Ahok Masuk 5 Besar Kandidat Menteri ESDM

0
335

JAKARTA-Zonadinamika.com. Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga kini belum mengangkat menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) definitif. Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan masih menjabat sebagai pelaksana tugas menteri ESDM.

Nama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masuk dalam lima besar kandidat yang dinilai layak menduduki jabatan. Hal ini berdasarkan survei Institute for Essential Services Reform (IESR).

Kok ada nama Ahok? Muncul karena ada yang nilai (Ahok layak jabat Menteri ESDM),” kata Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa dalam diskusi dengan topik “Menimbang Menteri ESDM Pilihan Jokowi” di Jakarta, Minggu (4/9).

Survei dilakukan pada 22-26 Agustus 2016 melalui situs IESR. Terdapat 1.881 orang responden dengan rentang usia dan latar belakang beragam. Jumlah pemilih valid sebanyak 1.874 orang.

“Survei ini sangat terbuka. Dari hasil penjaringan, didapatkan 20 nama usulan publik. Dari 20 nama tersebut, terdapat 10 besar nama yang menduduki 61 persen hasil survei,” jelas Fabby.

Menurutnya, publik berharap menteri ESDM mempunyai integritas serta jauh dari konflik kepentingan. “Satu faktor lagi yaitu (menteri ESDM) bukan politisi. Pilihan publik adalah yang profesional,” ujarnya.

Dia menambahkan, nama-nama politisi seperti anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Kurtubi dan Fraksi Partai Golkar (FPG) Satya Widya Yudha berada paling bawah. Sedangkan, 10 besar nama teratas, merefleksikan kalangan profesional dan dikenal pelaku industri energi.

“Bukan orang baru apalagi WNA (warga negara asing),” imbuhnya.

Dia menegaskan, survei IESR tidak bermaksud merekomendasikan nama-nama tertentu. “Ada 10 nama yang dianggap publik punya integritas dan tidak bersinggungan atau dianggap punya konflik kepentingan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, pakar energi dari Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Zainal Arifin mengatakan presiden sebaiknya mengangkat menteri ESD non-partisan. “Kalau tidak jadi bancakan. Calon yang ada harus dari profesional, terbiasa berkoordinasi. Sebab, kinerja menteri ESDM tidak bisa ditentukan diri sendiri,” katanya.

Sementara itu, pengusaha migas (minyak dan gas), Ismail Zulkarnaen mengatakan menteri ESDM sepatutnya memiliki kepemimpinan yang kuat. “Karena sektor ini sangat luas bidangnya mulai dari oil, gas, batu bara, air, geotermal. Jadi dibutuhkan sosok yang punya leadhership (kepemimpinan) kuat,” katanya

Dia menambahkan, diperlukan juga figur yang mampu mengambil keputusan. “Tidak hanya berdialektika. Karena yang dibutuhkan pengusaha itu, keputusan tepat,” imbuhnya.

Sedangkan anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Zulkieflimansyah mengatakan tidak ada permasalahan kalau memang presiden mengangkat Ahok sebagai menteri ESDM. “Kalau Ahok jadi menteri ESDM, menarik juga,” katanya.

Berikut 10 nama kandidat menteri ESDM hasil survei IESR:
– Tri Haryo Soesilo 16 persen
– Djoko Siswanto 10 persen
– Hardiv Situmeang 6,5 persen
– Dwi Soetjipto 4,7 persen
– Basuki Tjahaja Purnama 4,6 persen
– Faisal Basri 4,5 persen
– Rovicky Dwi Putrohari 4,1 persen
– IGN Wiratmadja 4 persen
– Widhyawan Prawiratmadja 3,5 persen
– Tri Mumpuni Iskandar 3,2 persen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here