Refleksi Imamat, Kaum Tertahbis Harus Menghargai Panggilan Suci

0
723

Atambua, NTT – Zonadinamika.com, Panggilan Suci bagi seorang imam hendaknya harusnya dijadikan sebagai pegangan dalam menjalankan tugas perutusan sebagai pelayan umat dan pemberi kekuatan rohani, selain itu perlunya keyakinan para imam untuk lebih menelusuri lebih jauh makna sebenarnya dari panggilan itu sendiri yakni sebagai imam yang punya tanggung jawab bahkan pengorbanan bagi iman umat yang ia gembalai. Tugas ini yang mendorong Keuskupan Atambua untuk menggelar Refleksi Imamat.

Program Tahunan Refleksi Imamat merupakan program Keuskupan Atambua yang bertujuan untuk lebih memperdalam iman dan keyakinan para Imam dalam pelayanan kepada umat sebagai kaum Tertahbis.

Kegiatan ini juga sekaligus sebagai momen pembaharuan janji imamat bagi Imam di Keuskupan Atambua sebagai sebuah panggilan suci dari Allah.

Deken Belu Utara, Romo Stef Boisala, Pr sekaligus Ketua Panitia menyambut baik kehadiran Para Imam di Wilayah Keuskupan Atambua.
“Kita bertemu lagi untuk bersama bermenung dalam refleksi imamat, Kehadiranmu menjadi tanda sukacita dalam penghayatan imamat suci.

Semoga kegiatan yang dijalankan bermanfaat bagi kita,” kata Stef Boysala mengawali sambutannya kepada seluruh imam tarekat dan imam religius Keuskupan Atambua yang menghadiri program tahunan refleksi imamat dan misa pembaharuan janji imamat, bertempat di Aula Santo Dominkius, (Senin-Selasa, 21-22/3/16).

Pater Yustus Asa, SVD sebagai Pemateri Refleksi Imamat secara sederhana mensharingkan pengalaman imamat dari awal pendidikan di Seminari lalian hingga kesetiaan dalam imamat suci selama 44 tahun silam.

Ia pun menjelaskan bahwa tugas pelayanan dalam imamat murni karena kerahiman dan kasih setia Tuhan juga bukti cinta Tuhan yang merupakan kekuatan bagi perjalanan imamat.

“Panggilan suci saya rasakan sebagai kerahiman dan kasih Allah dalam penghayatan imamat selama 44 tahun. Ini semata-mata karena kehendak Tuhan. Setia pada kehendak Tuhan dan Panggilan Tuhan sebagai bukti cinta Tuhan bagiku. Ini kekuatan bagi perjalanan imamat,” Jelasnya.

Lanjut Pater Yustus, bahwa campur tangan Allah tidak pernah berakhir sebab Kasihnya selalu melimpah.

Dikatakan pula oleh Pater Yustus bahwa Panggilan dalam imamat perlu dijaga karena merupakan rahmat istimewa bagi seorang imam dalam menjalankan tugas perutusan dan Pelayan Umat.

Ia juga menambahkan bahwa agar panggilan suci tersebut dapat menghasilkan buah yang berlimpah harus pula diperlukan pengorbanan dari seorang imam agar berkat berlimpah selalu menyertai karya dan tugas seorang imam.

“Tugas-tugas imamat saya jalankan dengan tulus iklas, ini ungkapan syukur atas kasih dan kerahiman Tuhan, Pilihan untuk jalankan panggilan suci, saya temukan dalam menjalankan kaul ketaaatan dan kebutuhan umat dalam pelayanan,Saya korbankan segalanya tapi Tuhan beri yang melimpah atas diri saya, maka
Perlunya kesadaran untuk setia pada Tuhan,” Ungkapnya dengan tenang dan penuh karismatis. (Yulianus Feka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here