota untuk diajak bertemu dengan saudara-saudara dan menyampaikan hal-hal yang disampaikan kepada wali kota,” kata Momon Sulaeman
“Wali Kota Bekasi sebagai pejabat negara, telah mendatangani izin pembangunan gereja sesuai dengan persyaratan dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, sudah sesuai prosedur,” katanya. “Hanya ada dua pilihan yakni dicabut atau melakukan upaya hukum melalui PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Penandatanganan sudah melalui proses tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan,” ungkap Momon.

Terpantau Zonadinamika.com Akibat demo masa tersebut menutup dua jalur lambat dari persimpangan Jalan Juanda hingga depan Kantor Samsat Kota Bekasi. Meskipun begitu, arus lalu lintas di jalur cepat tidak ditutup namun kendaraan tampak padat merayap.(an)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here