Guna Atasi Permasalahan Lalu Lintas Forum LLAJ Intensif Lakukan Pertemuan

0
1062

SERPONG, Zonadinamika.com- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Rapat Koordinasi bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Acara tersebut digelar bersama Kepolisian Resort (Polres) Tangsel, TNI, SKPD dan stakeholder lainnya di Hotel Santika BSD Serpong pada Kamis, 23 Maret 2016.

Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan, Forum LLAJ membahas banyak masalah. Seperti angkutan online, masalah kemacetan, dan permasalahan lainnya yang terjadi dalam transportasi di Tangsel.

“Forum LLAJ merupakan amanah dari UU no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang dipertegas kembali dalam Peraturan Pemerintah no. 37 tahun 2011 tentang forum lalu lintas dan angkutan jalan,” ungkapnya.

Forum LLAJ mempunyai tugas melakukan koordinasi antar instansi penyelenggara yang memerlukan keterpaduan dalam merencanakan dan menyelesaikan masalah lalu lintas dan angkutan jalan, sedangkan keanggotaan forum tersebut terdiri atas unsur pembina, penyelenggara, akademisi dan masyarakat.

“Forum LLAJ merupakan badan AD HOC yang berfungsi sebagai wahana untuk mensinergikan tugas pokok dan fungsi setiap instansi penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan dalam rangka menganalisis permasalahan, menjembatani, menemukan solusi serta meningkatkan kualitas pelayanan dan bukan sebagai aparat penegak hukum,” terang Wawali Benyamin.

Kegiatan Forum LLAJ Tangsel ini merupakan Forum LLAJ ke 2 setelah pertama dilaksanakan bulan Desember 2015 lalu. Forum ini merupakan forum rutin yang dilaksanakan pada tiap tiga bulan sekali yang leading sektornya Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.

“Kota Tangsel ternyata sudah sejak lama membutuhkan Forum LLAJ ini. Pada pertemuan kali ini saya meminta kordinasi yang benar-benar dibuat erat sedemikian rupa,” jelasnya.

Wawali Benyamin ingin jangka waktu ini dibuat satu bulan sekali, jangan tiga bulan sekali. Hal ini untuk mempercepat pengaturan LLAJ di Tangsel.

“Di dalam Kepwal telah dibentuk beberapa rincian tugas, saya minta setiap tugas dibuat program kerja, anggaran, dan waktu pelaksanaannya. Nanti saya akan terima laporan dari mereka,” jelasnya.

Wawali Benyamin meyakini bahwa forum ini sangat penting. Sebab ini dalam rangka menjamin kelancaran dan keselamatan arus barang dan orang di Kota Tangsel. Sebagai daerah perkotaan ini merupakan layanan dasar.

“Saya lihat ini sangat penting, makanya saya akan pantau terus kemajuan dari Forum LLAJ ini. Saya minta dalam waktu tidak lama, yakni di Perubahan APBD segera menyusun kegiatan, saya ingin liat tindakan mereka di lapangan seperti apa,” jelasnya.

Wawali Benyamin mencontohkan, dirinya ingin membuat mobil keliling yang bisa memantau kultur penyimpangan yang dilakukan orang. Jangan sampai kultur budaya Pancasila runtuh dengan begitu.

“Seperti orang menyebrang jalan sembarangan padahal sudah ada jembatan penyebrangan orang (JPO), pada akhirnya ada kecelakaan. Selain itu melawan arus lalu lintas di jalan, melanggar lampu merah dan sebagainya,” pungkas Ben.

Sementara Kepala Dishubkominfo Kota Tangerang Selatan Sukanta mengungkapkan terdapat Lima Pilar Keselamatan Lalu Lintas. Pilar satu yakni manajemen keselamatan jalan. Sejauh mana penyelenggaraan koordinasi antar pemangku kepentingan serta kemitraan sektoral mampu meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan keselamatan jalan.

“Pilar kedua yakni jalan ruang berkeselamatan. Sejauh mana infrastruktur jalan mampu mereduksi dan mengakomodir kesalahan dari pengguna jalan sehingga bisa meminimalisir kejadian keselakaan,” jelas Sukanta.

Pilar ketiga yakni kendaraan yang berkeselamatan. Sejauh mana kondisi kendaraan yang digunakan di jalan telah mempunyai standar keselamatan yang tinggi, sehingga mampu meminimalisir kecelakaan.

Pilar keempat ialah perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan. Sejauh mana upaya komperhensif yang dilakukan dalam meningkatkan perilaku berkendara yang berkeselamatan, termasuk peningkatan penegakan hukum dan pendidikan.

Pilar kelima adalah penanganan pra dan paska kecelakaan. Sejauh mana penanganan tanggap darurat pra dan pasca kecelakaan yang dilakukan sehingga bisa mengurangi efek negative yang lebih buruk.

Sukanta membeberkan dalam rapat koordinasi yang dilakukan lebih kepada terkait isu maraknya transportasi online di Kota Tangsel khususnya.

“Konsentrasi yang menjadi pembahasan rapat koordinasi hari ini adalah membahas terkait transportasi berbasis online,” ungkapnya.

Dalam hal angkutan berbasis online, lanjut Sukanta, penindakan masih sulit dilakukan karena terbatas dengan aturan.

“Penindakan sulit dilakukan karena kita terbentur dengan regulasinya, persoalan masalah angkutan online sebetulnya mereka dalam beroperasi menggunakan plat hitam, bukan peruntukanya,” tegas Sukanta.

Dikatakannya, permasalah angkutan online masih terus dikaji oleh berbagai stakeholder. “Bersama Satuan lalu lintas polres Tangsel, Organda, jasa marga, kita kaji sambil menunggu keputusan dari pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan angkutan online ini,” pungkasnya.

Bahkan Wawali Benyamin Davnie menyarankan agar Dishubkominfo melakukan koordinasi dengan pihak terkait, agar permasalahan bisa terselesaikan dengan baik di Tangsel. Karena Dishub harus memiliki langkah dan srategis dalam permasalahan angkutan online ini. (dams)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here