Aktivis Asal Nias “Tantang” Menkumham Bahas Remisi Koruptor

0
499

KEPULAUAN NIAS-Zonadinamika.com. Wacana pemberian remisi kepada napi koruptor menuai protes keras dari berbagai kalangan. Bermula ketika MENKUMHAM memberi pernyataan kontroversi bahwa pemerintah harus memberi remisi kepada koruptor, kalau tidak maka penjara bisa Over capacity.
Seperti dikutip dari detik.com, “Jikalau tidak ada remisi, kita harus bangun lapas. Itu, waduh enggak tahu lagi lah. Aku jadi menteri sudah tambah 40.000. Dulu aja setengah mati banyaknya. 1.000 bangun lapas itu sudah 100 sekalian miliar (rupiah) untuk kapasitas 1.000, “ Papar Yasonna.

Pernyataan Menkumham ini, membuat geram 5 guru besar dari pelbagai universitas dan menyampaikan protes melalui surat terbuka kepada presiden Jokowi. Parahnya, Menkumham meminta mereka untuk melakukan debat terbuka.

Mendengar hal itu, Tiga pemuda asal Kepulauan Nias, Budiyarman Lahagu, Firaman Gulo dan Alviman Hulu ingin sekali dilibatkan dalam debat itu. Sehingga mereka dapat menyampaikan konsep mereka tentang penanganan napi koruptor, yang telah disiapkan (mereka_red) beberapa waktu lalu.

“Kita ingin sekali dilibatkan pada debat itu. Kita ingin tahu dalil apa yang dimiliki Menkumham Yasonna H. Laoly, sehingga ia ngotot  ingin ada (diberlakukan_red) remisi,”Ungkap Budi Lahagu.

Mereka berkeyakinan wacana yang disampaikan Menkumham ini, bermuatan politik dan sarat dengan kepentingan. Bahkan, mereka menduga hal ini dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang yang dekat dengan pemerintah.

“Jelas sekali muatannya. Dalam NAWACITA itu tertulis tentang itu (pemberantasan korupsi_red). Tapi pemerintah terkesan main-main, karena alasannya tidak logika,” Ujar Firaman Gulo Mengakhiri (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here