Perkebunan Milik BUMN,Beralih Fungsi Menjadi Galian C,Logo Mabes Polri Di Pertanyakan

0
1113

Pemalang Jateng,Zonadinamika.com. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT.Perkebunan Nusantara IX,Divisi Tanaman Tahunan Kebun Semugih,Afdeling Semakir,dengan luas 352,29 Hektar yang di duga kuat telah bekerjasama dengan CV.Hapsa Mas (dari Semarang).

Dan yang lebih mengherankan lagi terdapat spanduk besar yang terpampang jelas logo POLRI dan bertuliskan KEMITRAAN DENGAN MABES POLRI yang di laksanakan oleh CV Hapsa Mas sesuai SK Nomor:SKRK/18/II/2016/PUSKEU dan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor:503/009/IUP.OP.K.UP-B/VII Tahun 2015,berlokasi di Desa Semaya Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang.

Sangat jelas tertulis bahwa CV.HAPSA MAS,selaku pemegang Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah,tentang pemberian ijin pertambangan operasi produksi khusus untuk penjualan bantuan pasir kepada CV.Hapsa Mas.

Diketahui,PT.PN IX sejak sekitar tahun 1973-1981 telah ditanami pohon kelapa hingga mencapai jumlah pohon 7570 dan area yang ditanami seluas sekitar 115 Hektar dan sisanya di tahun 2010 ditanami tanaman tahunan lainnya,seperti Jabon,Sengon,Jeruk serta Pisang Cavendish,hingga tahun 2015 kemarin.

Namun sangat di sayangkan,beberapa bulan terakhir ini di awal tahun 2016,ada aktifitas pertambangan berupa penggalian pasir yang di duga kuat di perjual belikan untuk umum.Dan kegiatan tersebut patut di curigai,karena di duga kuat pihak PT.PN IX kongkalikong dengan pemilik CV.Hapsa Mas,keterkaitanya aktifitas jual beli pasir untuk umum,yang sebenarnya diketahui bahwa ijin kegiatan tersebut adalah Reklamasi (pemerataan tanah).

“Saya selaku Kepala Desa di sini tidak mengetahui secara rinci tentang perijinan pertambangan atau galian (C) pasir di perkebunan PT.PN yang jelas kegiatan itu sudah cukup lama”.Jelas Mahfudin,secara tegas pada Zona Dinamika,ketika ditemui di tempat kerjanya.

Masih menurut penuturan Mahfudin,bahwa yang diketahuinya terkait aktifitas galian tersebut,ijin awal untuk reklamasi,adalah 66 Hektar,tapi untuk tahap awal di beri percobaan hanya 7 Hektar,yang boleh untuk reklamasi.

Di waktu dan tempat yang berbeda,ketika ZonaDinamika terus melakukan monitoring terkait kegiatan di PT.PN IX dan berusaha beberapa kali menyambangi Pos tempat para pekerja yang nota bene sebagai penjaga portal sekaligus pencatat Delivery Order (DO).

“Kami tidak bisa menjawab banyak pertanyaan Anda,karena kami tidak berwenang sepenuhnya,dan di khawatirkan kami salah menjawab dan di sini juga paling-paling sehari hanya melayani penjualan pasir berkisar 10 sampai 15 truk saja”.Tukas,Yudi dan Didi hampir bersamaan.

Bahkan wajah mereka terlihat kurang bersahabat dan sempat sedikit menghardik wartawan ZonaDinamika ketika ada beberapa mobil Dump Truk yang hendak melintasi portal yang di tutup.”Mas tolong mobilnya di singkirkan karena ada truk bawa pasir yang mau lewat,dan itu lebih penting dan harus di utamakan”.Tandas Yudi dengan wajah yang terlihat marah.

Namun anehnya,ketika ZonaDinamika memantau langsung di pos penjagaan portal,sekitar satu jam,terlihat aktifitas dump truk besar yang melintas keluar masuk melalui portal penjagaan lebih dari 10 dump truk besar,dan terlihat para supir yang turun menghampiri petugas DO dengan memberikan uang sebanyak 700 ribu untuk satu dump Truk berisi pasir.Itu baru satu jam hasil pantauan langsung ZonaDinamika,apalagi kegiatan tersebut sesuai jadwal di buka pukul 06.00 sampai 23.00.Wib,waktu setempat.

Diketahui,Lutfi menurut para penjaga portal tersebut adalah orang yang bertanggung jawab dan sebagai atasan mereka,belum pernah berhasil ditemui ZonaDinamika.Masih menurut mereka (pencatat DO),bahwa CV.Hapsa Mas (Pengelola) termasuk Lutfi berasal dari Semarang,namun terkesan di tutupi dan tidak ada yang berani untuk menjelaskan lebih lanjut.

Ketika ZonaDinamika menyambangi KPPT (Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu),Eko Edi Prihartanto selaku Kepala Dinas dan melalui Dony Ade Anggoro staff Tata Usaha,memberikan keterangan bahwa ijin untuk kegiatan di wilayah perkebunan PT.PN IX adalah Reklamasi (pemerataan tanah).Dan sangat jelas kuat dugaan bahwa kegiatan tersebut menyimpang dari ijin awal dan juga tidak segan-segan mencatut nama besar institusi MABES POLRI. (SatriyoAdie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here