JJ Rizal : DKI Di Pemerintahan Perusahaan Multinasional Serta Kapitalis DKI

0
469
JJ Rizal, sejarawan, di Jakarta Rabu, 31 Aug 2016

JAKARTA -Zonadinamika.com. Ide proklamasi di nilai telah hilang dalam potret kebijakan ekonomi Ibukota jakarta di atas kepemimpinan Basuki Tjhaja Purnama atau Ahok persisnya seperti zaman kolonial saat Indonesia masih dijajah Belanda .

“Pada hal Ide proklamasi itu seharusnya untuk menghilangkan sifat-sifat kolonial pada Batavia. Karena Batavia itu saat dibangun seperti perusahaan multinasional. Jadi, jika Jakarta saat ini seperti perusahaan (lagi), maka tidak aneh segalanya hanya berdasarkan uang atau materi.

Tidak ada ide nasional. Kota yang tentunya kehilangan ide. Yang muncul hanya kota para kompeni,” demikianlah di katan JJ Rizal, sejarawan, di Jakarta Rabu, 31 Aug 2016 Zonadinamika.com

“Sehingga yang merasakan kota sebenarnya kota saat ini hanyalah para pemilik uang dan kekuasaan (politik).

Lanjut JJ “Kaum marhaen pun dinilai tidak ada tempat untuk bernaung. Juga budaya dari tanah Betawi juga sama, tidak ada. “Kaum Marhaen tidak lagi memiliki kota ini. Kebudayaan Betawi pun telah habis dengan tanah-tanahnya. Karena budaya itu sangat berkaitan dengan tanahnya,” katanya.

“Jangan merasa aneh bila akhirnya satu persatu budaya Betawi “liar” di tengah-tengah jalan Ibukota Jakarta. “Jangan aneh melihat ondel-ondel saat ini keluar masuk kampung. Bergentayangan,” sambungnya.

Seharusnya, kota Jakarta jangan hilang ruh proklamasinya. Kota yang dulu digerakkan bak perusahaan, ia katakan seharusnya tidak ada lagi di zaman sekarang. “Saat ini kota digerakkan seperti perusahaan multinasional. Dan otomatis proklamasi yang dahulu itu bertolok belakang dengan revolusi mental-nya Jokowi,” tambahnya.

Justru menurutnya sebaliknya, yang bergerak saat ini lebih sarat dengan kepentingan kapilistik. Yang jauh dari budaya. (An)

JAKARTA -Zonadinamika.com. Ide proklamasi di nilai telah hilang dalam potret kebijakan ekonomi Ibukota jakarta di atas kepemimpinan Basuki Tjhaja Purnama atau Ahok persisnya seperti zaman kolonial saat Indonesia masih dijajah Belanda .

“Pada hal Ide proklamasi itu seharusnya untuk menghilangkan sifat-sifat kolonial pada Batavia. Karena Batavia itu saat dibangun seperti perusahaan multinasional. Jadi, jika Jakarta saat ini seperti perusahaan (lagi), maka tidak aneh segalanya hanya berdasarkan uang atau materi.

Tidak ada ide nasional. Kota yang tentunya kehilangan ide. Yang muncul hanya kota para kompeni,” demikianlah di katan JJ Rizal, sejarawan, di Jakarta Rabu, 31 Aug 2016 Zonadinamika.com

“Sehingga yang merasakan kota sebenarnya kota saat ini hanyalah para pemilik uang dan kekuasaan (politik).

Lanjut JJ “Kaum marhaen pun dinilai tidak ada tempat untuk bernaung. Juga budaya dari tanah Betawi juga sama, tidak ada. “Kaum Marhaen tidak lagi memiliki kota ini. Kebudayaan Betawi pun telah habis dengan tanah-tanahnya. Karena budaya itu sangat berkaitan dengan tanahnya,” katanya.

“Jangan merasa aneh bila akhirnya satu persatu budaya Betawi “liar” di tengah-tengah jalan Ibukota Jakarta. “Jangan aneh melihat ondel-ondel saat ini keluar masuk kampung. Bergentayangan,” sambungnya.

Seharusnya, kota Jakarta jangan hilang ruh proklamasinya. Kota yang dulu digerakkan bak perusahaan, ia katakan seharusnya tidak ada lagi di zaman sekarang. “Saat ini kota digerakkan seperti perusahaan multinasional. Dan otomatis proklamasi yang dahulu itu bertolok belakang dengan revolusi mental-nya Jokowi,” tambahnya.

Justru menurutnya sebaliknya, yang bergerak saat ini lebih sarat dengan kepentingan kapilistik. Yang jauh dari budaya. (An)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here