Kunker direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI

0
340

BLITAR-Zonadinamika.com.  Bertempat di Kodim 0808 Blitar Jl Ahmad Yani Kota Blitar telah dilaksanakan Kunker Kerja Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI (Ir. Sri Kuntarsih) dalam rangka Akselerasi LTT ( Luas Tambah Tanam)  tahun 2017. Selasa (24/1/2017).

 

Adapun rangkaian kegiatan sebagai berikut, Pukul 07.15 WIB Rombongan Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI (Ir. Sri Kuntarsih) tiba di Kodim 0808 Blitar Jl Ahmad Yani Kota Blitar dan disambut oleh Pabung Kodim 0808 Blitar (Mayor Inf Drs Rudi Sujatmiko) dan Pasiter Kodim 0808 Blitar (Kapten Cba Chudori) selanjutnya transit di ruang kerja Dandim 0808 Blitar, Pukul 09.35 WIB di Ruang Data Makodim 0808 Blitar dilaksanakan rakor tentang Akselerasi LTT (Luas Tambah Tanam)  tahun 2017 dipandu oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Ir Eko Priyo Utomo).

 

Hadir dalam rakor tersebut antara lain, Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI (Ir. Sri Kuntarsih), Kasubdit Kelembagaan Kementan RI (Ir. Wahyu Budi Santoso), Kasi Permodalan Kementan RI (Ir Eka Purwani), Kasi Perkoprasian Kementan RI(Bpk. Achmad Riyadi, SE), Fungsional Umum Kementan RI (Bpk. Nurwandi), Kepala Kantor Pasaran Jasindo (Bpk. Ghusnul Khuluki), Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Ir Eko Priyo Utomo), Kabid tanaman pangan dan holtikultura Distan Kab. Blitar (Ibu Nevi), Kabid sarana dan prasarana (Bpk Najib), Pasiter Kodim 0808 Blitar (Kapten Cba Chudori) dan Mantri Tani se Kab Blitar.

 

Pada Penyampaian Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Ir Eko Priyo Utomo) yang intinya,  Kira² 3 minggu yang lalu telah dilaksanakan perombakan struktur SKPD Kab Blitar, Alhamdulillah Distan tagung jawabnya bertambah semoga dengan perombakan ini bisa berdampak bagus dengan peningkatan produksi pajale dan pertanian yang lain.

 

Target kita 42. 100 ha dan sekarangg telah mencapai 77%, pada akhir Januari kita masih punya peluang untuk meningkatkan LTT hingga 80 %, mudah²an akhir Maret LTT Blitar bisa mencapai 100% namun harus ada kesanggupan oleh para mantru tani.

 

Terkait dengan LTT brigade tanam di beberapa Kecamatan sudah terbentuk dan sudah mendapat bantuan mesin, hal itu diharapkan dapat dimaksalkan, satu Brigade tanam belum bisa melayani 1 Kecamatan diharapkan satu Kecamatan di bentuk 2-3 Brigade tanam yang bertujuan mempercepat bantuan kepada petani.  Ansuransi pertanian sudah diprogramkan untuk itu saya berharap mantri tani bisa memberikan sosialisasi tentang ansuransi pertanian sehingga petani bisa ikut didalamnya.

 

Sementara itu penyampaian Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI (Ir. Sri Kuntarsih) yang intinya,  permohonan maaf karena kedatangan kami terkesan tergesa² karena Kab Blitar menurut pusat mendapat rapot merah yang menjadi tanggung jawab saya termasuk Kab Madiun dan Kab Tulungagung.

 

Masih sulit membaca data dari citra lenser karena belum bisa menunjukkan titik koordinatnya dan masih bersifat global, hal itu mempersulit untuk mendeteksi daerah mana yang perlu penanganan, Dari hasil kunjungan sebelumnya apakah LTT di Kab Blitar masih bisa disisir atau di tinglatkan lagi, sehingga kita dapat meminta tambahan traktor dan alat pertanian lain untuk dikirim ke Blitar, dilihat dilapangan ada beberapa wilayah yang sudah siap panen, hal ini merupakan hal pisitif unruj mempercepat tambahan LTT.

