Tidak Ada Biaya Sekolah,Syamsul Jualan Kerupuk Mie Sejak Kelas Dua SD

0
349
Syamsul umur 12 tahun penjual kerupuk Mie sejak Kelas 2 SD sampai lulus tidak bisa melanjutkan sekolah ketingkat SMP dengan alasan biaya nya mahal dan tidak ada ongkos untuk sekolah sehari hari,

KARAWANG -Zonadinamika.com. Program Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun. Program ini mewajibkan anak bangsa bisa melanjutkan sekolah hingga SMA atau SMK. Pemerintah melalui Kemendikbud juga telah meluncurkan program ini pada tahun pelajaran 2015/2016.

 

Tetapi Program tersebut tidak di rasakannya oleh Syamsul (12) Warga Desa Kertajaya Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang , Syamsul umur 12 tahun penjual kerupuk Mie sejak Kelas 2 SD sampai lulus tidak bisa melanjutkan sekolah ketingkat SMP dengan alasan biaya nya mahal dan tidak ada ongkos untuk sekolah sehari hari, Hal tersebut di ungkapkan Syamsul saat di temui di bilangan Pasar Rengasdengklok,Selasa (25/4/2017)siang.

 

Syamsul mengungkpakan, “Saya berjulan kerupuk mie sejak duduk di kelas dua SD sampai sekarang sudah lulus SD,Karena orang tua saya gak punya (Miskin-Red)  hanya pedagang pancong,dagang pancong berhenti sekarang dagang Kerupuk mie juga” Ujar Syamsul saat di temui di bilangan Rengasdengklok,Selasa (25/4/2017) siang kepada Zonadinamika.com

 

Masih Kata Syamsul, Saya Mau seperti anak  sebaya saya melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi,karena sekolah biayanya mahal dan untuk ongkos sehari hari juga gak ada,saya lebih memilih julan kerupuk mie aja untuk bisa membantu perekonomian orang tua,dan sisanya saya tabung.Imbuhnya

 

“ Dari hasil jualan setiap harinya paling dapat keuntungan 20000 kalau habis 100 kerupuk,saya kuli dari ornag lain ambil barang terus saya dagangin,paling jauh saya jualan sampai Tanjungpura dengan cara nebeng di angkot” Ungkap Syamsul

 

Lanjut Syamsul, Saya anak terakhir dari dua saudara nama ayah Mumuh,orang tua juga sudah sempat merarang saya jualan tapi saya tetap julan, belajar bagaimana mencari uang dan belajar bagaiman agara uang jajan jangan samapai minta ke oaring tua.” Ya harapan saya mau sekolah lagikalau ada biaya dan ongkos seharihari: pungkasnya

 

Di tempat terpisah Abdul warga rengasdengklok,”Betul Dia (Syamsul-Red) Jualan setiap hari selalu mampir ke rumah saya ,karena saya sering beli kerupuk dia” pungkasnya

 

Syamsul Penjual kerupuk mie setiap harinya memikul kerupuk dan berjalan berkilo kilo meter untuk menghabiskan,untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi hanya mimpi belaka.ini lah tugas pemeritanh setempat agar jangan sampai ada anak yang putus sekolah. (Wasim Ben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here