Warga Sei Lekop Kecewa, Ketua RT Coret Data Warga RTS Tanpa Ada Alasan.

0
681

BATAM -Zonadinamika.com. Pendistribusian Raskin adalah Program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial di bidang pangan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat berupa bantuan beras bersubsidi kepada rumah tangga berpendapatan rendah (rumah tangga miskin dan rentan miskin).

Penyaluran beras melalui jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang ada di setiap RT. Data tersebut diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah melakukan survey dan pendataan sebelumnya.Indikasi adanya ketimpangan dalam penyaluran raskin tersebut, secara otomatis akan menjadi polemic di kalangan masyarakat.

Seperti tidak tersentuh pada masyarakat yang layak mendapatkan raskin tersebut di sejumlah kepala keluarga terkait pensuksesan program Raskin,di lingkungan Kelurahan Sei Lekop RT 01/rw 03/ juga di RT/RW lainya yang ada di Kec Sagulung.

Pada Zona Dinamika.com menceritakan akan keluhan warga terkait pelayanan Alfirin Simatupang ketua RT 01/03 yang menjabat yang kedua priode sebagai ketua RT, warga mengeluhkan pelayanan Alfirin sebagai ketua RT01/RW03: “ Ketua RT tidak bisa bersosaliasi dengan warga, ketua RT bertetangga kiri kanan, depan belakang tidak akur , Ketua RT sengaja tidak memberikan saluran drainase didepan rumahnya, sehingga menimbulkan banjir apabila sedang musim hujan, Ketua RT mencoret sesuka hatinya nama warga yang sudah didata Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah melakukan survey dan pendataan warga untuk mendapatkan Rumah Tangga Sasaran (RTS)(RASKIN) dll, Alfirin ketua RT 01 mencoret nama warga yang berhak menerima RTS tanpa ada musyawarah dengan ketua RW dan Lurah Sei Lekop.

Warga menambahkan, sebelum adanya pergantian ketua RT, warga sudah mengajukan protes kepada lurah Sei Lekop, supaya diadakan pergantian ketua RT yang baru, dengan data warga lengkap ditanda tangani sejumlah 74 KK, jumlah warga RT 01 RW 03 sekitar 127 KK. Yang semestinya sudah bisa pemekaran menjadi 3 RT. tetapi yang menjadi pertanyaan warga, Alfirin bisa juga menang menjadi ketua RT. tutur warga dengan kesal Warga sei Lekop RT01 RW03 kurang lebih 20 orang mendatanggi Lurah Sei Lekop pada hari senin tanggal 7/03/2016, warga teriak teriak kepada Lurah supaya SK Alfirin ketua RT01 dibekukan, dengan alasan warga sudah merasah resah akibat ulah RT yang arogan terhadap warga, dimana beberapa warga datang ke kantor lurah mau mengambil Raskin, teryata data beberapa warga namanya dicoret ketua RT tanpa ada alasan yang tepat dan tanpa ada musyawarah dengan ketua RW dan Lurah. Dan Alfirin dihadapan Lurah mau mencoba memukul seorang ibu ibu dan Lurah tidak menegur ulah dari Alpirin ketua RT 01, dan seorang pegawai kelurahan berinisial HRT memukul meja sampai tangan HRT terkilir akibat warga ngotot kenapa nama warga dicoret ketua RT tanpa ada alasan yang tepat.

Lurah Sei Lekop menjelaskan kepada media ini saat dikompirmasi diruang kerjanya pada hari itu juga, “memang jelas salah sikap yang dilakukan Alfirin ketua RT 01 itu, warga yang berhak mendapatkan kartu RTS itu pendataan dari BPS pusat, tidak segampang itu untuk merobah pendataanya, saya sudah coba beberapa kali telpon Alfirin supaya datang ke kantor lurah dan menemuin warganya, tetapi Hp nya tidak diangngkat, dan saya sudah pernah tegor Alfirin, supaya bisa merangkul warganya, tetapi wataknya keras untuk jadi pemimpin. Saya juga merasa kesal dengan Alfirin ketua RT 01, dimana Alpirin mengurus surat kamling tanpa adanya meminta surat rekomendasi dari Lurah, tetapi Alfirin langsung saja ke BP Batam.

Lurah menambahkan, besok tim kelurahan akan turun kelokasi warga, dan tim kelurahan akan croscek data warga yang namanya dicoret Ketua RT dan Croscek data dan keadaan warga yang menggantikan data yang terdaftar di BPS.

Lurah menjelaskan, warga RT01 RW03 yang berhak mendapatkan RTS sesuai data BPS ada 8 KK, 1) Nuraisah Tambunan yang menggantikan Marlina Hutasoit yang dicoret ketua RT, 2) Firman S.Simanjuntak, 3) Ahmad Jafar, 4) Yatriati, 5) Sayem yang menggantikan Maniar Simanjuntak yang dicoret ketua RT 01, 6) Tati Suriani, 7) Aspari, 8) Patimah. Tutur Lurah berdalih,tetapi dua orang nama Jemro Purba dan Tiaslan Br Tampu Bolon yang namanya dicoret ketua RT 01 tidak disebutkan Lurah.

Warga menduga bahwa Alfirin ketua RT 01 RW 03 bekerja sama dengan Lurah Sei Lekop, Dimana Lurah sudah tau dengan watak Alfirin yang arogan terhadap warga, tetapi tidak ada tegoran Lurah terhadap Alfirin, Lurah juga diduga berbohong terhadap fublik saat dikomfirmasi awak media ini, terkait jumlah warga yang mendapatkan kartu RTS, Lurah menjelaskan bahwa warga RT 01 ada 8 KK yang mendapat Kartu RTS, tetapi nama yang dicoret Alfirin dua orang tidak disebutkan, dan data yang berhak RTS delapan KK diatas ternyata tidak sesuai dengan Data ke Lurahan. BERSANBUNg. (NGL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here