SPKEP SPSI Gelar Aksi Unjuk Rasa Di Istana Negara

0
755

JAKARTA – Zonadinamika.com. Keluarga Besar Serikat Pekerja  Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia gelar aksi unjukrasa ke gedung istana Negara, aksi di ikuti oleh daerah Jabodetabek ,jateng , Jatim ,Pujonoto.

Salah seorang peserta aksi , aksi pada hari ini adalah sebagai bentuk atas kekecewaan terhadap pemerintah antara lain adalah kebijakan politik dan ekonomi MEA Masyarakat Ekonomi Asia bukan hanya produk yang bisa secara bebas masuk ke Indonesia tetapi tenaga kerja juga bisa masuk bahkan yang unskill..

Bangsa kita masih banyak yang belum bekerja dan masyarakat Indonesia punya skill dan kemampuan yang kedua kita menolak ACFTA kebijakan ini sangat merugikan para pengusaha dan produsen kita dimana perdagangan bebas harga bisa di atur seenaknya peran negara tidak ada bahkan semua harga ditentukan pasar UKM dan perusahaan banyak yang gulung tikar karena harga kalah bersaing.

Yang selanjutnya adalah kita menolak PP 78 tentang pengupahan yang kebijakan mengkebiri daya runding serikat pekerja padahal peninjauan kenaikan upah harus di selaraskan dan di sesuaikan dengan kenaikan harga barang buruh semakin tidak berdaya kami menuntut untuk di cabut .

Serikat ini, menuntut kepada pemerintah untuk memperbaiki pelayanan BPJS Kesehatan..karena di lapangan masih banyak pasien yang di tolak dan masih banyaknya birokrasi yang berbelit yang menyusahkan pasien saat nya negara hadir untuk memperbaikinya.

Menolak adanya program magang yang akaan di gulirkan karena semakin mempersulit angkatan kerja dimana buruh yang baru masuk dunia kerja harus bekerja tanpa di beri Upah hanya uang saku.

Pada aksi kali ini juga kami memberikan surat petisi yang berisi surat penolakan terhadap kebijakan MEA ,ACFTA , Tenaga Kerja Asing ,Yang di tanda tangani oleh buruh.

Sementara itu Badia Hutasoit perwakilan DPD Jabar mengatakan bahwa kami keberatan dengan kehadiran tenaga kerja asing antara lain dari china mereka sudah merambah di berbagai lapangan kerja seperti kuli bangunan.

padahal masyarakat kita bisa mengerjakan pekerjaan tersebut, negara harus melarangnya pada aksi kali ini kami menutup mulut kami dengan masker sebagai lambang bahwa kami rakyat indonesia sudah kehabisan kata kata , bahkan bangsa sendiri di bungkam suaranya maka pada moment ini kami menggelar aksi sebagai bentuk dalam menyampaikan aspirasi.(RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here