Pembiaran Terhadap Kejahatan, Kapolsek Sedati Dilaporkan

0
614

SIDOARJO-Zonadinamika.com. Sali Yuwono (47) Warga Dusun Manyar Desa Sedati Agung Kecamatan Sedati melaporkan Kapolsek Sedati beserta tiga anak buahnya ke Propam Polres Sidoarjo, Rabu (10/8/2016).

Sali Yuwono datang bersama anaknya yakni Virizky Wahyu Pratama (21) dan teman anaknya yakni Kakang Bagus Indrianto (21) ke Polres Sidoarjo

Pelapor menuding polisi melakukan pembiaran saat anaknya dan temannya jadi korban pengeroyokan empat pemuda, saat melintas di By Pass Juanda Senin (27/6/2016) lalu.

“Anak saya dan temannya dikeroyok oleh sejumlah preman bersenjata tajam (sangkur) saat hendak pulang sehabis mencari sahur,” ucap Sali Yuwono.

Lanjut Sali, saat dikeroyok oleh sejumlah preman tersebut, di lokasi ada Kapolsek Sedati, AKP Eka Anggriana berpakaian preman beserta tiga anggotanya, yang dua memakai seragam polisi, usai melakukan pengamanan di GOR Sidoarjo.

Namun, anggota Polsek ini tak berusaha menghentikan kejadian tersebut. Bahkan, saat ditanya olehnya, Kapolsek Eka menjawab “Saya dan anggota sedang tidak membawa senjata. Bisa-bisa mati konyol,” jawab Yuwono menirukan mantan Kanit Laka Satlantas Polres Sidoarjo yang diprotes itu.

Yang Sali sesalkan lagi, hingga saat ini pelaku tak kunjung tertangkap. Sehingga pihaknya memilih untuk mengadukan hal ini ke Propam Polres Sidoarjo.

Sementara, Penyidik Kode Etik Profesi Polri (KEPP) Propam Polres Sidoarjo, Aipda Arif Budiono mengaku sudah menerima laporan tersebut. Dalam laporannya, telah terjadi pembiaran terhadap tindak kekerasan (pengeroyokan), oleh Kapolsek Sedati beserta anggotanya.

“Dalam laporannya, tindakan penganiayaan di Jalan Raya By Pass Juanda menurut pengakuan ayah korban telah diketahui Kapolsek dengan anggotanya,” ucap Aipda Arif Budiono.

Nantinya, surat laporan akan dilanjutkan ke pimpinan. Bahkan, rencananya besok pagi, korban beserta ayahnya akan di fasilitasi untuk bertemu langsung dengan Kapolres Sidoarjo, AKBP Muhammad Anwar Nasir. (dra)

Sali Yuwono (47) Warga Dusun Manyar Desa Sedati Agung Kecamatan Sedati melaporkan Kapolsek Sedati beserta tiga anak buahnya ke Propam Polres Sidoarjo, Rabu (10/8/2016).

Sali Yuwono datang bersama anaknya yakni Virizky Wahyu Pratama (21) dan teman anaknya yakni Kakang Bagus Indrianto (21) ke Polres Sidoarjo

Pelapor menuding polisi melakukan pembiaran saat anaknya dan temannya jadi korban pengeroyokan empat pemuda, saat melintas di By Pass Juanda Senin (27/6/2016) lalu.

“Anak saya dan temannya dikeroyok oleh sejumlah preman bersenjata tajam (sangkur) saat hendak pulang sehabis mencari sahur,” ucap Sali Yuwono.

Lanjut Sali, saat dikeroyok oleh sejumlah preman tersebut, di lokasi ada Kapolsek Sedati, AKP Eka Anggriana berpakaian preman beserta tiga anggotanya, yang dua memakai seragam polisi, usai melakukan pengamanan di GOR Sidoarjo.

Namun, anggota Polsek ini tak berusaha menghentikan kejadian tersebut. Bahkan, saat ditanya olehnya, Kapolsek Eka menjawab “Saya dan anggota sedang tidak membawa senjata. Bisa-bisa mati konyol,” jawab Yuwono menirukan mantan Kanit Laka Satlantas Polres Sidoarjo yang diprotes itu.

Yang Sali sesalkan lagi, hingga saat ini pelaku tak kunjung tertangkap. Sehingga pihaknya memilih untuk mengadukan hal ini ke Propam Polres Sidoarjo.

Sementara, Penyidik Kode Etik Profesi Polri (KEPP) Propam Polres Sidoarjo, Aipda Arif Budiono mengaku sudah menerima laporan tersebut. Dalam laporannya, telah terjadi pembiaran terhadap tindak kekerasan (pengeroyokan), oleh Kapolsek Sedati beserta anggotanya.

“Dalam laporannya, tindakan penganiayaan di Jalan Raya By Pass Juanda menurut pengakuan ayah korban telah diketahui Kapolsek dengan anggotanya,” ucap Aipda Arif Budiono.

Nantinya, surat laporan akan dilanjutkan ke pimpinan. Bahkan, rencananya besok pagi, korban beserta ayahnya akan di fasilitasi untuk bertemu langsung dengan Kapolres Sidoarjo, AKBP Muhammad Anwar Nasir. (dra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here