Pemekaran Mapia Raya Ilegal Berjuang Di Luar Pagar Adat

0
437

PAPUA-Zonadinaika.com. Dogiyai ketua Dewan Adat Daerah Tota Mapiha Marthen Peteneti Iyai mengatakan bahwa karena ada sekelompok yang tidak bertanggun jawab mewacanakan Pemekaran Mapia Raya dan perusahaan Koboge itu sangat keliru besar.
Kita tak bisa pungkiri bersama yaitu ada rakyat ada Negara ada masyarakat adat, dan masyarakat adat kehidupanya akan aman tenteram dan damai karena ada tatanan hukum adat, hukum pemerintah dan Hukum Agama.

Hal ini disampaikan oleh ketua Dewan Adat Mapiha Marthen Peteneti Iyai kepada wartawan 14/07/2016 melaui telpon selulur dari Dogiyai belum lama ini

Ketiga hukum itu yang mengatur didalam hidup berbangsa dan bernegara,sehingga untuk mendatangkan kabupaten baru harus adakan sosialisasi dengan masyarakat adat setempat katanya lalu hasil dari masyarakat itulah yang menjadi aspirasi yang harus ditindak lanjuti oleh pihak berwajib kepada lembaga yang berwenang bukan se-enaknya berjuang karena Tanah ini bukan milik satu dua orang saja.

Kami melihat bahwa, hingga saat ini langkah-langkah seperti ini belum pernah lakukan sepertinya mereka belum mengerti apa itu aturan dan apa itu Undang-Undang oleh Tuan-tuan Tim Pemekaran Mapia Raya maka pada moment ini saya sebagai Ketua (DAP) daerah mapia menyatakan dengan tegas bahwa mereka berjuang diluar kolidor tatanan hukum adat yang ada dan saya sangat kecewa dengan tindakan yang sangat keliru itu katanya.

Lanjut dia, Saya masih ingat apa yang disampaikan oleh Sekretaris dewan adat Wilayah Meepago Jhon NR Gobai saat melantik kami sebagai dewan adat daerah mapiha di Dogiyai bahwa saya kasih noken dan noken itu adalah berisi banyak masalah dan masalah itu tentu ada solusi dan temukan solusi tersebut melalui cara memandang kita terhadap masalah itu itu sendiri.

Lembaga dewan adat yang saya lantik ini bilah ketiga ada masalah apa saja di wilayah Mapiha berati harus ada garis kordinasi dengan baik dengan pemerintah, atau masala tanah bahkan DOB jangan lompot-lompot kaya tupay yang meloncat tinggi,dan Maa Mapiha berarti selayaknya kalian adalah manusia yang berbudaya duduk bicara disana ada solusi

Jika pembiaran terus begini dan tidak saling memamfaatkan serta saling tidak percaya antara kita semua berarti yang saling melunturkan citra diri orang papua, maka kita akan menjadi hewan piaraan bagi orang lain dan akhirnya menambah Tangisan diatas tangisan, kata iyai.

Akhir kata atas nama saya pribadi bersama masyarakat adat yg masih bernyawa, tulang berulang, Alam leluhur Tota Mapiha, dengan tegakan mengatakan sikap tolak pemekaran mapia raya.

biarkan saya cukup menjadi fakta korban diatas Tanah leluhurku saya tidak mau melihat anak cucu saya menderita diatas tanah leluhurnya nanti stop berjuang Ketua Pemuda Yohanes Rony Pakage menyatakan bahwa, Daerah ini milik bagi rakyat yang saat masih bertahan hidup di daerah bukan mereka yang satu malam Dogiyai satu malam Nabire satu malam Jayapura, dan satu malam di Jakarta kalau rakyat menyatakan tidak dan kami tolak berati kami pemuda tetap menolak.

Pemekaran, Perusahan Kobouge yang kini sedang berjuang ini bukan sesuatu yang saat ini memdesak bagi rakyat mereka ingin hidup di tengah-tengah hutang berlimbah dan kita tahu sumber daya manusia belum siap.

Jangan gelisa DOB dan perusahan tapi gelisalah untuk membangun kabupaten Dogiyai dan mencetak sumber daya manusia di Tota Mapiha tutur. (Musa Boma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here