Usia Produktif Sangat Rentan Tertular HIV AIDS

0
449

ATAMBUA, NTT-Zonadinamika.com, Penduduk Usia Produktif di Kabupaten Belu sangat rentan tertular penyakit HIV AIDS berdasarkan data yang dikumpulkan dari Komisi Penanggulangan AIDS.

Data tersebut menunjukkan bahwa di Kabupaten Belu Kasus HIV sangat menonjol tahun 2012 mencapai 142 kasus, sedangkan keadaan 2016 sebanyak 38 Kasus.

Selain itu, menurut Usia dari 20-29 tahun dan 30-39 tahun sangat banyak ditemukan mengidap penyakit mematikan ini, sedangkan usia 60 tahun keatas hanya sekitar 2 persen.

Usia produktif lebih banyak yang terkena penyakit ini sebab banyak dari mereka (laki-laki-red) yang sering jajan di luar,” Ungkap Manek Rofinus sekretaris KPA Belu.

Berdasarkan pekerjaan, Sambung Rofinus bahwa, Ibu Rumah Tangga lebih tinggi kasusnya karena ditularkan dari suami yang suka jajan diluar dan dibawa ke istri, selain itu juga ada petani, tukang ojek dan anak sekolah.

“Tukang Ojek juga angkanya cukup tinggi karena ojek jam kerjanya sangat tinggi dan dapat masuk hingga pelosok-pelosok desa dan kemungkinan besar mereka juga melakukan transaksi seks di tempat yang mereka kunjungi,” Jelas Rofinus.

Selain itu, Bona Bowe, Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Belu mengatakan bahwa semua pihak juga perlu dilakukan pemeriksaan darah tak terkecuali PNS, TNI dan POLRI juga perlu diadakan pemeriksaan agar secara dini menghindari tersebarnya HIV AIDS.

Kemudian Manek Rofinus juga menyampaikan bahwa Kasus AIDS lebih banyak ketimbang HIV yang lebih kecil, sebab menurut data bahwa pasien yang memeriksakan diri ke pihak medis dari KPA sangat minim dan banyak yang kurang sadar untuk sukarela memeriksa kesehatan mereka.

“Sejak bergabung dengan Malaka ada 914 Kasus HIV dan AIDS sedangkan kasus HIV yakni 729 kasus, 60 persen laki-laki dan perenpuan 40 persen, laki laki lebih banyak diluar dan jajan lebih banyak jadi membawa penyakit ini ke istrinya dirumah,” Tutur Manek.

Solusi yang ditawarkan KPA bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Belu yakni berupa sosialisasi kepada masyarakat di 12 Kecamatan untuk berperilaku sehat.

Kemudian, dana untuk hiv aids sudah dipersiapkan oleh Pemerintah dari APBD, dan dana tersebut melekat pada dinas kesehatan yang diberikan kepada KPA Belu untuk segera diambil langkah preventif untuk pengobatan dan pencegahan dan Akses perluasan pemeriksaan masyarakat harus terus dilakukan dengan masyarakat yang beresiko.

“Ketika kita melakukan sosialisasi langsung disertai dengan pemeriksaan sehingga bisa mengantisipasi penyebaran hiv sedini mungkin.,” katanya. (Nus Feka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here