 

Pada penyampaian Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Ir Eko Priyo Utomo) yang intinya,  Bulan Oktober – Desember LTT di Kab Blitar sudah mencapai 24 ribu ha dan akhir bulan Januari mencapai 20 ribu ha maka target kita antar bulan Oktober-Maret yang ditargetkan 42 ha maka target kita sekarang sudah melampui batas,  tambahan LTT di Kab Blitar setelah panen sampai akhir Januari kita prediksi bertambah menjadi 2.073 ha, sampai akhir Januari ini LTT Kab Blitar sudah mencapai 10.185 ha dan kita harus bisa memenuhi kekurangan 7.798 ha sampai bulan Maret.

 

Penyampaian Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI (Ir. Sri Kuntarsih) yang intinya,  akan tetap mengawal LTT Kab Blitar sampai akhir Januari, ansuransi pertanian pada tahun 2015 akhir sudah diluncurkan Menko dan Menku, apabila hal ini ada tanggapan pisitif dari petani program ini akan diperbesar untuk itu kami sangat membutuhkan peran Mantri tani untuk mensosialisasikan sampai tingkat bawah,  Karena ketitak pahaman petani akhirnya program ansuransi pertanian belum bisa maksimal, Bpk Dirjen berharap dana dari APBN bisa maksimalkan untuk program ini sehingga para petani dapat merasakan manfaatnya.

 

Untuk itu kami berharap pihak Jasindo dapat membantu mensosialisasikan lewat medsos maupun media cetak,  KUR kebanyakan dimanfaatkan oleh para pedagang pertanian, sebagian kecil dimanfaatkan oleh gapoktan karena belumm mengertinya petani tentang KUR sehingga kita dorong penggunaan APBN disalurkan ke tiga Bank pemerintah sehingga birokrat pemerintahan tinggal mengawasi dan tidak bersinggungan langsung dengan implementasi dari program tersebut.

 

Penyampaian Kepala Kantor Pasaran Jasindo (Bpk. Ghusnul Khuluki) yang intinya,   Wilayah Blitar dari segi geografisnya terletak antara Kab Kediri dan Kab Malang sehingga keberadaan Jasindo di dua wilayah tersebut tahun ini bisa dioptimalkan lagi dalam pelaksanaan dan koordinasi tentang program yang diterapkan dari kementrian sehingga bisa tercapai dengan baik, Premi ansuransi Jasindo yang sangat kecil mudah²an dapat bermanfaat bagi petani untuk kelangsungan petani dalam mengelola lahannya.

 

Penyampaian Kasi Permodalan Kementan RI (Ir Eka Purwani) yang intinya,  Ansuransi pertanian merupakan PR yang sangat berat untuk itu kami mohon kepada bapak Kadis Pertanian dan pangan dapat mengkoordinir mantri tani yang ada di kecamatan untuk mensukseskan program ansuransi ini,  Premi yang yang dibantukan mencapai 80% , saya harap Jasindo bisa hadir dalam sosialisasi dengan petani, mungkin ada sesuatu yang bisa dibicarakan bersama tentang realisasinya dengan petani sekaligus mengawal LTT di wilayah.

 

Penyampaian Kasubdit Kelembagaan Kementan RI (Ir. Wahyu Budi Santoso) yang intinya bahwa pesan dari bapak Dirjen dimohon ansuransi tersebut diutamakan kepada pok tani yang sudah menerima bantuan untuk itu kita dorong pok tani tersebut bisa masuk sebagai peserta ansuransi, lokasi yang kena musibah kita utamakan dulu sehingga apabiala ada musibah petaninya bisa tertolong

 

Penyampaian Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Ir Eko Priyo Utomo) yang intinya bahwa sosialisasi tentang ansuransi tidak kurang² kita laksanakan melalui radio dan tanggapan petani sangat bagus.  (Penrem081).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here