Geger,Sengketa Tanah Desa Cibelok

0
507
Nining dan Lily,sekarang,harus peras keringat dan bersusah payah kembali untuk mengembalikan batas-batas yang sempat beberapa waktu lalu telah dibongkar,dengan dibantu dan disaksikan muspika serta warga Desa Cibelok.

PEMALANG –Zonadinamika.com. Setelah sebelumnya berusaha dan bersusah payah mengembalikan hak batas tanah milik ahli waris,dengan bukti data sertipikat hak milik (SHM) No.304,dengan luas 612 meter persegi. Nining dan Lily,sekarang,harus peras keringat dan bersusah payah kembali untuk mengembalikan batas-batas yang sempat beberapa waktu lalu telah dibongkar,dengan dibantu dan disaksikan muspika serta warga Desa Cibelok.
“Kita sebagai ahli waris akan tetap mempertahankan hak kita yang sah,sesuai yang tertera pada sertipikat”.Ungkap mereka berdua,sebagai ahli waris yang sah,dengan raut wajah serta menunjukkan nada bicara yang kecewa.

Namun demikian,pembongkaran tersebut di duga telah dikondisikan sepihak.Pasalnya,Bambang Dwiono salah satu ahli waris yang awalnya sama sekali tidak mau dilibatkan.Kini,ketika akan dilakukan pembongkaran pagar kayu sebagai tanda batas,dirinya dilibatkan dilapangan.Bahkan,telah membuat surat pernyataan di atas materai.

Terindikasi telah terjadi politik adu domba.Di duga kuat,pihak-pihak yang berkepentingan telah memanfaatkan Bambang untuk bertarung dari dalam,agar terkesan dan terlihat tidak anarkis.Dan hal ini,pihak yang berkepentingan sepertinya merasa di untungkan.

“Saya kemarin bersama muspika memang telah menyaksikan pembongkaran pagar tersebut,karena hal itu adalah permintaan warga”.Ujar Warsono,selaku Kades (kepala desa) Cibelok pada Zona Dinamika ditempat kerjanya.

Kades yang ketika itu didampingi Wido sebagai Polisi desa,sangat berharap agar pagar jangan di pasang kembali.Karena,jalan tersebut nantinya akan ada proyek lanjutan yang kemungkinan besar akan cair tahun ini (2017).

Perlu diketahui,bahwa pihak Desa telah membangun jalan desa yang telah merebut tanah sekitar 40 meter persegi,milik ahli waris Suwondo Subaeni tanpa sosialisasi dan tidak meminta ijin dengan semua ahli warisnya.Dan pihak ahli waris pun melakukan perlawanan dengan jalur semestinya,dengan koordinasi pada pihak BPN (Badan Pertanahan Negara) Kabupaten Pemalang,untuk melakukan ukur ulang agar bisa mengetahui dan mengembalikan batas-batas milik ahli waris yang sah.(SatriyoAdie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here