Karangan Bunga Ahok-Djarot Bertebaran di Medan dan Batam

0
288
Karangan bunga untuk Ahok-Djarot di kawasan Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara

JAKARTA-Zonadinamika.com. Karangan bunga untuk Ahok-Djarot setelah kekalahannya di Pilgub DKI 2017 ternyata tidak hanya di Balai Kota Jakarta. Tetapi juga sampai ke luar daerah, termasuk Tano Batak.

Karangan bunga juga menghiasi Kota Balige, Kabupaten Toba Samosir. Setidaknya ada tiga bunga papan, demikian orang sana menyebutnya, di sekitar Monumen DI Panjaitan.

“Terima Kasih Pak Ahok & Pak Djarot. Anda bersih tidak mencuri uang rakyat, hanya mencuri hati rakyat,” demikian tulisan salah satu bunga papan dari ‘Balige City’.

Berikut 5 bunga papan lainnya untuk Ahok-Djarot dari Tano Batak:

Karangan bunga dari berbagai komunitas sebagai wujud apresiasi dan kecintaan masyarakat buat pasangan Ahok-Djarot ternyata juga muncul saat dirgahayu ke 69 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Puluhan papan bunga terlihat berjejer di seputar Lapangan Merdeka Medan, sejak Minggu (30/4) sampai, Senin (1/5).

Karangan bunga yang disertai sejumlah tulisan itu dipesan oleh sejumlah komunitas dan juga dari pribadi-pribadi.

“Pak Ahok-Djarot, cinta terlarang itu haram. Tapi mencintai Bapak adalah Halal”, salah satu tulisan pada karangan bunga.

Pesan lain yang tertulis: “Terima kasih Pak Ahok, semoga karya dan prestasimu dapat dicontoh gubernur lain”. Ada juga tertulis: “”Ahok, kutahu kau tak ke Medan, tapi kumohon doakanlah Medan”.

Selain itu, ada juga pengirim papan bunga yang meminta Ahok-Djarot datang ke Medan. “Datanglah ke Medan,” pinta Keluarga Papi Karin Sitorus.

Berbeda dengan pengirim bunga yang mengatasnamakan Tonggo Manurung. Dia menyampaikan “Kekalahan Ahok seperti kehilangan sosok pemimpin besar”.

Bahkan, ada pengirim bunga yang mengatasnamakan Keluarga Tuk-tuk Rihit Lontung menyebut Ahok sebagai “Batak Manakkas” alias Batak tulen. Ada juga yang mengirim pantun: “Bunga melati bunga yang indah, dirangkai untuk hari meriah. Mauliate kami untuk Badja, teladan untuk generasi muda”.

Menanggapi fenomena itu, Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI), Gandi Parapat menyatakan hal tersebut merupakan kritik masyarakat yang memiliki jiwa seni sangat tinggi terhadap pemerintahan daerah saat ini. Papan bunga yang terpampang di Lapangan Merdeka itu juga merupakan wujud keprihatinan masyarakat atas kondisi daerahnya, yang dianggap masih jauh tertinggal dalam hal pembangunan jika dibandingkan dengan kepemimpinan Ahok-Djarot di Jakarta.

Seorang warga Medan, P Simanjuntak juga ikut memesan karangan bunga bertulis: “Lae Ahok & Djarot Tusonma Hamu Padua, Hupamonang Hamu Pe”. Dia meminta pasangan Ahok-Djarot bisa maju dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara pada 201. Simanjuntak mengaku siap untuk memenangkan pasangan itu.

Sedangkan warga Medan, Gunawan (45) menyatakan,”Kita mengapresiasi pemesan papan karangan bunga tersebut. Ini merupakan bagian dari politik, yang mana sebagian dari warga di daerah ini menginginkan pemimpin baru.”

Sementara itu, sejumlah warga Batam juga menyampaikan apresiasi kepada Ahok-Djarot melalui karangan bunga. Dalam video yang diterima redaksi, antara lain disebutkan karangan bunga itu merupakan pengakuan atas dedikasi Ahok-Djarot selama memimpin Jakarta.(BS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here