Waspadalah, Pupuk Palsu Diduga Beredar

0
338
truk pengangkut pupuk/ilustrasi

PANGANDARANZonadinamika.com. Bisnis haram mulai liar untuk meraup untung, para pencari untung haram tersebut yang di incar adalah para petani, fenomene itu mulai di rasakan oleh para petani di pangandaran Jawa Barat.

Oleh sebab itu,demi menyelamatkan para petani dari perilaku penipuan lewat pemalsuan pukuk, para Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pangandaran meminta Dinas Pertanian untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kios pupuk lantaran diduga banyak beredar pupuk palsu.

Ketua KTNA Kabupaten Pangandaran Warino mengatakan, keberadaan pupuk palsu besar kemungkinan beredar dilapangan, untuk itu Dinas Pertanian harus melakukan pengujian laboratorium terhadap pupuk yang beredar.

“Petani mungkin tidak seluruhnya memahami kandungan pupuk, mereka hanya terbiasa membeli di salahsatu kios tanpa ada kecurigaan apakah pupuk yang digunakan asli atau palsu,” kata Warino.

Masih dikatakan Warino, dirinya pernah memiliki dokument hasil pengujian pupuk SP 27. Setelah dilakukan laboratorium, kandungan pospat P2O5 hanya 0,98%, sedangkan masyarakat terkecoh dengan nama merek pupuknya yang dikira pupuk tersebut memiliki kandungan pospat 27%.

Selain itu, Warino juga memiliki hasil pengujian pupuk OSP-36. Masyarakat mengira kalau kandungan pospatnya 36 persen, tetapi setelah dilakukan pengujian kandungan pospat P2O5 nya hanya 2,12%.

“Jika pupuk palsu digunakan, maka akan menghambat pertumbuhan tanaman dan dimungkinkan akan merusak kesetabilan kontur tanah,” tambahnya.

Harusnya Dinas Pertanian mendata seluruh kios penjual pupuk yang ada di Pangandaran dan menginventarisir jenis pupuk yang beredar.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Agus Satriadi mengaku untuk mengantisipasi peredaran pupuk palsu ada Balai Penyuluhan Pertanian di setiap Kecamatan.

“Alat untuk pengujian pupuk telah tersedia, jika ada yang mencurigakan terjadi peredaran pupuk palsu akan segera disikapi,” pungkasnya.(zd)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here